
dimas pun hanya terkejut melihat keakraban 2 sejoli itu. tak berselang lama mereka pun sampai di mall. sinta yang melihat kemewahan mall pun langsung turun dan masuk ke mall
" heii.. tunggu.. " ucap reza sambil menuruni mobil lalu mengejar sinta
" benar2 menyusahkan.. haduhh... " ucap dimas
" heyyyy... kamu?? " uca reza sambil ngos ngosan
" namaku bukan heyy " ucap sinta
" kalo gitu siapa nama kamu? apa kamu punya nama? " ucap reza
" punyalah namakuuuuuu.... siapa ya? tunggu.. ini dia namaku " ucap sinta sambil menunjukkan kertas brosur yang dia ambil dari jalan tadi dan memberikannya ke reza
" hahhh... jadi namanya restoran ayam.. haha.. " ucap dimas menertawai reza.
reza hanya tercengang melihat tingkah sinta yang lucu itu. mereka berdua pun terus membuntuti sinta seperti para perawat yang menjaga pasiennya.
" baju ini... baju ini bagus bangett.. coba lihat.. " ucap sinta sambil menempelkan baju itu ke badannya
" Maaf nona, jika anda tidak membelinya lebih baik jangan sentuh baju ini nona.. baju ini sangatlah mahal. " ucap karyawan toko
dimas dan reza yang mendengarnya pun tertawa kecil.
" huuuu uhhhh.. dasar pelit. ganteng pilihin aku baju yang cocok buat aku donk. " ucap sinta sambil menarik tangan reza
" ehhh... tuan tolongin saya tuan.. " ucap reza
dimas hanya menertawakan reza.
dengan terpaksa reza pun mencoba memilihkan baju yang cocok untuk sinta. karna dia memang jago kalau soal cewek
" ini sepertinya cocok untuk nona ayam. " ucap reza
" apa? nona ayam? kenapa aku di panggil nona ayam? " ucap sinta
" karna nona tadi memberikan brosur restoran ayam. " ucap reza sambil tertawa kecil
" oke deh gk apa2. tapi nanti aku harus mandi dulu. heyy kamu tiang.." ucap sinta sambil menunjuk dimas
" maksud kamu aku? " ucap dimas
" ya iyalah.. siapa lagi yang tingginya seperti tiang di sini selain kamu? " ucap sinta. reza pun sedikit tertawa kecil. dimas yang mengetahui itu pun langsung menatap reza dengan tajam
" kenapa? " ucap dimas
" tolong belikan aku sabun mandi, odol,pasta gigi dan perlengkapan make up cewek ya di sana. " ucap sinta
" kamu memerintahku? enak saja beli saja sendiri.. " ucap dimas
" kalo begitu biar saya saja yang beli, tuan yang jaga nona ayam.. bagaimana tuan? " ucap reza
__ADS_1
dimas pun terpaksa pergi untuk membeli perlengkapan sinta dari pada harus menemani cewek gembel itu alias sinta.
" ini sepertinya cocok untuk anda nona ayam. " ucap reza
" apa hanya ini? " ucap sinta
" anda mau lagi? " ucap reza
" yang tadi itu belum tentu cocok untukku, jadi aku harus mencoba beberapa baju yang lain. " ucap sinta
reza pun menuruti perintah sinta. dan kini sinta memilih banyak baju.
dimas yang telah membeli segala perlengkapan wanita pun telah selesai dan memberikannya pada sinta
" Ayam.. cepat mandi.. " ucap dimas
" Oke tuan.. tiang.. " ucap sinta sambil lari menuju kamar mandi.
reza pun kembali tertawa karna bosnya yang di panggil tiang
" dasar wanita tak tau berterimA kasih.. kenapa kamu tertawa tawa? apa yang lucu? " ucap dimas
" tidak tuan. saya tidak tertawa hanya sedikit.. " ucap reza
" itu sama aja. " ucap dimas sambil memukul kepala reza dari belakang
sinta telah selesai mandi di kamar mandi umum dengan masih mengenakan baju RS. lalu sinta menghampiri dimas dan reza yang menunghunya di depan ruang ganti
" Dasar wanita ini... " ucap dimas terhenti saat melihat sinta yang sudah mengenakan make up dia terpesona dengan kecantikan sinta begitu juga dengan reza. meskipun masih menggunakan baju yang lusuh sinta sudah terlihat cantik dengan sedikit sentuhan make up
" kenapa kalian bengong? " ucap sinta. mereka berdua pun langsung sadar.
