
tapi tiba2 sinta melihat bayangan yang berlari dengan cepat menuju ke arahnya. sinta yang melihat itu pun langsung bersembunyi. sinta melihat bayangan itu memanjat pagar sekolah dan mendarat dengan baik
Sinta langsung menghapirinya dan menjungkir balikkan orang itu.
" siapa kamu? kenapa kamu mencuri di sekolahanku? " ucap sinta sambil menindih orang itu
tanpa menjawab pria itu membalikkan keadaan giliran sinta yang di tindih oleh orang itu.
" bukan urusan kamu, kamu sendiri kenapa bisa berada di sini? " ucap orang itu
" aku sendiri tidak tau kenapa aku bisa berada di sini, yang aku ingat hanya aku pernah berada di sini." ucap sinta
" sekarang lepasin gue.. lepasin.. " ucap sinta
orang itu pun melepaskan sinta. ketika sinta melepaskan topeng orang itu, ternyata..
" kamu... ??? " ucap sinta
" aku kenapa? ada apa dengan ku? apa kamu mengenalku? " ucap orang itu
" kamu?? aku boleh numpang di rumah kamu gk? aku gak tau harus pulang ke mana? aku tidak punya rumah atau pun keluarga.. " ucap sinta sambil berpura pura menangis
" Dasar wanita aneh? " orang itu pun berniat pergi meninggalkan sinta.
" tolonglah aku.. untuk sekarang ini memang aku tidak punya apa2, tapi nanti pasti aku akan membayar semua perbuatan baikmu padaku.. please... " ucap sinta sambil memohon kepada orang itu.
" ya sudah, kamu tinggal mengikutiku dari belakang dan jangan coba2 menyentuhku.. " ucap orang itu
" siap bos... terima kasih banyak bosku.. " ucap sinta sambil membungkuk.
Sinta pun mengikuti orang itu dari belakang. mereka berjalan agak jauh dan melewati jalan2 yang di penuhi para preman dan wanita malam.
" hey dim.. siapa itu?? cantik juga, boleh gue ajak main gk? " ucap salah satu preman
ketika preman itu mau menyentuh sinta tangannya di halangi oleh pencuri itu.
" jangan coba2.. dia adalah wanitaku.. " ucap pencuri itu
preman itu pun langsung minggir dan menghindari mereka berdua. lalu mereka melanjutkan jalannya.
" jadi nama kamu dimas ya? emm, nama yang sesuai dengan orangnya.. kalo aku sinta." ucap sinta sambil mengulurkan tangannya kepada dimas tapi di cuekin olehnya.
ketika dimas melanjutkan jalannya tiba2 ada tikus yang berjalan melewatinya. lalu dimas langsung berlari ke arah sinta.
" ada apa? kenapa loe? " ucap sinta
" ada.. tikus.. " ucap dimas tergagap
" hah... sama tikus ajah gak berani, cemen lu " sinta pun tetap berjalan melewati tikus yang sedang mengoyak ngoyak sampah dan di ikuti oleh dimas dari belakang
" Dasar cowok cut.. " ucap sinta
" apa itu? " ucap dimas
" Cowok cool nyali ciUT. " ucap sinta. tiba2 saja sinta merasa kepalanya sangat pusing dan hampir jatuh
" hey.. loe kenapa?" ucap dimas sambil memegangi pundak sinta
__ADS_1
sinta mulai mengingat hal2 yang telah dia lupakan. dan mengingat kenangannya bersama dimas di masa lalu
dasar cowok cut.. apaan itu? cowok nyali ciut.. dim.. dimas.. terima kasih atas kado yang kamu berikan..
sinta pun tersadar dari pusingnya dan langsung berdiri.
