
visual Sinta wijaya
visual Dimas adi wibowo
visual Angga Rahmadhani
sinta pun terpaksa harus jalan kaki. sepanjang jalan iya terus dilirik orang2 yang melewatinya. sinta pun malu2 tak lama sinta berjalan kaki dia pun menemukan halte bus, lama dia menunggu bus tak kunjung ada bus yang berhenti di situ akhirnya sinta pun ter tidur.ketika ia bangun ternyata sudah malam
" haduh dah malem, gue harus pulang nih " ucap sinta
dimas yang ada di rumah pun mulai khawatir dengan sinta. dimas sudah berusaha menghubungi sinta, tapi nomernya gk aktif dia mencoba menelfon 2 sahabat sinta yang dia dapat dari angga juga. dimas memutuskan untuk menghubungi bass
" Hallo.. siapa ini? " ucap bass
" ini gue dimas? sinta dimana? " ucap dimas
" mana gue tau? telpon aja dianya " ucap bass
" nomernya gk aktif " ucap dimas
" Apa? nomernya gk aktif? mungkin lobet di jalan " ucap bass yang seakan akan ia mengetahui keadaan sinta
" Ehh.. jangan di tutup dulu.. gue ada informasi, sebenernya tadi sinta meminta alamat rumah dewi ya bisa jadi dia ada di sana. alamatnya gue kirm lewat chat" ucap bass
" tanks " ucap dimas sambil menutup telfonya
sepertinya dia bener2 menyukainya.. oke gue punya rencana yang lebih manarik buat kamu sayang. " ucap bass sambil memajangi foto2 sinta di sebuah ruangan
dimas pun menyusul sinta waktu dimas melewati halte dia seperti melihat seseorang yang dia kenal yang tak laen adalah sinta. dimas pun putar balik dan turun dari motornya dan langsung menghampiri sinta yang setengah mengantuk itu. dimas langsung menarik sinta dan memeluknya dengan erat. mata sinta pun terbelalak kayak mau copot.
" Lo kenapa ada di sini dim?? " ucap sinta sambil melepaskan pelukan dimas tapi di tahan oleh tubuh dimas yang kekar.
" Lo jangan banyak bergerak.. cukup seperti ini saja" ucap dimas sambil memeluk sinta semakin erat
" Uhukkk... uhukk... gue gak bisa nafas.. " ucap sinta
dimas pun melepas pelukannya
" Lo kok bisa tau kalau gue ada di sini? dari bass ya? " ucap sinta. dimas pun menganggukkan kepalanya
__ADS_1
" Kita pulang.. " ucap dimas
" Ehh.. lo mau anterin gue dulu gak? ke rumah dewi " ucap sinta
" lo belum kesana? " tanya dimas
" Belum.. hehe.. sebentar ajh please... " ucap sinta memohon pada dimas. dimas pun tersenyum melihat ekspresi sinta yang imut sambil menganggukkan kepalanya.
mereka berdua menuju rumah dewi. karna sudah larut malam sepertinya penghuni rumah sudah pada tidur. Sinta pun mengajak dimas tuk pulang tetapi dimas tak sengaja mengetok pintu rumah dewi dengan kencang
" Dimm... lo ngapain berdiri di situ terus, ayo sembunyi" sinta dan dimas pun sembunyi di gang kecil samping rumah dewi.
mendengar suara ketokan pintu dewi pun keluar untuk mengecek dengan ayahnya.
"gak ada siapa2 yah, kita masuk aja ya yah.. " ucap dewi
" kamu sedah mengeceknya? " tanya ayahnya
" iya ayahku tercinta " ucap dewi sambil mencium pipi ayahnya.
betapa kgetnya sinta melihat kondisi dewi yang sudah tidak seperti dulu lagi. sinta yang selama ini selalu di dekat dewi tapi malah dia merasa paling jauh dengan dewi. setelah melihat dewi dan ayahnya masuk ke dalam rumah ia pun mengajak dimas langsung pulang
sesampainya di rumah sinta hanya diam saja dan memasuki kamarnya dan menangis di dalam kamar. dimas pun mengerti perasaan sinta pasti seperti di khianati oleh sahabat sendiri.