" aku pakai yang ini dulu ya ganteng.. " ucap sinta sambil menyentuh jangggut reza.muka reza pun agak memerah
" kenapa kamu za? kayak gak pernah liat cewek cantik ajh? " ucap dimas
" anda juga begitu tuan.. " ucap reza
sinta pun keluar dengan bajunya dan lagi2 melongo karna postur tubuh sinta yang ideal dan kaki yang jenjang membuat sinta pantas pakai baju manapun
" ini bagus banget.. aku boleh ambil ini ya tuan tiang.. " ucap sinta
" boleh ambil saja kalo kamu suka " ucap dimas
" hore.. maksih tuan tiang.. " ucap sinta
dimas hanya tersenyum kecil. dimas masih tak menyadari bahwa yang di depanya adalah sinta. berhubung mereka sudah lama tak bertemu dan sinta yang sedikit mengalami amnesia.
" Baiklah aku pilih ini saja " ucap sinta
" kamu milih segitu banyaknya dan hanya itu yang kamu beli? " ucap dimas
__ADS_1
" ini aja harganya dah mahal, jika aku beli semua nanti utang ku tambah banyak donk.. " ucap sinta
" Ya sudah terserah kamu saja, za.. bawa dia ke mobil dan antar dia ke RS segera.. lama2 aku jadi ikutan stres melihat dia. " ucap dimas
" baik tuan " ucap reza
" mari nona. " ucap reza
" ayo tuan ganteng. " ucap sinta sambil merangkul lengan reza. dimas yang agak jengkel melihat kedekatan mereka dia langsung memisahkan rangkulan sinta dari reza
" apa2an sih tuan tiang.. ganggu orang pacaran saja. " ucap sinta
reza pun hanya tertawa kecil. melihat kelakuan bosnya yang kekanakan. mereka pun masuk ke mobil, sinta duduk di sebelah kursi sopir di sebelah reza
" Kenap kamu duduk di situ? " ucap dimas
" lha terus aku harus duduk di mana? apa aku harus duduk di bagasi? "ucap dimas
" kamu kan bisa duduk di sini " ucap dimas
" gk penting aku duduk dimana yang terpenting aku selalu di samping tuan ganteng " ucap sinta sambil menggandeng tangan reza
dimas pun langsung memisahkannya lagi
" apaan sih tuan tiang? " ucap sinta jengkel
" Itu.. kita sudah sampai di RS.. " ucap dimas
" apa? secepata itu.. aku gk mau pisah sama kamu ganteng " ucap sinta
" tidak apa2 nona ayam.. kamu gk usah takut, lain kali kita akan bertemu lagi " ucap reza
" sudah jangan lama2.. itu lhoh kamu sudah di tungguin banyak orang " ucap dimas
" kalo begitu.. anterin aku keluar ya ganteng.. " ucap sinta
" gimana tuan? " ucap reza
" turuti saja dia.. " ucap dimas
reza pun mengantar sinta masuk dan bertemu para petugas yang sudah menunggunya dari tadi.
" Ini pasien yang kelayapan.. kenapa kalian tidak bisa menjaganya dengan baik? sebenarnya kalian di sini untuk kerja atau mainan? jika kalian tidak ingin di pecat kejadian ini tidak boleh terjadi lgi. " ucap reza sambil menyerahkan sinta pada perawat.
" nona ayam.. aku pergi dulu ya.. bye.. " ucap reza sambil melambaikan tangan. sinta pun membalas lambaian tangan reza.
sinta pun di bawa para perawat ke kamarnya dan bertemu dengAn angga dan keluarganya
" Sinta... " ucap bu sen
" mamah " ucap dita. mereka pun langsung memeluk sinta tapi sinta hany sedikit heran dengan apa yang terjadi.
__ADS_1
" kalian siapa? " ucap sinta