Mencintai Sahabat Lamaku

Mencintai Sahabat Lamaku
episode 37


__ADS_3

" tunggu, coba kita berhenti di situ" ucap dimas


" di halte itu tuan?" ucap reza


" iya " ucap dimas


Reza pun memberhentikan mobil dimas di dekat halte. lalu mereka turun dari mobil dan melihat ada yang tidur di situ yang tak lain adalah sinta.


" ini bukannya nona ayam ya tuan? " ucap reza


" iya, sepetinya dia agak demam.. " ucap dimas


" tuan, kakinya juga mengeluarkan banyak darah tuan.. bagaimana ini?" ucap reza


" kamu bukankan pintu mobil lalu kita bawa dia ke RS " ucap dimas sambil menggendong sinta yang tengah tertidur itu


" baik tuan" ucap reza


mereka masuk ke mobil dan langsung pergi ke rumah sakit. sesampainya di sana sinta di tangani langsung oleh dokter di sana lalu di bawa ke UGD.


setelah menunggu agak lama dokter pun keluar dari ruang UGD.


" bagaimana dok, keadaan sinta?" ucap dimas


"apa disini ada keluarga atau kerabat pasien?" ucap dokter


"ti.. " ucap reza terpetong


"saya suaminya dok " ucap dokter


kenapa bos ngaku2 sebagai suami nona ayam.. bisa2 nona ayam akan marah sama bos kalo tau..


" baik tuan.. istri anda baik2 saja, hanya kelelahan. setelah istri anda meminum beberapa obat yang telah saya resep kan dan beristirahat yang cukup, istri anda pasti akan segera sembuh" ucap dokter


" bagaimana dengan luka di kakinya dok?" ucap dimas


" luka di kaki istri anda tidak terlalu parah karena tersandung oleh batu kecil, dengan di perban selama 4-5 istri anda akan segera sembuh. " ucap dokter


" terima kasih banyak dok.. " ucap dimas


" kalau begitu saya permisi dulu " ucap dokter


" iya " ucap reza


tanpa lama2 dimas langsung masuk ke ruangan tempat sinta di rawat. dan di susul oleh reza dari belakang


Sinta perlahan mulai sadar


" kenapa aku ada di sini?" ucap sinta


" kamu sudah sadar.. " ucap dimas sambil memeluk sinta


" aku fikir aku akan kehilangan kamu untuk yang kedua kalinya, maafkan aku atas kesalahan ku. aku tidak akan menyalahkan mu lagi atas yang terjadi di masa lalu.kali ini aku tidak akan melepaskan kamu lagi. i love you... " ucap dimas. sinta melepas pelukan dimas dan langsung menamparnya.


" kenapa kamu menamparku?" ucap dimas.


tanpa menjawab dimas, sinta melepaskan selang infus di tangannya dan pergi begitu saja

__ADS_1


" sinta.. sin.. kamu masih belum sembuh total, kamu mau pergi kemana?" ucap dimas sambil berusaha meraih tangan sinta dan menghentikan langkahnya


" lepas... " ucap sinta sambil berjalan agak lemas dan pincang.


tanpa basa basi lagi dimas langsung menggendong sinta dan membawanya ke atas ranjang


" apa2 an kamu? lepasin.. lepasin aku.. " ucap sinta sambil memukuli punggung dimas


" sudah kamu diam saja di sini.. kalau kamu betuh apa2, tinggal bilang sama reza. aku mau keluar dulu " ucap dimas


Sinta pura2 tak mendengarkan dimas dan hanya melihat ke arah jendela.


Di Rumah Dimas


" baik pak.. saya akan menyampaikannya kepada anak saya. sekali lagi saya minta maaf ya pak atas nama anak saya.. iya pak.. baik.. terima kasih atas kebaikan bapak.. " obrolan pak adi di telfon dengan rekannya.


dengan perasaan yang sangat marah pak adi membanting ponselnya sampai hancur dan menginjak injaknya


" pah... ada apa pah? kenapa hpnya di injak2?" ucap bu sarah


" dimana anak mamah yang sukanya kelayapan itu? suruh dia kesini sekarang juga.. " teriak pak adi


