Melodi Perpisahan: Lagu Terakhir

Melodi Perpisahan: Lagu Terakhir
BAB 33 Harapan di rumah sakit


__ADS_3

Setelah beberapa hari di rumah sakit, Nadira mulai merasa lebih baik. Dia bisa berjalan-jalan di sekitar kamar, meskipun masih merasa lemah. Suatu malam, ketika dia sedang duduk di tempat tidur, dia melihat sosok yang sangat familiar di sudut ruangan.


Itu adalah Andra, kakaknya yang telah pergi. Nadira merasa terkejut dan bingung, tidak tahu bagaimana harus bereaksi.


"Andra... apakah itu kamu?" tanya Nadira, suaranya gemetar.


Andra tersenyum dan mengangguk, "Ya, Nad, ini aku. Aku datang untuk melihatmu, untuk memastikan kamu baik-baik saja."


Nadira merasa haru dan ingin memeluk Andra, tetapi dia tahu bahwa dia tidak bisa menyentuhnya. Dia merasa sedih dan frustrasi, ingin merasakan kehangatan pelukan kakaknya sekali lagi.


"Kak, aku merindukanmu," kata Nadira, air mata mengalir di pipinya. "Aku ingin memelukmu, tapi aku tahu aku tidak bisa."


Andra menatap Nadira dengan kasih sayang, matanya berkaca-kaca. "Aku juga merindukanmu, Nad. Tapi yang terpenting adalah kamu baik-baik saja. Aku akan selalu ada di sini untukmu, meskipun aku tidak bisa bersamamu seperti dulu."

__ADS_1


Mereka berdua duduk di sana, berbicara dan mengenang kenangan indah mereka bersama. Mereka tertawa, menangis, dan merasakan kebersamaan mereka, meskipun mereka tahu bahwa mereka tidak bisa bersama selamanya.


Setelah beberapa hari di rumah sakit, Nadira akhirnya diperbolehkan pulang. Dia merasa lega dan berterima kasih, tahu bahwa dia telah melewati masa-masa sulit dan sekarang bisa pulih di rumah.


Saat tiba di rumah, Nadira langsung menuju ke studio piano. Dia merasa rindu bermain piano, merasa rindu merasakan nada dan melodi yang mengalir dari jari-jarinya. Dia merasa seperti piano adalah bagian dari dirinya, bagian dari jiwanya yang tidak bisa dipisahkan.


Dia duduk di depan piano, menyalakan not balok, dan mulai bermain. Dia bermain dengan penuh perasaan, setiap not, setiap nada, setiap melodi mengalir dari jari-jarinya dengan penuh emosi. Dia bermain untuk dirinya sendiri, untuk Andra, dan untuk Nenek Sari.


"Nad, kamu bermain dengan sangat baik. Aku yakin Nek Sari akan sangat senang," kata Andra, suaranya penuh dengan kasih sayang dan dukungan.


Nadira tersenyum, merasa bersemangat dan berterima kasih. "Terima kasih, Kak. Aku berharap aku bisa membuatmu bangga," jawabnya, suaranya penuh dengan harapan dan determinasi.


Mereka berdua duduk di sana, bersama-sama dalam kesunyian dan musik. Mereka merasakan kebersamaan mereka, merasakan dukungan dan kasih sayang satu sama lain, meskipun mereka tahu bahwa mereka tidak bisa bersama selamanya.

__ADS_1


Namun, saat hari berubah menjadi malam dan Nadira berhenti bermain, dia merasa ada sesuatu yang perlu dia tanyakan kepada Andra. Dia menatap Andra, matanya penuh dengan pertanyaan dan kebingungan.


"Kak, kenapa kamu masih di sini? Kenapa arwahmu masih bergentayangan?" tanya Nadira, suaranya penuh dengan kebingungan dan penasaran.


Andra menatap Nadira, matanya penuh dengan penyesalan dan kesedihan. "Nad, aku... aku merasa terjebak di sini. Aku merasa terjebak karena ada janji yang belum kutepati," kata Andra, suaranya penuh dengan penyesalan.


Nadira merasa terkejut mendengar pengakuan Andra. Dia merasa sedih, tetapi juga merasa bertekad untuk membantu Andra. "Apa janji itu, Kak?" tanya Nadira, suaranya penuh dengan determinasi.


Andra menatap Nadira, matanya penuh dengan harapan. "Aku berjanji akan melihat penampilanmu, Nad. Aku berjanji akan ada di sana untukmu. Tapi aku tidak bisa memenuhi janji itu," katanya, suaranya penuh dengan penyesalan.


Nadira merasa hatinya teriris mendengar kata-kata Andra. Dia merasa sedih, tetapi juga merasa bertekad untuk membantu Andra. "Kak, aku akan membawakan lagu itu untukmu. Aku akan memenuhi janji itu untukmu," kata Nadira, suaranya penuh dengan determinasi.


Andra tersenyum, merasa berterima kasih kepada Nadira. "Terima kasih, Nad. Aku tahu aku bisa mengandalkanmu," katanya, suaranya penuh dengan kasih sayang dan penghargaan.

__ADS_1


__ADS_2