
dimas memeluk sinta dari belakang
" Tanks atas kado yang kamu berikan. " ucap dimas
" Emangnya gue kasih kado ke lo apaan? " tanya sinta
"ini dan ini " ucap dimas sambil menunjuk sinta dan jam tangan yang agak retak karna dimas suda membukanya telebih dahulu sebelum sinta memberikannya.
" iihhhh... kamu curang.. " ucap sinta
" kalo gitu kamu sudah membaca isi surat yang ada di dalam situ donk. " ucap sinta
" iya.. tpi kalo aku pergi ke amrik, nanti kamu siapa yang jagain? " ucap dimas
isi surat itu adalah keinginan sinta yang ingin mempunyai suami docter yang lulusan dari amrik dan akan selalu menjaganya dan anak sinta nantinya.
" kan ada angga... hehe.. becanda sayang " ucap sinta
dimas pun memakai pakaiannya dan keluar dari kamar sinta menuju ke lantai atas
mereka berdua pun bersiap siap tuk pergi ke sekolah
" hoyyy.. dim.. sin.. " panggil angga dari ke jauhan
" hoyy.. juga.. " jawab mereka berdua serempak
" Lo bagaimana sin? masih sakit itu pastiny? " ucap angga menunjuk muka sinta yang banyak memar
" Ya gitu dech " ucap sinta
" Apa perlu gue obatin? " ucap angga sambil mencoba mnyentuh pipi sinta tapi di hempaskan oleh dimas.
" Mau ngapain lo ? " ucap dimas
" hehe.. maaf boss.. " ucap angga
mereka pun masuk ke sekolah dan masuk ke kelas mereka masing2.
" ohh ya bentar lagi ujian kenaikan kelas ya.. " ucap salah satu teman sekelas sinta
" iya.. kamu sudah belajar belom? " ucap ucap teman yang laen
" udahlah.. mannya lo? haha.. " ucap teman sinta
sinta yang mendengarnya pun baru teringat oleh kesepakatan dia dengan nyonya sarah.
sebentar lagi ujian kenaikan.. kalau begitu waktuku bersama dimas sebentar lagi.. apa aku siap berpisah dengannya?
__ADS_1
Ujian semester telah tiba dimas dan angga pun menyelesaikan ujian dengan mudah tpi tidak dengan sinta.
Hari penerimaan raport
" Waawww... dapet peringkat satu 1 sesekolah lagi lo dim.. " ucap angga
" Sin... bawa sini itu.. " ucap angga sambil menunjuk raport sinta.dan di rebut oleh dimas
" Haha.. udah ada kemajuan lo.. peringkat 3 dari bawah.. " ucap angga sambil melihat dimas yang membuka raport.
" Biarin.. yang penting gue naik kelas.. " ucap sinta sambil menjulurkan pucuk lidahnya
sepulang sekolah mereka bertiga pun nongkrong bareng di cafe biasany sampai agak larut. karna sudah malam mereka memutuskan tuk pulang
dimas dan sinta sampai di rumah langsung memasuki kamar, tapi sebelum masuk kamar sinta dan dimas berciuman di depan kamar. semenjak kejadian waktu itu mereka sering berciuma tpi hanya sebatas itu karna sinta takut kalo nanti hamil.
hari esok tiba para penghuni rumah melakukan aktifitas seperti biasanya tpi tidak dengan sinta karna dia merasa tidak enak badan dan mual2.
Sinta pun melarang dimas untuk menunggunya dengan alasan pengen males2an di rumah. dimas pun berangkat ke sekolah sendiri. sinta sakit selama seminggu sampai ia tak sekolah tapi tidak ada yang tau karna sinta selalu bisa membuat alasan yang meyakinkan pada dimas
sinta pun curiga kalau dia hamil dan memutuskan tuk beli tes pack lalu mengeceknya. esok harinya ketika dia mengetesnya, sinta pun tercengang karna dugaannya benar. sinta hanya bisa menangis dan merenungkan semuanya.
