
Setelah menerima pesan dari Andra yang menggoda, Nadira merasa wajahnya memerah. Dia tidak pernah menyangka bahwa Andra akan mengajukan pertanyaan seperti itu. Meskipun dia merasa canggung, dia tahu bahwa Andra hanya mencoba meringankan suasana hati.
Nadira mengambil napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri. Dia memutuskan untuk membalas pesan Andra dengan cara yang santai, meskipun hatinya berdebar kencang. "Kak, jangan bercanda seperti itu!" tulisnya, menambahkan emotikon senyum malu, "Kita masih harus mencerna kebenaran ini dan melihat bagaimana hubungan kita berkembang."
Setelah mengirim pesan itu, Nadira merasa lega. Meskipun situasi mereka saat ini sangat rumit, dia merasa beruntung memiliki Andra yang selalu mendukung dan peduli padanya.
Mereka berdua menghabiskan malam itu dalam diam, mencoba memahami dan menerima kebenaran baru ini. Mereka tahu bahwa ini akan mempengaruhi hubungan mereka, tetapi mereka juga tahu bahwa mereka bisa melewati ini bersama-sama.
Pagi berikutnya, Nadira terbangun dengan perasaan bingung dan tidak percaya. Semua yang terjadi semalam tampak seperti mimpi, namun pesan di ponselnya dari Andra mengingatkannya bahwa ini adalah kenyataan.
Dia bangkit dari tempat tidur dan bersiap-siap untuk hari itu. Dia memutuskan untuk mengunjungi Andra, merasa perlu berbicara dengan kakaknya setelah pengungkapan semalam.
__ADS_1
Sementara itu, Andra juga terbangun dengan perasaan yang sama. Dia merasa bingung dan sedikit kehilangan, namun dia juga merasa lega bahwa rahasia yang sudah lama dipendam akhirnya terungkap.
Dia memasak sarapan untuk dirinya sendiri, mencoba menjalani hari seperti biasa. Namun, pikirannya terus melayang ke pengungkapan semalam dan pesan yang dia kirimkan kepada Nadira.
Tiba-tiba, bel apartemennya berbunyi. Dia membuka pintu dan terkejut melihat Nadira berdiri di depan pintu. "Nad, apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Andra, terkejut.
Nadira tersenyum sedikit, "Aku merasa perlu berbicara denganmu, Kak. Boleh aku masuk?"
Duduk berhadapan di sofa, Nadira dan Andra mulai membahas pengungkapan rahasia semalam. Mereka merasa perlu untuk berbicara jujur satu sama lain dan mencari cara untuk menghadapi kenyataan baru ini.
"Aku merasa bingung, Kak," kata Nadira, suaranya lembut, "Tapi aku tahu kita harus menerima kenyataan ini dan melanjutkan hidup kita."
__ADS_1
Andra mengangguk, "Aku setuju, Nad. Meskipun kita bukan saudara kandung, kita tetap keluarga. Kita dibesarkan bersama, dan kita memiliki banyak kenangan indah bersama."
Nadira tersenyum, merasa lega bahwa Andra merasa sama. "Ya, Kak. Aku tidak ingin rahasia ini mengubah hubungan kita. Kita harus terus mendukung satu sama lain, seperti yang selalu kita lakukan."
Andra tersenyum kembali, "Tentu saja, Nad. Kita akan melewati ini bersama, seperti yang selalu kita lakukan."
Mereka berdua duduk bersama, merasa lebih dekat satu sama lain setelah percakapan jujur ini. Mereka tahu bahwa mereka akan menghadapi tantangan baru, tetapi mereka yakin bahwa mereka bisa melewati ini bersama.
Setelah beberapa saat, Andra mengusulkan, "Bagaimana kalau kita pergi keluar hari ini? Kita bisa pergi ke taman atau menonton film, hanya untuk mengalihkan perhatian kita sejenak dari semua ini."
Nadira mengangguk, "Itu ide yang bagus, Kak. Ayo kita lakukan itu."
__ADS_1
Mereka berdua bersiap-siap dan pergi bersama, merasa lebih ringan dan penuh harapan. Mereka tahu bahwa perjalanan mereka ke depan akan penuh dengan tantangan, tetapi mereka yakin bahwa mereka bisa menghadapinya bersama.