Melodi Perpisahan: Lagu Terakhir

Melodi Perpisahan: Lagu Terakhir
BAB 23 Malam bersama


__ADS_3

Setelah Moona pergi, apartemen tampak lebih sepi dan besar. Nadira merasa sedikit kesepian dan takut tinggal sendirian di apartemen yang biasanya dipenuhi dengan suara dan kehadiran Moona.


Melihat kecemasan Nadira, Andra merasa perlu untuk menawarkan bantuan. "Nad," katanya suatu sore, "Bagaimana kalau kamu tinggal bersamaku di apartemenku selama Moona pergi? Aku tahu kamu tidak suka tinggal sendiri."


Nadira tampak terkejut dengan tawaran Andra, tetapi dia juga merasa lega. Dia tahu bahwa tinggal bersama Andra akan membuatnya merasa lebih aman dan tidak kesepian. "Terima kasih, Kak," kata Nadira, "Aku menerima tawaranmu."


Andra tampak senang dengan keputusan Nadira. "Baiklah," katanya, "Kamu bisa pindah kapan saja. Aku akan mempersiapkan kamar tamu untukmu."


Nadira merasa berterima kasih atas kebaikan Andra. Meskipun dia masih merasa bingung dengan perasaannya, dia tahu bahwa Andra selalu ada untuknya, selalu siap membantu dan mendukungnya.

__ADS_1


Malam pertama Nadira tinggal di apartemen Andra, mereka memutuskan untuk membuat makan malam bersama. Mereka berdua berada di dapur, memotong sayuran, memasak, dan tertawa bersama. Suasana hangat dan akrab memenuhi dapur.


Saat mereka duduk di meja makan, Andra memandang Nadira dan berkata, "Aku senang kamu mau tinggal di sini, Nad. Aku merasa lebih baik tahu bahwa kamu tidak sendirian di apartemen."


Nadira tersenyum, merasa hangat dan diterima. "Terima kasih, Kak. Aku juga merasa lebih baik tinggal di sini."


Mereka berdua menikmati makan malam mereka, berbicara tentang berbagai hal, dan menikmati kebersamaan mereka. Namun, di balik senyuman dan tawa Nadira, ada perasaan yang terus memuncak.


Setelah makan malam, mereka berdua duduk di sofa, menonton film bersama. Nadira merasa nyaman dan aman di samping Andra, tapi dia juga merasa gugup dan berdebar.

__ADS_1


Dia tahu bahwa perasaannya semakin kuat, dan dia tidak yakin apa yang harus dia lakukan. Dia merasa bingung, takut, tapi juga bahagia. Dia tahu bahwa dia harus berurusan dengan perasaannya, tapi untuk saat ini, dia memilih untuk menikmati momen ini bersama Andra.


Setelah menonton film bersama, Andra dan Nadira merasa lelah dan memutuskan untuk beristirahat sejenak di sofa. Mereka berdua tertidur, saling bersandar, merasa nyaman dan hangat satu sama lain.


Malam berlalu perlahan, dan ruang keluarga dipenuhi dengan hening dan damai. Hanya suara pernapasan lembut mereka yang terdengar, menciptakan irama yang menenangkan.


Tiba-tiba, di tengah malam, Andra terbangun. Dia merasa ada sesuatu yang lembut di pangkuannya, dan saat dia menatap ke bawah, dia melihat Nadira yang sedang tidur dengan tenang di pangkuannya.


Melihat Nadira yang tidur dengan damai, Andra merasa ada perasaan hangat yang memenuhi hatinya. Dia melihat bibir mungil Nadira, dan dia harus menahan diri untuk tidak menyentuhnya.

__ADS_1


Andra meraih tangan Nadira dan menyapu wajahnya dengan lembut, menyibakkan rambut Nadira yang menutupi wajahnya. Dia merasa ada kehangatan yang memenuhi hatinya, dan dia tahu bahwa perasaannya terhadap Nadira lebih dari sekadar perasaan kakak terhadap adiknya.


Namun, Andra memilih untuk tidak berbicara tentang perasaannya. Dia memilih untuk menikmati momen ini, menikmati kebersamaan mereka, dan merasa hangat dan aman bersama Nadira.


__ADS_2