
" Kalau begitu bagaimana tuan? " ucap reza
" kita pulang ke rumah orang tuaku.. aku ingin menenangkan pikiran ku.. tapi jika aku pulang ke rumah, nanti aku akan lebih mangingat dia lagi
gk jadi.. kita ke penginapan saja.. " ucap dimas
" baik tuan " ucap reza
mereka berdua pergi menuju penginapan terdekat. dan menginap semalam di sana
Di rumah sakit
tak terasa angga dan dita mainan cukup lama mereka juga jajan di kantin RS dan melihat lihat poto2 para dokter dan perawat yang di pajang di dinding RS.
Tanpa sengaja angga pun melihat ada foto dimas yang di pajang di dinding tapi itu hanya foto lama. jadi angga tidak menganggapnya sebagai ancaman lagi.
ini kan foto dimas, tapi sepertinya foto dulu waktu SMA.. dia tak akan jadi ancaman lagi bagiku. makasih ya sobat berkat kepergianmu ke AS aku jadi orang terpenting di kehidupannya sinta
setelah selesai melihat lihat, angga pun mengajak dita ke kamar sinta.
Di kamar lagi2 bass datang dengan memakai topi hitam,masker,sarung tangan dan pakaian serba hitam.
" Sayang.. kenapa kamu tidak sadar2? apa kamu masih marah kepadaku? maafkan aku, aku tak bermaksud melakukan itu dan aku juga tidak sengaja menjatuhkan kamu.. sayang.. cepatlah bangun.. " ucap bass.
tak berselang lama tiba2 angga dan dita telah sampai dan mereka membuka pintu kamar sinta bersamaan. bass langsung pergi mencari tempat untuk bersembunyi. yaitu di bawah ranjang sinta. angga dan dita pun duduk di sebelah ranjang sinta
" pah.. dita ngantuk.. " ucap dita
" bentar lagi ya sayang. kita tunggu nenek sama kakek datang dulu baru kita pulang. " ucap angga
dita hanya menganggukkan kepala.
oohh.. jadi memang benar kalau anak ini bukan anakku.. karena ternyata dia adalah anaknya angga,oke aku akan mengubah rencanaku.. hehe..
ayah dan ibu angga pun datang untuk menggantikan angga dan dita
" dita sayang.. " ucap bu sen sambil menghampiri dita lalu memeluknya dengan erat.
" nenek.. dita sudah mengantuk.. hoooooaaaaa... " ucap dita sambil menguap
" ohhh.. begitu ya.. angga cepet bawa dita pulang, kasian dita sudah ngantuk berat ini. senin nanti dita kan sudah mulai masuk sekolahkan. " ucap bu sen
" iya bu.. sebenarnya dita mengantuk sudah dari tadi, tapi berhubung bapak ibu belum dateng ya sita terpaksa menahan kantuknya.. " ucap angga
__ADS_1
" Ya udah kalian langsung pulang saja, jangan banyak bicara. kasian dita tuh matanya tinggal 5 wat.. " ucap pak aldi
angga pun menggendong dita sampai ke mobil. dan langsung pulang.
" Pak, ibu juga capek banget nih ibu tidur duluan ya.. " ucap bu sen sambil membawa selimut dan tidur di sofa sebelah ranjang sinta.
tak berselang lama pak aldi pun juga ikut tertidur.
ini kesempatanku untuk keluar.
bass pun keluar dari persembunyiannya dan memandangi wajah sinta yang sedang koma itu.
" Sayang aku pulang dulu ya. besok aku datang lagi. " ucap bass sambil mengecup dahi sinta
bass langsung pergi menuju pintu keluar. dan langsung pulang ke rumah. di rumah dia tak di sambut kedua orang tuanya sama sekali. bass langsung naik ke atas menuju kamarnya, karna kamarnya yang sangat luas bas mebuat sendiri ruang rahasia di dalamnya.
setelah masuk ke kamar, bas langsung menuju ke ruangan rahasia. dan mulai merencanakan hal2 yang gila. di situ banyak sekali foto2 sinta yang di pajang di sana. dan ada juga barang2 sinta yang dia ambil dari rumah sinta dulu.
