Mencintai Sahabat Lamaku

Mencintai Sahabat Lamaku
episode 24


__ADS_3

Keesokan harinya


Sinta dan yang lainnya melakukan aktifitas seperti biasa karna sinta sudah tidak mengingat apa yang semalam terjadi padanya dia pun bisa melakukan aktifitas hariannya seperti biasa.


Angga yang masih agak emosi itu pun mogok makan pagi dan langsung pergi ke resto lebih dulu.


" Bu, angga pergi ke resto dulu ya." ucap angga


" Tumben2nan kamu pagi2 kesana? mau ngapain?" ucap bu sen


" Ada yang ketinggalan " ucap angga


" Kamu gk sarapan dulu? " ucap sinta


" Nanti, yang terpenting aku ambil barangku yang ketinggalan di resto." ucap angga sambil bergegas menuju mobilnya.


" Aku pergi dulu ya ." ucap angga


sinta pun hanya menganggukkan kepalanya.


" Apa sih yang ketinggalan sin? " ucap bu sen


" Sinta juga gk tau " ucap sinta


Sesampainya di resto angga langsung masuk dan memeriksa rekamannya sendiri. betapa terkejutnya dia saat melihat isi rekaman tersebut. ternyata pria itu menolong sinta dari para preman. dengan keadaan ketakutan sinta yang lebih dulu memeluk pria itu.


setelah melihat rekaman itu angga merasa bersalah pada sinta. karna tak bisa menjaga sinta dengan sebaik mungkin


Aduh.. gimana ini? ternyata aku memang sudah salah paham terhadapnya.. auc ach.. semoga saja aku gk ketemu sama dia lagi. mau aku taruh di mana muka aku nantinya.


karna masih jam 07.00 pagi dan resto buka pada jam 09.00 angga pun menutupnya lagi dan akan pulang ke rumah untuk sarapan.


ketika ia sudah mengunci pintu tiba2 ia melihat pria itu yang sedang membuka kunci pintu di cafe sebelah


" Bukannya itu pria yang semalam?" ucap angga


ohhh.. berarti dia pemilik cafe baru di sebelah. pantesan bisa ketemu sinta.. apa?? kalau begitu aku akan lebih sering bertemu dengan dia.. aduh gawat ini. mau aku taruh di mana muka ku ini?


pria itu pun masuk ke dalam cafe. dan angga bergegas masuk ke dalam mobilnya. dan langsung pergi menuju rumahnya.


sesampainya di rumah angga pun agak lesu dan merasa bersalah saat melihat sinta. Sinta yang sedang menyirami tanaman dan bunga di depan rumah pun di kejutkan dengan pelukan angga dari belakang.

__ADS_1


" Maafin aku ya sayang.. " ucap angga sambil memeluk sinta dengan erat. " ucap angga


" Kamu ini kenapa? kesambet ya? " ucap sinta


" Gkpapa. cuma pengen meluk kamu yang hengat. " ucap angga


" emangnya kamu kedinginan? kok butuh kehangatan? " ucap sinta.


Angga hanya menganggukkan kepalanya. bu sen dan pak aldi yang melihat itu pun tersenyum.


" Bu, apa sinta sudah menerima lamaran angga? " ucap pak aldi


" Katanya sih. sinta meminta waktu untuk berfikir " ucap bu sen


Sudah waktunya membuka resto mereka pun bergegas pergi ke resto.


saat mereka tiba di sana sinta pun kaget karna sudah ada dewi di depan resto.


" Wi.. kamu ngapain di sini pagi2? " ucap sinta


" Aku disini mau melamar pekerjaan, apakah di sini masih menerima karyawan baru? " ucap dewi


"Coba aku tanyakan kepada bu sendy dan pak aldi dulu ya? kamu tunggu di sini dulu aku akan membuka resto habis itu memberi tau mereka."ucap Sinta


" Wi.. kamu di terima kerja disini.. " ucap sinta sambil memegang tangan dewi


" yang bener.. aaaa.. terima kasih tuhan.. makasih ya sin.lagi2 kamu membantuku " ucap dewi


" kamu dapat pekerjaan Itu bukan karna aku, tapi karna sendiri. sekarang ayo masuk. kamu sudah boleh bekerja mulai hari ini." ucap sinta.