sekitar jam 3 sore dimas pulang dari sekolah dan langsung menghampiri sinta yang ada di kamar. sinta langsung memeluk dimas dan berpura pura tak terjadi apa2.dimas pun mengajak sinta ke tempat yang sering mereka kunjungi.
sesampainya di sana
" Apa sayang? " jawab angga sambil memeluk sinta dari samping
" Gimana? kamu sudah membuat keputusan apa belum? " ucap sinta
" Ohh.. itu.. sebenarnya aku mau ke sana kalau di sana juga ada kamu. tpi karna kamu yang punya keinginan untuk menjadi istri seorang docter ya terpaksa aku harus menerimanya." ucap dimas
"kalo gitu kamu mau jadi docter donk? " ucap sinta sambil tersenyum tapi dengan rasa sakit di hatinya
" iya sayang.. " ucap dimas sambil mengecup dahi sinta
mereka berdua pun memutuskan tuk pulang ketika sampai rumah sinta langsung di seret nyonya sarah ke kamarnya.
" Bagaimana sin? apa dimas sudah memutuskan untuk pergi? " ucap bu sar
" Iya bu.. " ucap sinta dengan berat hati
" Yess.. terima kasih atas kerja kerasmu. nanti uangnya akan aku tranfer. "ucap bu sar
"baik nyonya.. " ucap sinta
" dan kamu juga harus menulis surat pernyataan buat memutuskan hubungan kamu dengan dimas. " ucap bu sar
__ADS_1
" Baik nyonya.." ucap sinta
" nyonya, sebenrnya saya hamil.. " ucap sinta
" Apa? kalau begitu tinggal kamu gugurin bayi itu, nanti akan aku kirim uang buat biaya aborsinya. " ucap bu sar
" Apa aborsi? " ucap sinta
" kenapa kamu gk mau? kalau gk mau uang kamu tidak jadi aku transfer.. apa kamu mau? " ucap bu sar
" baik nyonya. saya akan menggugurkan bayi ini " ucap sinta
sinta pun lansung masuk ke kamarnya dan mulai menangis tanpa mengetahui bahwa dimas ada di balik selimut sinta
" Kamu kenapa sayang? " ucap dimas
" Aku gak siap pisah dengan kamu. aku sangat mencintaimu " ucap sinta sambil memeluk dimas dan menagis
" Aku juga sangat sayang sama kamu. tapi aku akan tetap pergi karena ini adalah keinginan km" ucap dimas
mereka berdua yang telah manyatakan perasaan mereka masing2 pun langsung berciuman dan melakukan hubungan suami istri di kamar itu. dimas pun tidur di kamar sinta sampai pagi.
esok harinya, dimas pergi keluar untuk membeli beberapa barang yang akan di bawanya keluar negri karna dimas berngkat tanggal 25 mei nanti.dimas pun mengajak sinta tuk pergi bersamanya tpi sinta lagi2 tak mau
dimas pun pergi sendiri. ketika dimas ke mall dia pun tak sengaja menabrak seseorang.
" Maaf mas.. " ucap orang itu sambil berjalan dengan terburu buru
" Iya gk apa2.. " ucap dimas. dimas melihat sebuah amplop yang berisi sepucuk surat.
dimas mencari orang yang menabraknya untuk memberikan amplop itu, tapi dia tak menemukannya. setelah ke mall dimas pulang menuju rumah. dimas pun langsung naik membereskan barang2 yang di belinya tadi
dimas teringat dengan amplop yang di temukan ia tadi dan membukanya.di dalamnya ad sebuah surat lalu ia membacanya
apa kamu senang bersama sinta?
apa kamu bahagia bersamanya?
apa kamu begitu mencintainy?
tapi,apakah kamu tau semua tentang dia?
apa kamu tau dia menyimpan banyak rahasia kepadamu?
ketahuilah sinta itu bermuka dua,jangan sampai kamu tertipu oleh topeng yang di pakainya.
sebentar lagi kebenaran akan terbongkar.
__ADS_1
setelah dimas membacanya ia langsung merobek surat itu. dimas tak mengerti apa maksud dari surat tersebut dimas pun berpikir sejenak dan merenungkannya