
Bel berbunyi menadakan waktu istirahat telah tiba, hukuman Dimas dan Angga pun telah berakhir, Sinta dan dewi menuju kantin lalu di ikuti basuki dari belakang. Ketika meraka akan menuruni tangga, dewi pun terpeleset sedikit sampe mendorong Sinta kedepan dan tiba2 ada yang menangkapnya yaitu Angga. Dimas yang melihat itu langsung melewatinya dan tak menghiraukannya sama sekali.Sinta yang sadar Dimas yang pergi gitu ajah, dia langsung berdiri
" Makasih Angga.. " Ucap sinta
" sama2 " angga sambil senyum manis ke sinta.Angga pun naik ke atas juga mengikuti dimas ke kelas
" Sejak kapan loe kenal mereka Sin.. ? "ucap dewi
" Iya.. kalian keliatangnya dekat dengan cowok sok keren tad " ucap bass.
" Bukannya sok keren, tapi dia emang keren " ucap dewi
" Sudahlah jangan di bahas lagi gue kelaperan nih.. gue ke kantin duluan ya.. bye.. " ucap sinta
" iya.. iya.. kita gk bahas itu lagi.. tungguin donk sinnnn.. " teriak dewi
Dimas dan Angga melihat keagraban mereka bertiga dari lantai 2 di depan kelas.
" Kelihatannya Sinta bahagia banget ya dim?? " ucap angga,dimas pun kaget karna ia tak mengetahui kalau angga ada di belakangnya dan langsung memasuki kelas.
Mereka pun menjalani hari2 di sekolah seperti biasanya sampai waktu ujian pun di mulai. Sinta yang mulai setres karna gk bisa menjawab soal2 di ujian, dia pun hanya melihat-lihat teman2 yang sedang focus mengerjakannya hanya dia yang tak melakukan apa2.Ujian selama seminggu pun telah usai Sinta merasa sangat bebas sekarang.Sinta, Dewi dan Bass pun ke tongkrongan mereka bertiga yang biasanya yaitu di atap sekolah.Sinta pun berteriak sekencang mungkin
" Aaaaaaaaa... gue bebasss.... " teriakan sinta yang sangat kencang sehingga guru yang bertugas menghukum para murid pun melihatnya, dan memberikan peringatan pada sinta.. Sinta pun bersembunyi dan berpura pura tak dilihat oleh guru itu.
" Kenapa lo sembunyi2?? " ucap bass.
" biasa ada pak martin.. " jawab sinta sambil tersenyum
" lo jangan banyak2 senyum deh.." ucap bass
" kenapa?? gk boleh?? ini kan memang cara gue menarik hati pujaan hati gue.. " ucap sinta sambil tersenyum malu.
" Hhhhh?? mang lo naksir seseorang? apa seseorang itu gue?? " ucap bass sambil menggoda sinta
" Hhhhh?? PD amat lu, emangnya lo cowok satu2 di dunia ini? cowok yang gue suka itu ganteng banget.. " ucap sinta
"Gue kan juga ganteng.. lihat... " Ucap bass sambil memegang pipi sinta kiri dan kanan sambil menatapnya lalu mendekatkan mukanya seakan akan bass akan menciumnya. Dewi yang baru sampaipun ia terkejut dan salah paham lalu ia tak jadi menghampiri mereka berdua.
" Plaakkk.. cari mati loh?? " ucap sinta sambil menampar bass.
" Hehe.. tenang.. tenang.. gue gk bakal ngelakuin itu lagi, tapi gue bakal ngelakuin yang lebih dari itu?? " ucap bass menggoda
"Apa? " ucap sinta sambil membentak bass
" Maaf boss, say khilaf.. " ucap bass memohon
" Dewi kok gk kelihan dari tadi? dia ada di mana sih toll? "tanya bass
"katanya tadi mau ke kantin dulu, tapi kok lama ya. kita susul aj yuk.." ucap sinta.tapi tiba2 dia dapet chat dari dewi, katanya dia agak gk enak badan jadi dah pulang lebih awal. sinta pun menelpon dewi tapi tak dia angkat2 dewi pun mengirimi dia chat lagi yang berisi
" Gue pengen istirahat Sin.. please jangan ganggu geu.. dan jangan coba dateng ke rumah gue.. entah itu lo apa bass.. " isi chat dari dewi
Sinta dan Bass merasa sedih karna tak bisa menengok temannya yang sakit.mereka berdua pun masuk ke kelas mereka masing2 dengan sedikit rasa bersalah pada dewi.waktu pulang sekolah pun tiba Sinta dan bass pulang bareng tapi mereka berpisah di depan halte sekolah karna sinta naik bus dan bass sudah di jemput sopir.
__ADS_1
" Lo mo nebeng gk? " ucap bas menawarkan tumbangan
" Gk usah dech, gue masih ada duit buat naik buss kok" ucap sinta dengan perasaan sedih karna sebenarnya iya sudah gk punya uang yg tersisa makan pun hanya mengandalkan sayur2 yang iya tanam di halaman rumahnya.
" Ya udah gue duluan ya toll.. " ucap bas sambil masuk ke mobil. Sinta pun hanya menggangguk
Ketika mobil bass sudah pergi, Sinta pulang dengan jalan kaki. Dimas dan Angga sedang dalam perjalanan pulang menaiki motor mereka masing2. Di perjalan mereka bertemu dengan sinta yang sedang berjalan kaki sambil menendang krikil2 di trotoar.Mereka pun menghampiri sinta.
" Diinnnn.. dinnn.. " bunyi klakson Angga. Sinta langsung noleh dan menghampiri mereka.
