
Setelah makan malam, Moona meminta ibunya untuk berbicara secara pribadi. Mereka berdua pergi ke toilet, tempat yang cukup jauh dari keramaian dan bisa memberi mereka privasi. Moona merasa gugup, tetapi dia tahu ini adalah percakapan yang harus dia lakukan.
"Ibu," kata Moona, suaranya sedikit gemetar, "Aku... aku tidak yakin aku menyukai pria itu."
Ibunya tampak terkejut, tetapi dia tidak menginterupsi. Dia hanya menatap Moona, memberikan putrinya kesempatan untuk berbicara.
Moona mengambil napas dalam-dalam, kemudian melanjutkan, "Aku merasa dia baik dan ramah, tetapi... aku tidak merasa ada hubungan di antara kami. Aku tidak merasa ini benar. Aku... aku belum siap untuk menikah, Ibu."
Ada hening sejenak setelah Moona selesai berbicara. Ibunya tampak sedikit terkejut, tetapi ekspresinya segera berubah menjadi pengertian. "Oh, Moona," katanya, menggenggam tangan putrinya, "Aku mengerti. Aku tidak akan memaksamu melakukan sesuatu yang tidak kamu inginkan. Kita akan mencari solusi lain."
Moona merasa lega mendengar kata-kata ibunya. Dia merasa beruntung memiliki ibu yang mendukung dan mengerti perasaannya. "Terima kasih, Ibu," kata Moona, air mata kelegaan menggenangi matanya, "Aku sangat berterima kasih."
__ADS_1
Ibunya tersenyum dan memeluk Moona. "Itu tugas ibu, sayang," katanya, "Aku selalu akan ada di sini untukmu."
Setelah melewati kejadian perjodohan yang membuatnya tidak nyaman, Moona memutuskan untuk fokus pada karirnya sebagai jurnalis. Dia telah bekerja keras untuk mencapai posisi yang diinginkannya, dan saat ini, dia telah menjadi seorang jurnalis yang handal dan dihormati.
Suatu hari, Moona ditugaskan untuk meliput berita penting di tempat kejadian. Sebuah kecelakaan besar terjadi di jantung kota, dan Moona harus segera menuju ke lokasi untuk mengumpulkan informasi dan mengadakan wawancara.
Sesampainya di lokasi, Moona langsung mendekati petugas yang sedang berjaga. Dengan percaya diri, dia mengajukan pertanyaan tentang kejadian tersebut, mencatat detail penting dan mencari saksi mata yang bisa diwawancarai.
Moona mewawancarai beberapa orang yang berada di lokasi saat kecelakaan terjadi. Dia mendengarkan dengan penuh perhatian, mencatat informasi penting dan mengajukan pertanyaan tambahan untuk memastikan keakuratan laporan yang akan dia buat.
Dalam waktu singkat, artikel Moona tentang kecelakaan tersebut diterbitkan dan menjadi salah satu berita utama di media tempatnya bekerja. Rekan-rekannya dan atasan Moona menghargai kerja keras dan dedikasinya dalam meliput berita ini.
__ADS_1
Moona merasa bangga dan puas dengan pekerjaannya. Meskipun menghadapi tantangan pribadi, dia tetap fokus pada karirnya dan berhasil mencapai kesuksesan sebagai jurnalis.
Beberapa hari setelah berita tentang kecelakaan itu diterbitkan, ibu Moona datang berkunjung ke apartemen putrinya. Ibu Moona, yang selalu peduli dan perhatian, ingin memastikan bahwa putrinya baik-baik saja setelah berita perjodohan dan pekerjaan yang sibuk.
Saat ibu Moona tiba, dia melihat Moona sedang duduk di sofa, melihat rekaman wawancaranya di tempat kejadian. Ibu Moona duduk di sebelah Moona, menatap layar dengan penuh perhatian.
Setelah beberapa menit menonton, ibu Moona menghela napas dan berkata, "Moona, rambutmu tampak berantakan saat wawancara. Kamu harus lebih memperhatikan penampilanmu."
Moona terkejut mendengar kritikan ibunya. Dia merasa sedikit tersinggung, tetapi dia tahu bahwa ibunya hanya peduli dan ingin yang terbaik untuknya. "Ibu, aku tahu," kata Moona, "Aku akan mencoba lebih baik lagi."
Ibu Moona mengangguk dan tersenyum. "Baiklah, sayang," katanya, "Aku tahu kamu bisa melakukannya. Aku hanya ingin kamu selalu tampil terbaik."
__ADS_1
Saat itu, Nadira, yang juga ada di apartemen, berbicara. "Ibu," katanya, "Moona telah berusaha sebaik mungkin. Dia telah bekerja keras dan melakukan pekerjaannya dengan baik. Rambut berantakan hanya sebagian kecil dari apa yang dia lakukan."
Ibu Moona dan Moona menatap Nadira, terkejut dengan pembelaannya. Namun, mereka juga merasa berterima kasih atas dukungan Nadira. Mereka semua tersenyum, merasa lega dan bahagia karena memiliki satu sama lain.