Melodi Perpisahan: Lagu Terakhir

Melodi Perpisahan: Lagu Terakhir
BAB 13 Saran Moona


__ADS_3

Setelah mereka berbicara di bawah pohon, Andra dan Nadira mulai menanyakan keadaan masing-masing. Mereka berbicara tentang apa yang telah mereka lakukan selama sembilan tahun terakhir, tentang tantangan yang mereka hadapi, dan tentang impian dan harapan mereka untuk masa depan.


Setelah percakapan yang panjang dan mendalam, Nadira merasa sedikit lelah dan memutuskan bahwa dia butuh waktu sendirian. Dia mencari alasan untuk pergi ke mall, mengatakan kepada Andra bahwa dia perlu membeli beberapa barang.


Andra tampak sedikit kecewa, tetapi dia mengerti bahwa Nadira mungkin membutuhkan ruang. "Baiklah, Nad," katanya, "Tapi jika kamu butuh sesuatu, jangan ragu untuk memberi tahu aku, ya?"


Nadira tersenyum, merasa berterima kasih atas pengertian Andra. "Terima kasih, kak," katanya, "Aku akan baik-baik saja."


Nadira lalu berangkat ke mall, merasa lega bisa memiliki waktu sendirian. Dia berjalan-jalan di sekitar toko, menikmati kesendirian dan kebebasannya. Meskipun dia senang bertemu dengan Andra lagi, dia tahu bahwa dia masih perlu waktu untuk beradaptasi dengan perubahan dalam hidupnya.


Setelah berbelanja, Nadira pulang dengan hati yang lebih ringan. Dia tahu bahwa dia memiliki banyak hal untuk dipikirkan dan banyak perasaan untuk dihadapi, tetapi dia juga tahu bahwa dia kuat dan mampu menghadapinya.


Setelah perpisahan dengan Andra, Nadira kembali ke apartemen yang ia tinggali, bukan di mansion besar. Dia tinggal bersama tiga teman baiknya, yang selalu ada untuk mendukung dan menghiburnya. Mereka telah menjalani banyak pengalaman bersama dan telah menjadi keluarga yang erat.

__ADS_1


Saat Nadira tiba di apartemen, teman-temannya segera melihat bahwa ada sesuatu yang mengganggunya. Mereka duduk bersama di ruang tamu, dan Nadira mulai bercerita tentang pertemuannya dengan Andra yang telah lama menghilang.


"Aku merasa hari ini benar-benar buruk," kata Nadira, "Aku bertemu dengan kakakku yang tidak pulang selama 9 tahun, dan kami merasa sangat canggung satu sama lain."


Teman-temannya mendengarkan dengan penuh perhatian, merasa simpati terhadap Nadira.


"Aku bisa membayangkan betapa sulitnya situasi itu," kata salah satu temannya, "Tapi mungkin ini kesempatan untuk kalian berdua memperbaiki hubungan kalian."


Teman-teman Nadira menawarkan dukungan dan nasihat, berbicara tentang pengalaman mereka sendiri dalam menghadapi situasi yang serupa. Mereka mengingatkan Nadira bahwa hubungan memerlukan waktu dan usaha untuk diperbaiki, dan bahwa dia tidak sendirian dalam proses ini.


"Kami akan selalu ada di sini untukmu, Nadira," kata salah satu temannya, "Kamu tidak perlu menghadapi ini sendirian."


Nadira merasa sedikit lebih baik setelah berbicara dengan teman-temannya. Dia tahu bahwa mereka benar - dia harus memberi waktu dan usaha untuk memperbaiki hubungan dengan Andra. Dengan dukungan teman-temannya, Nadira merasa lebih siap untuk menghadapi tantangan yang akan datang.

__ADS_1


Setelah Nadira bercerita tentang pertemuannya dengan Andra, teman-temannya merasa simpati dan sedikit frustrasi. Mereka telah mendengar banyak cerita tentang Andra dari Nadira selama bertahun-tahun, dan mereka merasa seolah-olah mereka juga mengenal kakak laki-laki Nadira.


"Kami tahu betapa sulitnya situasi ini untukmu, Nadira," kata salah satu temannya, "Tapi mungkin kita harus mencoba melihat ini dari perspektif lain."


Moona, salah satu teman terdekat Nadira, kemudian berbicara. "Bagaimana kalau kita menganggap Andra seperti sepupu yang tinggal jauh dan baru saja pulang? Mungkin itu bisa membantu mengurangi rasa canggung."


Nadira berpikir sejenak, mempertimbangkan saran Moona. "Mungkin itu bisa bekerja," katanya, "Aku akan mencoba melihatnya seperti itu."


Meskipun mereka semua merasa frustrasi dengan Andra, mereka tahu bahwa mereka harus mendukung Nadira. Mereka berjanji untuk berada di sana untuk Nadira, tidak peduli apa yang terjadi.


"Kami akan selalu ada di sini untukmu, Nadira," kata Moona, "Kamu tidak perlu menghadapi ini sendirian."


Nadira merasa berterima kasih memiliki teman-teman seperti mereka. Dia tahu bahwa, dengan dukungan mereka, dia akan mampu menghadapi tantangan apa pun yang datang.

__ADS_1


__ADS_2