Di rumah sakit
Di saat kedua orang tua angga tidur. tiba2 sinta mulai menggerak gerakkan jarinya sedikit tanpa ada yang tau.
" Sinta sayang.. kamu mau lari kemana? kemana pun kamu pergi aku akan selalu mengikutimu.. HaHa.. HAhA.. " ucap bas
" Percuma kamu teriak2 sayang.. gk bakalan ada yang dengar. semua orang2 yang kamu sayang sudah aku bunuh. dan tinggal kamu yang akan menyusul mereka.. HaHaHa... " ucap bass sambil menodongkan tembakkan kepada sinta
" tidak.. tidak.. tolong... tolong... " teriak sinta
bas pun semakin mendekatkan pisaunya pada sinta dan tiba2
" Brakkk.... " suara dobrakan pintu
" Dimas??? " ucap sinta
" Lihat siapa yang datang.. sang pahlawan kesiangan.. kamu kesini mau cari mati ya? " ucap bas sambil menodorkan pisau pada dimas.
tanpa basa basi dimas langsung memukuli bas bertubi tubi lalu merampas pistol yang di tangan bass dan menembakkannya ke arah bas. dan...
" Doorrrrr... " suara tembakan yang tepat mengenai jantung bass. dan bass pun terjatuh. dimas pun langsung menghampiri sinta dan melepaskan ikatan sinta
" Sinta.. kamu tidak apa2 sayang? " ucap dimas. sinta pun mengangguk
lalu dimas langsung memeluk sinta dan sinta membalas pelukannya. di tengah kemesraan itu sinta merasa kenyamanan itu semakin memudar dan lama kelamaan...
__ADS_1
Sinta pun bangun dari koma. dan ternyata itu semua hanyalah mimpi sinta. Sinta pun melihat sekelilingnya dan melihat ada ayah dan ibu angga yang sedang tidur pulas di sofa.
kemudian sinta duduk dan melepaskan infusnya lalu pergi keluar kamar tanpa ada yang tau.
Keesokan harinya..
ayah dan ibu angga sudah terbangun dari tidurnya mereka pun kaget karna sinta sudah tidak ada di ranjangnya.
" Pak, sinta ada di mana pak? kok gak ada?" ucap bu sen panik
" coba kita cari dulu? " ucap pak aldi
mereka berdua pun mencari sinta di seluruh area rumah sakit dan mereka juga sudah menanyakannya ke pada para dokter dan perawat.
" Bu, coba hubungi angga " ucap pak aldi
" Iya pak. " ucap bu sen
bu sendy menghubungi angga, tapi nomernya tidak aktif. mereka tetap mencari sinta dimana mana.
" sinta kamu di man? " ucap bu sen
Di Rumah Orang Tua Dimas...
" met pagi mah, pah.. " ucap delon
" pagi.. " jawab mereka berdua serentak
" Pah,mah bisa gak. delon gk harus menikah biar dimas duluan yang menikah 5 tahun lagi pasti delon akan nyusul " ucap delon
tanpa menjawab delon pak adi pun langsung memukul kepala delon
" Enak saja kamu.. umur kamu itu lho sudah 30 tahun. mau nunggu sampai kapan? sampai papah mati baru kamu mau nikah? " ucap pak adi
" begitu juga gk apa2 kok pah " ucap delon berbicara pelan
" Apa? " ucap pak adi. karna jengkel pak adi mau memukul kepala delon lagi tapi tidak jadi karna tiba2 telfon rumah berbunyi
" kriinggggg... kriiinnnggg.. kkrriinnnggg.... " bunyi telfon rumah
pak adi pun menghampiri telfon itu dan mengangkatnya.
" Hallo.. siapa ini? " ucap pak adi
__ADS_1
pak adi pun mendengarkan suara dari telfon itu sambil tertawa tawa.setelah agak lama berbincang bincang lewat telfon akhirnya obrolan mereka pun selesai. dan pak adi pun menutup telfonya.