Mencintai Sahabat Lamaku

Mencintai Sahabat Lamaku
episode 27


__ADS_3

di sisi lain


Pertemuan Dimas dan ayahnya telah telah usai. dan berpisah dengan rekan kerja ayahnya. dimas pun sudah mempunyai rencana setelah datang ke indonesia. yaitu untuk balas dendam dengan sinta.


" Pah.. Dimas mau pulang lebih dulu ya, dimas kecapean pengen instirahat. " ucap dimas berbohong


" ya.. pergi dulu sana.. " ucap pak adi sambil menepuk punggung dimas


Dimas pun pergi naik mobil dengan asistenya yang bernama Reza.


" Za.. kita pergi ke alamat ini. " ucap dimas


" Gak jadi pulang tuan? " ucap reza


" Udah jalan aja.. gk usah banyak tanya. " ucap dimas


Mereka pun pergi menuju alamat itu yang tak lain adalah alamat rumah sinta. karna dimas tidak tau bahwa rumah itu sudah bukan milik sinta.


setelah menempuh perjalanan yang agak jauh, mereka pun sampai di tujuan sekitar jam 01.00


" Kita sudah sampai tuan " ucap dimas


tanpa membalas reza dimas langsung turun. dimas pun merasa agak aneh dan asing dengan rumah ini. rumahnya terlihat lebih besar dan mewah dari yang di ingatan dimas


" Apa benar ini alamat rumah yang aku berikan?" ucap dimas


" iya tuan " ucap reza


" apa kamu gk salah lihat alamatnya?" ucap dimas


" iya tuan.. jika tuan gk percaya coba di lihat lagi. " ucap reza sambil memberikan kertas kecil yang bertuliskan alamat sinta dulu


" Ya udah, coba ketok pintunya " ucap dimas


" Baik tuan... tookk.. tok.. tok.. permisi.. " ucap reza


" Iya.. kalian siapa? " ucap pemilik rumah yang berpenampilan seperti preman


" apa benar ini kediaman ibu sinta. " ucap reza


" ohh.. maksud kamu pemilik rumah ini yang dulu.. dia udah jadi gembel katanya.. " ucap pemilik rumah


" apa Maksud kamu sinta jadi gembel? bagaimana bisa? " ucap dimas tercengang mendengar berita tersebut


" Ya mana gue tau, cari tau aja sendiri? " ucap pemilik rumah


" Tunggu.. Anda minta berapa? 1 juta, 2 jt? " ucap reza


" Apa2an sih.. emangnya gue pemeras uang orang apa? " ucap pemilik rumah


" Kalau begitu 5 jt? " ucap reza

__ADS_1


" Oke oke.. sini... " ucap pemilik sambil merampas cek dari reza


" Jadi sinta ada di mana? " ucap dimas


" katanya orang2 sih, dia tinggal bersama keluarga pak aldi pemilik restoran terkenal di daerah sini. " ucap pemilik rumah


" apa nama restorannya dan dimana alamatnya? " ucap dimas


" emmmm... dimana ya? " ucap pemilik sambil pura2 mengingat ingat


Reza pun memberinya cek 5 jt lagi. sang pemilik pun memberikan alamat restoran itu. dimas dan reza pun langsung menuju kesana.


" tuan.. apa anda tidak beristirahat dulu? ini sudah pukul 02.30 dini hari." ucap reza


" Aku tidak akan bisa tidur jika belum bertemu dengan orang itu. " ucap dimas


" maksud anda sinta? " ucap reza


" sudah ku bilang jangan ucapkan nama itu di hadapanku.. kamu mau aku pecat? " ucap dimas


padahal tuan sendiri tadi juga bilang nama sinta.. kalo tuan yang ucap boleh kalo aku tidak boleh.. terserah anda lah tuan..


setelah menempuh perjalanan yg tak terlalu jauh mereka pun sampai di depan restoran pak aldi yang sedang tutup.