" Dim... ehhh, maksud aku dimas junior. terima kasih kamu sudah menolongku dan terima kasih kamu telah mengembalikkan ingatan ku.. aku pergi dulu ya, thanks for everything.. " ucap sinta cepat dan langsung meninggalkan dimas junior
" ehhh... kenapa dengan dia? hhh.. bodo amat.. " ucap dimas
Sinta berlari menuju halte terdekat dan menunggu bus disana. kerena sudah terlalu larut, tidak ada 1 bus pun yang datang
" aduh.. gimana ini? masak aku harus jalan kaki sampe rumah angga?" ucap sinta kebingungan
" achh.. bodo amat.. " ucap sinta sambil bersiap untuk lari
Sinta.. kamu harus mengingat kembali masa2 ABG mu dulu dan cobalah untuk berlari seperti dahulu lagi.. kamu pasti bisa
Sinta pun berlari dengan sangat kencang seperti ceetah yang mengejar mangsanya. di perjalan sinta melewati banyak tikungan dan harus menyebrang beberapa kali. karena sinta kurang tenaga akibat tidak makan, di saat ia mulai kelelahan, sinta tak sengaja menabrak batu kerikil yang agak besar di depannya
" awwww.. " sinta pun duduk di trotoar dan melihati kakinya
jika kakiku seperti ini,bagaimana aku bisa pulang? apa aku harus beristirahat disini saja untuk malam ini.. gak apa2lah,lagi pula aku sudah sangat kecapean.
Sinta pun tidur di kursi yang ada di halte dekat situ sampai pagi.
keesokan harinya
Di Rumah angga
" pak,bu angga pergi duluan ya.. " ucap angga
" nenek kakek, dita sama papah berangkat dulu ya.. dada" ucap sita sambil melambaikan tangan
" ehhh.. tunggu.. cium dulu donk.. " ucap bu sen
" kakek juga donk.. " ucap pak aldi
dita pun mencium mereka berdua setelah itu angga dan dita berangkat.
" kasian dita ya pah, kurang kasih sayang dari mamahnya.. " ucap bu sen
" Tapi memang keadaan sinta masih tidak baik dan bahkan kita tidak mengetahui sinta ada di mana.. " ucap pak aldi
" semoga sinta cepat ketemu dan segera menikah dengan angga. kasian angga juga sudah bertahun tahun dia menunggu sinta membuka hati padanya. jika mereka tak bisa bersatu apa kira2 yang akan terjadi kepada angga? " ucap bu sen
" hsss.. jangan bilang begitu bu.. sudah ayo kita berangkat sekarang.." ucap pak aldi
angga sudah mengantar dita ke sekolah. sekarang waktunya angga pergi ke RS sambil mendengarkan radio.
" sekali kali dengerin lagu ahhh.. biar gak larut dalam suasana yang buruk ini. " ucap angga sambil memutar radio
*hari ini pagi tidak seperti biasanya
itu wajar di antara kita berdua
akhir dari perpisahan yang tidak jelas
__ADS_1
bahkan jiaka aku hidup, aku tidak seperti hidup
aku tidak bisa bernapas
aku sangat merindukanmu sampai ingin mati
semua kata kataku terus berada di pikiranku
aku kehabisan nafas setelah kehilanganmu
hanya penyesalan yang tersisa
aku mencintaimu seperti orang gila
putus cinta itu sama bagi semua orang
aku memegangmu di atas tebing
dan kau mulai melepas perlahan genggamanmu
lalu aku terjatuh
mengapa aku berpaling dari kebenaran
aku minta maaf jika kau kurang bahagia bersamaku
tolong berikan aku kesempatan untuk memperbaikinya
kau kembali seperti pertama kali belum mengenalku
aku lebih senang menjadi orang yang tidak mengenalmu
semua ini membuat ku gila
aku hidup seperti mati*...
angga tiba2 mematikan radionya.
" lagu apaan ini? gak guna " ucap angga sambil lanjut menyetir mobilnya
Di penginapan
Dimas dan reza telah selesai beristirahat di penginapan. mereka keluar dari hotel menuju ke mobil.
" tuan, hari ini kita mau kemana? " ucap reza
" kita coba mencari sinta lagi.. " ucap dimas
" iya tuan, tapi di mana tepatnya kita mencari nona ayam itu?" ucap reza
" ya mana ku tau, kalau aku tau keberadaanya aku tidak akan repot2 mencarinya bersama dengan kamu.." ucap dimas sambil memukul kepala. reza
" sudah gak usah banyak bacot.. kamu semakin lama ngomel semakin sedikit waktu kita untuk mencari sinta." ucap dimas
" baik tuan " ucap reza
mereka berdua pun menaiki mobil dan pergi mencari sinta di seluruh tempat. tapi tiba2....
__ADS_1