" Kalian ngapain disini? " tanya sinta
" Kita kan juga mau pulang " ucap angga
" Ohh iya.. kalian kan searah sama gue ya.. " ucap sinta
" Kenapa loe jalan kaki? " ucap dimas
" Tumben lo ngomong? biasanya diem ajh.. " ucap sinta sambil tertawa.Dimas pun langsung kikuk melihat tawa Sinta
" Gak gitu sebenarnya gue lagi menghemat uang, jadi gue jalan kaki pulang pergi ke sekolah "ucap sinta
" Klo gitu.. " ucap angga terpotong karna Dimas sudah lebih dulu melemparkan helmnya pada Sinta. Karna posisi Dimas lebih dekat dengan sinta dari pada angga
"Naik " ucap sinta. sinta agak kebingungan
" oke deh bos " ucap sinta menaiki motor di belakang dimas.
Di perjalanan mereka pun berbincang bincang dan bercanda tawa dan tak terasa mereka pun sampai di depan rumah Sinta. tapi angga melihat sesuatu yang aneh dari warungnya
" Ya emang aku bangkrut.. " ucap sinta
" Pasti karena makanannya gk enak.. " goda angga
" Ya terserah lo dech mo bilang apa.. ehhh kalian ada informasi lowongan kerja gak, tpi bisanya gue sepulang sekolah kerjanya.. " ucap sinta
" Nanti coba aku cariin " ucap angga
" Maksih ya ngga.. " ucap sinta berharap
" Gk usah.. lo kerja di rumah gue aja.. " ucap dimas
"Hahhh??? kerja di rumah lo?? kerja apa? " ucap sinta penasaran
" Pembantu.. " ucap dimas singkat
" Yang bener?? mau banget gue.. " ucap sinta kegirangan
" Klo gitu kapan gue bisa kerja di sana? " tanya sinta
" Nanti gue kabarin. " ucap sinta
" Siap boss Dimas ettttssss.. tuan Dimas.. " ucap sinta hormat.
__ADS_1
" klo gtu kita pulang dulu ya.. bye.. " ucap angga
" Bye... hati2 di jalan.. " ucap sinta sambil melambaikan tangan
Sinta pun masuk ke dalam rumah dan mendapati rumahnya yang sudah seperti kapal pecah dan suara perdebatan yang hebat. Yang tak lain adalah orang tua tirinya
" Kamu kalo sudah bosan hidup mati aja sana.. " ucap ibu tiri sinta
" Dasar gk guna " ucap ayah tiri sinta sambil menampar, memukul dan menendangi ibu tiri sinta.
ibu tiri sinta bekerja sebagai ******* dan sering tak pulang kerumah dan ayah tiri sinta jadi preman pemalak yang sukanya mabuk2an dan menghambur hamburkan uang.
" Ya sudah kita cerai saja " Ucap ibu tiri sinta..
" oke " balas ayah tiri sinta yang sudah berapi api dari tadi.
Sinta tak peduli apa yang mereka bicarakan dan hanya melewatinya saja.Sinta pun ke kamarnya dan melihati foto Ayah dan Ibu kandungnya yang sedang menggendong bayi yang tak lain adalah Sinta dan ada juga gambar kakaknya yang sudah meninggal di foto itu. Sinta pun menangis tersedu sedu dan merindukan moment2 kebersamaan mereka. Setelah agak lama menangis ia pun tertidur.
di sisi lain Dimas dan Angga tak lansung pulang kerumah masing2.mereka nongkrong di cafe yang biasa mereka datengin. mereka mengobrol cukup lama
" Dim.. kenapa lo bohong sama sinta.. ? " ucap Angga
" Gue cuma mau bantu dia.. Apa gue salah? " ucap dimas
" ya gk gitu juga sich.. ya bagus malahan.. kok lo bisa lansung cekatan gitu ya? pantesan loe slalu dapet rangking 1 terus.. " ucap angga.
mereka berdua pun memutuskan untuk pulang ke rumah masing2. Sesampainya di rumah, dia mendapati rumah mewahnya yang sedang kosong hanya ada para pegawai yang bekerja. Dimas pun langsung naik ke kemarnya lalu melihat lihat ponselnya sambil terlentang di kasur. dimas memandangi nomer ponsel sinta dia pengen menghubunginya tapi tak berani. dimas mendapatkan nomer ponsel sinta dari ponsel angga waktu dimas meminjam ponsel angga.dia pun membuang ponselnya kekasur.
" Ting.. " bunyi hapenya berbunyi.
Dimas pun langsung mengambil ponselnya dan mengeceknya. lalu di buang lagi karna ternyata itu pesan dari operator. Dimas pun mandi.
" Ting.. " suara pesan masuk.
" Gimana dim?? "
" Kok kamu gak ada hubungin aku?? "
" apa aku gk di terima orang tua mu kerja di sana?? "
" Maaf ya dim, udah ngerepotin kam.. besok aku akan cari kerjaan lain.. tanks atas bantuannya.. " Sinta mengirim pesan berulang ulang
Sehabis mandi Dimas kembali mengecek ponselnya. dimas melihat banyak pesan dari Sinta. dia pun langsung membacanya.
nih orang gak sabaran banget ya. belum aja gue tanyain nyokab bokap udah kebelet dapet uang
" Orang tua gue belum pada pulang kerja " balas dimas
" och.. gitu ya.. maaf gue dah berpikiran buruk 😘." balasan sinta sambil kaget karna dia salah kirim stiker
jantung Dimas berdetak dengan kencangnya ketika melihat stiker dari pesan sinta
" Maaf gue salah kirim stiker " ucap sinta.Dimas yang mengetahui itu pun tidak jadi berbunga bunga dan membiarkan ponselnya
__ADS_1
kok gak ada jawaban dari dimas.apa dia marah?dasar pemarah,cuma gitu doank marah