" Bagaimana tuan? restonya sudah tutup. apa kita kembali lagi besok? " ucap reza


dengan raut muka yang masam dimas pun terpaksa pergi dengan sedikit kecewa. dimas dan reza pun mencari penginapan terdekat agar besok bisa bertemu dengan sinta, tapi itu hanya bayangan dimas saja. karna dimas tidak tau apa yang terjadi pada sinta


angga pun memulai harinya dengan mengurus dia dan dita. dita sudah mulai bisa mandi sendiri, cebok sendiri dan makan sendiri pokoknya mandiri.


setelah selesai angga mengajak dita pergi ke RS untuk menggantikan kedua orang tuanya yang sedang menemani sinta.karna kedua orang tuanya akan membuka resto.


Angga dan dita pun telah sampai di RS dan mereka langsung masuk menuju ke lantai 3 yang khusus untuk para pasien koma.


mereka sudah sampai di kamar sinta dan menjumpai ayah ibunya angga yg masih pada duduk.


" pak bu angga sama dita sudah datang. " ucap angga


" kalau begitu bapak sama ibu pergi dulu ya ngga.. kamu jaga sinta baik2. " ucap pak aldi


" iya pak " ucap


" bye sayang.. maafin nenek sama kakek ya, jarang bisa nemenin kamu main lagi kayak dulu.


" iya gkpp nek, yang terpenting kita harus bergantian nemenin mamah kan.. " ucap dita


" haduhh... pinternya cucu nenek.. makin gede makin pinter banget.. " ucap bu sen


" ya iya donk nek.. anak siapa dulu? " ucap angga


" anak mamah.. " ucap dita

__ADS_1


" anaknya papah juga gk? " ucap angga


" gk. " ucap dita


" lho kok gitu? " ucap anga


" udah2.. lagian dita emang anak sintakan bukan anak kamu.. " ucap bu sen


" iya2.. bapak sama ibu cepetan pergi, keburu kesiangan nanti bukanya. " ucap angga sambil mendorong kedua orang tuanya ke pintu keluar


" iya2.. bye sayang.. " ucap bu sen sambil melambaikan tangan. dita pun juga membalas lambaian tangan bu sen dan pak sen


Di penginapan hotel.


" tok.. tok.. tok.. tuan apa anda sudah bangun? " ucap reza sambil mengetuk pintu kamar hotel


tak lama pintu pun terbuka


" Ayo kita jalan sekarang. " ucap dimas. tapi tiba2 ponselnya bunyi. dan dimas pun mengangkat tefon itu


" Hallo.. " ucap dimas


" Dimas.. " teriak pak adi. dimas pun langsung menjauhkan telinganya dari ponselnya.


" Kamu ada dimana? kenapa kamu semalam tidak pulang? kemana saja kamu? " ucap pak adi


" Dimas menginap di rumah teman pah, nanti malam mungkin baru bisa pulang. " ucap dimas


" Enak saja kamu mau pulang nanti malam, kamu harus ke RS dulu sekarang masih banyak rekan2 papah yang ingin bertemu dengan kamu. " ucap pa adi


" Iya nanti dimas kesana.. " ucap dimas


" gk ada nanti2.. kamu harus dateng sekarang juga.. " ucap pak adi


" iya2.. dimas langsung berangkat sekarang. dah ya ku tutup. " ucap dimas sambil menutup ponselnya


" Dasar anak kurang ajar.. berani2nya matiin telfon dari papahnya. " ucap pak adi


" Bagaimana tuan? apa kita jadi mampir ke resto? " ucap reza


" Gk jadi.. kita pergi ke RS Adi Wibowo. " ucap dimas


"baik tuan. " ucap reza


Dimas dan reza pun bergegas menuju RS dengan kendaraannya. sesampainya mereka disana dimas langsung di sambut dari depan RS oleh semua docter2 di RS. dan menaruh karpet merah di tengahnya


" Selamat datang tuan.. " ucap para dokter


dimas pun hanya tersenyum.


" Ini dia yang di tunggu2.. anak dari pak adi wibowo yang mendapatkan benyak gelar kedokteran di America dan lulus sarjana hanya dengan kurun waktu 2 tahun. karna kepintarannya yang amat pintar. dia di angkat sebagai profesor temuda se indonesia.. tepuk tangan yang meriah.. " ucap salah satu dokter

__ADS_1


__ADS_2