" maksud papah dimas?" ucap bu sarah


" ya iyalah.. " teriak pak adi


bu sarah mencoba menghubungi dimas beberapa kali tapi tidak di jawab


" pah, tidak di jawab sama dimas pah.. " ucap bu sarah


" sialan tuh anak.. panggil semua bodyguard kita dan suruh mereka mencari dimas. lalu bawakan dimas ke hadapanku.. secepatnya.. " teriak pak adi


bu sarah mengumpulkan semua bodyguard dan memberi perintah untuk membawa dimas pulang secepatnya. semua bodyguard pun mematuhi perintah bu sarah dan bergegas pergi


setiap marah,selalu aku yang menjadi pelampiasan.. kalau bukan karena hartanya, sudah aku tinggal kan kamu dari dulu adi wibowo..


Di Restoran Orang tua Angga


" nenek.. kakek.. " teriak dita dari pintu resto menuju kasir


" dita sayang.. hmmm.. nenek sama kakek kangen... banget.. gimana sekolah dita hari ini? seneng gk?" ucap bu sendy


" dita hari ini gak senang di sekolah.." ucap dita sambil cemberut


" lho, kenapa? " tanya bu sen


" tadi waktu di sekolah ada lomba melukis " ucap dita


" melukis? bukannya dita suka melukis ya? tapi kenapa dita sedih?" ucap bu sendy


" dita sedih, soalnya yang boleh ikut melukis harus di temenin sama mamahnya " ucap dita


" memangnya kalo sama papahnya gak boleh ya? " tanya bu sen


" ihhh.... dita kan gak punya papah, nenek jahat.. " ucap dita sambil berlari ke ruang mainan dan di kunci dari dalam


" dita... dita sayang... " teriak bu sen sambil mengejar dita

__ADS_1


" sudah bu, biarin aja dita.. nanti kalo sudah gak ngambek ya keluar sendiri. " ucap angga


" Tapi dita kan masih kecil.. dia butuh perhatian dan kasih sayang yang banyak.. dan ibu juga kasian sama dita " ucap bu sen


" bener kata angga bu.. ibu yang sabar, lebih baik kita melayani para pelanggan dulu. nanti waktu makan malam tiba dita mungkin sudah tidak ngambek lagi karena kelaparan. " ucap pak adi


bu sendy mengangguk dan kembali ke kasir.


Di toko jual beli barang ilegal


" pak saya beli ini.. " ucap bass


" semuanya? " ucap penjual


" iya " ucap bass


" tunggu sebentar ya.." ucap penjual


beberapa saat kemudian


" ini.. totalnya 2 miliyar. " ucap penjual


" ini. " ucap bass


penjual menghitung uang. dan bass pun langsung pergi ke ruangan khususnya


" sinta.. dimas.. angga.. harus aku apakan kalian semua? apakah harus aku bunuh langsung? atau aku siksa dulu? dan dita, aku harus mendapatkannya terlebih dulu.. kamu akan menjadi umpan yang enak bagi mereka.. haha.. hahaha.. " ucap bass


Di Rumah Sakit


" heyyy.. kamu " ucap sinta


" aku? " reza kaget dia yang biasanya di panggil tuan ganteng sama sinta sekarang di panggil hey


" iya kamu.. siapa lagi yang ada di sini selain aku sama kamu? " ucap sinta


Reza menghampiri sinta di ranjang


" aku boleh minta tolong gak? " ucap sinta


" minta tolong apa nona? " ucap reza


" tolong belikan aku seftex " ucap sinta


" apaan itu? " ucap reza


"aku lagi datang bulan, dan membutuhkan itu.. " ucap sinta


" itu untuk apa? " tanya reza


" sini, pinjem ponsel kamu.. " ucap sinta sambil merebut ponsel reza


Reza hanya diam dan nurut aja


" ini lho.. barangnya seperti ini. kamu tinggal tunjukin gambar ini ke penjualnya, nanti penjualnya tau sendiri.. " ucap sinta


dengan muka yang malu2 reza pun terpaksa menuruti sinta. ketika reza berjalan keluar dari kamar, sinta diam2 mengikuti dari belakang dan berniat untuk kabur.

__ADS_1


tapi tiba2 sinta di hadang oleh pria yang kekar di hadapannya


__ADS_2