" Sinta.. " panggil bu sar
" iya bu.. ada perlu apa ya? " ucap sinta
" kamu ikut saya " ucap bu sar
kenapa mama panggil sinta.. ach.. mungkin ada sesuatu yang di butuhkan mama..
sesampainya di kamar bu sarh sinta pun di introgasi
" Bagaimana hubungan kamu dengan dimas? apa kalian sudah pacaran? "tanya bu sar
" belum nyonya, tapi dimas sepertinya sudah mulai menyukai saya.. " ucap sinta
" Bagaimana kamu tau? kalau dia sudah menyukaimu pasti dia sudah nyosor duluan.. ya sudah pergi sana " ucap nyonya sinta
sinta mulai bingung harus berbuat apa ketika sinta sudah keluar dari kamar bu sar dan berjalan menuju dapur dia pun di halau oleh dimas.
" Kenapa raut muka lo keliatan cemas setelah bertemu dengan mama gue? lo di marahin ya? " tanya dimas
" Haha.. enggak kok.. " ucap sinta dengan expresi yang masih cemas. dimas pun agak bingung
__ADS_1
penghuni rumah pun memulai aktifitas mereka seperti biasa dan dimas ke sekolah masih naik motor. dimas menunggu sinta di kursi taman lagi cuman dia gk mau ketiduran lagi karna dia akan ada final catur melawan sinta jadi dia memfocuskan dirinya.
sinta pun sampai di taman dan menghampiri dimas yang sedang duduk menunggu sinta
" Dimm.. " ucap sinta
" kita langsung berangkat saja sudah gk ada waktu lagi " ucap dimas
" oke dech " balas sinta
sesampainya di sekolah mereka pun berpisah karna ini masih jam 08.00 dan perlombaan di mulai pukul 10.00
tiba2 saja ada suara panggilan untuk sinta dan dimas untuk segera ke ruang kapsek. mereka pun langsung kesana
" Dimas Adi Wibowo dan Sinta Wijaya, kalian akan final sekarang juga karna nanti para juri harus mengurus perlombaan basket.. kamu kan juga ikut basketkan? " ucap wasit. sinta pun hanya menganggukkan kepalanya
"baiklah pertandingan di mulai " ucap wasit
dimas pun memulai permainan dengan teliti tapi tidak dengan sinta dia bermain sambil melamunkan sahabatnya dewi.dimas yang melihat sinta agak melamun pun menyadari
Nanti kalo aku memenangkan pertandingan ini. sama saja aku melawan lawannya ketika sedang lengah donk.. apa aku harus jadi yang kalah saja?? auc achhh..
sesi pertama pun di menangkan oleh dimas dalam kurun waktu hanya 10 menit, dan sesi kedua di menangkan oleh sinta dalam waktu 30 menit. dan yang terakhir
gue harus menang atau kalah ya?? haduh bingung gue
Sinta pun tiba2 mundur dari pertandingan, otomatis membuat dimas memenangkan pertandingan ini.
sinta pergi meninggalkan lokasi pertandingan catur dan mulai menghubungi dewi, tapi tetap tak di angakat. sinta pun mau menelfon bass,
ohh ya.. bass kan lagi tanding basket.. apa lebih baik gue ke rumah dewi lagi ajah ya.. tapi gk ada temennya,gue ngajak angga ajh.. etsss.. angga juga ikut basket.. gue juga belum kasih tau ke tim gue kalo gue gak jadi ikut.. gimana ya?? gue samperin tim gue dulu ach..
" Zahra... " teriak sinta sambil melambaikan tangannya
" Oyyy sin... " balas zahra
" pertandingan mulai kapan ya ? " tanya sinta
" kita mungkin akan di panggil jam 11.00 an.. kenapa emang? " tanya zahra
" gue izin keluar dari tim boleh gk.. gue soalnya ada urusan mendadak" ucap sintA
" boleh.. gue juga ada cadangan buat gantiin lo.. dah buruan sana selesain masalah lo " ucap zahra
" makasih ya zah" ucap sinta.
__ADS_1