" Ohh.. ya ? " ucap dewi. sinta pun menganggukkan kepalanya. mereka berdua pun masuk ke dalam lalu sinta memperkenalkan dewi pada semua orang. setelah mengenalkannya pada semua orang. sinta mengajari pekerjaan dewi.


hari2 berlalu sangatlah cepat. belum sampai 1 minggu dewi sudah bisa melakukan pekerjaanyan dengan baik.


Hari ini ke 2 orang tua angga pergi ke acara pernikahan kerabatnya di luar kota. Dan Angga baru mendapat pekerjaan baru di rumah sakit sebagai ahli gizi.


jadi yang menjaga toko hanya Sinta dan para karyawannya. Karena resto sedang sepi, mereka pun berbincang bincang sambil canda tawa. ketika mereka sedang asyik2nya ada seorang pria yang ganteng, tinggi , putih , dan gagah.


Mereka semua pun terpana kecuali sinta. sinta langsung menyambutnya dengan hangat.


" Permisi pak, anda mau memesan apa? " ucap sinta. pria itu pun hanya diam sambil melihat lihat restoran itu.

__ADS_1


" Permisi pak, anda mau pesan apa ya? " ucap sinta. pria itu masih saja


melihat lihat.


" Permisi pak, kalo anda tidak mau memesan.. silahkan.. pintu keluar ada di sana.. " ucap sinta sambil mengarahkan ke pintu depan.


Pria itu tetap tak pedulikan sinta dan tetap melihat lihat. dan akhirnya pria itu pun duduk.


" Maaf pak. jadi anda mau memesan apa? " ucap sinta. pria itu pun langsung memandangi sinta sambil duduk agak lama. tak lama sinta mulai mengingat wajah itu.


ternyata pria itu adalah penolong anaknya. tpi sinta tak ingat dengan kejadian semalam


sinta pun menelan ludahnya dan agak menundukkan pandangannya


" Kamu ibunya dita kan? " ucap pria itu.


" Dimana dita sekarang kok gk keliatan? dan dimana suami kamu? " ucap pria itu lagi


" Bukan urusan kamu? " ucap sinta membisikkan ke telinga pria itu.


" Kenapa bukan urusanku? Apa kamu tidak ingat apa yang terjadi semalam antara aku dan kamu? " ucap pria itu dengan kencangnya


Sinta dan para pegawainya pun langsung berpikiran yang aneh2. Sinta yang masih lupa kejadian semalam pun menarik pria itu keluar resto. dan mendorongnya ke dinding resto.


" Apa maksud kamu? memangnya apa yang kita lakukan semalam? kamu tidak menyentuhkukan? " ucap sinta


" Apa kamu lupa? kan kamu duluan yang memeluk ku. masak kamu lupa? apa memang kamu sengaja pura2 lupa agar gk ketahuan suami kamu?" ucap pria itu.


" Begini ya pak tua.. " ucap sinta


" Apa? pak tua? memangnya aku sudah terlihat tua ya? ucap pria itu sambil mengaca pada ponsel yang ia pegang


" Memang iya kamu sudah terliht tua.ku beri penjelasan yang jelas. pertama aku bener2 gk ngerti maksud kamu dengan apa yang terjadi di antara kita semalam. yang kedua aku bener2 lupa kejadian semalam. dan yang ketiga aku tidak punya suami atau pun pacar. " ucap sinta sambil memberikan tatapan mata yang tajam pada pria itu.


Sinta pun beranjak pergi dari pria itu. tpi pria itu menarik tangan sinta dan membawanya ke cafe.


" Ehhh... apa2 an ini.. lepas gk? lepasin.. " ucap sinta. tapi pria itu tak mwnghiraukan ocehan sinta .


sinta pun di dudukkan ke bangku cafe.


" Kamu harus tanggung jawab? " ucap pria itu

__ADS_1


" Tanggung jawab apa maksud kamu? memangnya apa yang aku lakukan kepadamu? " ucap sinta


__ADS_2