
Setelah mengunjungi Baskoro, Nadira dan Andra merasa ada perubahan dalam diri mereka. Mereka telah menghadapi masa lalu mereka, mengakui rasa sakit yang telah mereka alami, dan mulai meresapi perasaan lega. Mereka tahu bahwa masih ada jalan panjang yang harus ditempuh, tetapi mereka juga merasa lebih siap untuk menghadapinya bersama.
Nadira, yang kini menjalin hubungan dengan Raka, merasa hidupnya mulai kembali normal. Dia fokus pada musik, sastra, dan hubungannya dengan Raka. Mereka berdua menjadi lebih dekat, saling mendukung dan mendorong satu sama lain untuk menjadi lebih baik.
Andra, yang sebelumnya merasa terbebani oleh tanggung jawab keluarga, mulai menemukan kembali kebahagiaannya dalam musik. Dia kembali bermain gitar, menciptakan lagu-lagu baru, dan bahkan mulai tampil di beberapa acara lokal. Dia merasa hidupnya mulai kembali ke jalur yang benar.
Sementara itu, ibu mereka mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan yang signifikan. Dia mulai berbicara lebih banyak, bergerak lebih bebas, dan bahkan mulai tertawa lagi. Nadira dan Andra merasa sangat bersyukur melihat ibu mereka pulih dan menjadi lebih kuat setiap hari.
Suatu hari, Nadira dan Andra mengadakan konser kecil di rumah sakit untuk merayakan pemulihan ibu mereka. Mereka bermain bersama, Andra di gitar dan Nadira di piano, menciptakan harmoni yang indah dan melodi yang menggugah hati. Raka juga bergabung, menambahkan suara gitar dan vokalnya yang lembut.
__ADS_1
Ketika mereka bermain, pasien, keluarga, dan staf rumah sakit berkumpul untuk mendengarkan. Mereka tersentuh oleh musik yang dimainkan Nadira, Andra, dan Raka, merasa terhubung oleh perasaan cinta, harapan, dan kebahagiaan yang mereka ungkapkan melalui musik.
Setelah konser, ibu mereka menatap mereka dengan mata berkaca-kaca. "Terima kasih, anak-anakku," katanya, suaranya lembut dan penuh cinta, "Kalian telah membawa kebahagiaan dan harapan kembali ke hidupku. Aku bangga menjadi ibumu."
Nadira, Andra, dan Raka tersenyum, merasa lega dan bahagia. Mereka tahu bahwa mereka telah melewati masa-masa sulit, tetapi mereka juga tahu bahwa mereka telah menemukan kekuatan dalam diri mereka dan satu sama lain. Mereka siap untuk menghadapi masa depan, apa pun yang mungkin terjadi.
Suatu hari, Andra mengajak Nadira ke taman kota tempat mereka sering bermain saat masih kecil. Mereka berjalan-jalan, menikmati keindahan alam dan mengenang masa lalu. Mereka duduk di bawah pohon tua yang mereka gunakan untuk bermain di bawahnya, melihat ke atas pada cabang-cabang yang merentang luas di atas mereka.
Andra mulai bercerita tentang masa kecil mereka, tentang bagaimana dia selalu merasa bertanggung jawab untuk melindungi Nadira. Dia berbicara tentang bagaimana dia berusaha keras untuk menjadi contoh yang baik bagi adiknya, dan bagaimana dia selalu merasa bangga melihat Nadira tumbuh dan berkembang.
__ADS_1
Nadira, mendengarkan kata-kata Andra, merasa terharu. Dia merasa berterima kasih atas semua yang telah Andra lakukan untuknya, dan dia merasa beruntung memiliki kakak seperti dia.
"Terima kasih, kak," kata Nadira, suaranya penuh emosi, "Kamu selalu ada untukku, dan aku tidak tahu bagaimana aku bisa melalui semua ini tanpamu."
Andra tersenyum, merasa lega dan bahagia mendengar kata-kata Nadira. "Itu tugas kakak, Nad," katanya, "Aku akan selalu ada untukmu, tidak peduli apa yang terjadi."
Mereka berdua duduk di bawah pohon itu, merasa damai dan bahagia. Mereka merasa seolah-olah mereka telah menemukan kembali bagian dari masa lalu mereka, dan mereka merasa bersemangat untuk masa depan.
Hari-hari berikutnya diisi dengan lebih banyak momen seperti ini. Mereka berdua menghabiskan waktu bersama, berbagi cerita dan kenangan, dan merasa lebih dekat dari sebelumnya. Mereka berdua merasa bahwa mereka telah menemukan kembali bagian dari diri mereka yang hilang, dan mereka merasa bersemangat untuk apa yang akan datang.
__ADS_1