Mencintai Sahabat Lamaku

Mencintai Sahabat Lamaku
episode 19


__ADS_3

dia adalah kak delon kakaknya dimas.


kenapa ada kak delon disini.. semoga saja dia tak mengenaliku.


" Sinta... " panggil angga dari kejauhan sintapun menyuruhnya diam dengan memberi isyarat menaruh jari telunjuknya di bibir


delon yang mendengar ada yang memanggil nama sinta pun penasaran dan mencoba mencari apakah itu sinta yang dia kenal atau tidak


" Kenapa kamu sembunyi2 ? " ucap angga


" Bukan apa2.. ayo kita pergi dari sini " ucap sinta


" Tunggu.. kamu sinta ya.. " ucap kak delon memenggil sinta dari belakang


" Maaf docter, yang anda maksud siapa ya? dia ini istriku dan namanya santi. " ucap angga


sinta yang mendengarnya pun kaget karna angga tiba2 seperti itu


" Ohh.. saya minta maaf ya mas,mbk saya kira mbknya adalah teman saya. kalau begitu saya permisi " ucap kak delon


kak delon pun pergi. Angga berhasil mengelabui kak delon


" Itu tadi siapa sin? " tanya angga


" Bukan siapa2. dia hanya kakanya dimas, tapi bukannya kamu sudah mengenal dimas lama.. kok kamu bisa gk tau itu kakaknya sich " ucap sinta


" Aku kenal dimas emang sudah dari kelas 5 SD sampai sekarang, meskipun kita bersahabat aku gk pernah masuk ke rumah dimas kecuali waktu dia ulang tahun " ucap angga


" Ohhh.. Angga.. bisa anterin aku kesana gak ? " ucap sinta


" Oke, Sayang.. " ucap angga


" Sejak kapan aku jadi sayang kamu? " ucap sinta


" Sejak... petama kali kita bertemu.." ucap angga


" Haha, aku gak percaya? " ucap sinta


" Terserah kamu mau percaya apa enggak " ucap angga


Sinta dan Angga duduk di kursi taman mereka melihat lihat pemandangan alam yang indah. Sinta juga mengelus elus perutnya


" Sayang, lihatlah pemandangan alam yang indah ini. ibu tak sabar menantimu. " ucap sinta sambil mengelus perutnya


" Sin.. " ucap angga


" Hmmm... " ucap sinta


" Aku boleh mengelus perut kamu gk? " ucap angga


" emmmm... boleh. tapi hanya mengelusnya ya " ucab sinta

__ADS_1


" Sayang, ibu kamu pelit ya masa om cuma boleh mengelus ajh.. cup " ucap angga sambil mengecup perut sinta yang masih tertutup bajunya


Sinta pun langsung memukul punggunh angga.


" Plakkk.. " ucap angga


" Kamu nakal ya " ucap sinta


" Biarin ya sayang, mamah mu kalau marah cantik banget soalnya.. hehe " ucap sinta


karna terik matahari yang semakin menjulang tinggi mereka berdua pun kembali ke kamar sinta.


Sesampainya disana sinta melihat gambar yang ada di koran.sinta pun mengambilnya.


" Ini bukannya dewi dan bass? " ucap sinta


angga pun langsung merebut koran itu.


" Jangan kamu lihat, kamu jadi akan semakin merasa sakit. " ucap angga


" Aku dah maafin mereka berdua kok, biarpun mereka telah melakukan hal buruk pada ku. tapi mereka tetaplah sahabatku dan mereka juga pernah mewarnai hari2 ku. " ucap sinta


angga pun memeluk sinta.


" Kamu ini kenapa? kalau ada orang yang melihat dan salah paham bagaimana? " ucap sinta


" Biarin, aku malah senang kalau aku bisa merubah salah paham itu menjadi kebenaran. " ucap angga sambil tersenyum


" maksud kamu apa? " ucap sinta sambil melepaskan pelukkan angga


" ohh ya, sebentar lagi aku mau melanjutkan kuliah ku yang dulu aku tinggalkan. " ucap angga


" Yang benar? kapan kamu akan memulainya kembali? " ucap sinta kaget


" Iya sayang.. kayak secepat mungkin. " ucap angga


" ohhh... " ucap sinta sambil kembali ke tempat tidurnya


" kok ohhh doank. nanti kamu bakal kesepian lo kalo gk ada aku? " ucap angga


" Kamu kuliah dimana? " ucap sinta


" Universitasnya dimas. " ucap angga


sinta pun kaget mendengar nama itu. dan terdiam sejenak.


" angga " ucap sinta


" ya?" ucap angga


" Mulai sekarang jangan pernah menyebut nama itu lagi di hadapanku, aku gak mau teringat oleh masa laluku. " ucap sinta

__ADS_1


" Maaf, aku berjanji tak akan menyebut nama itu lagi di depan sinta. " ucap angga.


sinta pun tersenyum melihat tingkah angga yang lucu.


Semenjak kejadian itu, Angga dan kedua orang tuanya selalu menjaga sinta. dan tak pernah membiarkan sinta sendirian. setelah sudah agak mendingan sinta pun di perbolehkan untuk pulang.


Angga membawa sinta pulang naik taxi. Sesampainya di rumah mereka pun di sambut hangat dengan ayah ibu angga.


" Selamat ya sinta sayang kamu sudah boleh pulang " ucap bu sen


" iya om tante.. makasih ya sudah menyambut sinta dengan hangat. " ucap sinta


" Sinta.. mulai sekarang kamu panggil om dan tante dengan panggilan bapak ibu aja. anggap saja kita berdua adalah kedua orang tua kamu. " ucap bu sen


"baik bu. " ucap sinta


" Nah gitu sayang.. oh ya sin, besok kamu harus memeriksakan kandungan kamu ke docter tuk mengecek kesehatan ibu dan bayinya. " ucap bu sen


" Baik bu, tapi aku pergi sendiri ya?" ucap sinta


" Gak boleh.. kita semua tidak ingin lalai menjaga kamu bapak ibu dan angga akan selalu menjaga kamu " ucap bu sen


esok telah tiba. angga pun mengantarkan sinta pergi ke dokter mereka pergi naik taxi lagi karna sinta gk mau naik motor lagi. sinta tak ingin mengingat kenangan apapun dengan dimas.


sesampainya di dokter kandungan sinta melihat begitu banyaknya orang yang sedang hamil sambil di temani suami mereka. sinta agak minder melihat itu


angga yang mengetahui kata hati sinta. angga pun langsung menghiburnya.


" Istri ku sayang, kamu kenapa? kamu lapar ya? atau anak kita yang lapar? " ucap angga


" Kamu kenapa sich ngga? kamu gila ya? " ucap sinta berbisik


" Apa kamu minta gula buat apa? kamu tanpa gula sudah manis kok istriku. " ucap angga


" Auc ach.. " sinta pun kesal dan langsung duduk di kursi tunggu.


" Istriku.. kamu jangan marah donk, nanti anak kita juga ikut setres loh." ucap angga sambil tersenyam tersenyum.


tak lama mereka berdua menunggu. akhirnya giliran sinta


" Bagaimana ibu? apa yang dirasakan? apakah ada keluhan selama kehamilan? apakah baru pertama kali periksakan kandungan? " ucap dokter


sinta pun menjelaskan dari kehamilan awal dia sampai sebelum komA dan setelah koma. docter memberi resep obat pada sinta dan menyuruh suminya untuk menebusnya di bagian penebusan obat.


ketika sinta keluar dari ruangan dokter angga langsung menghampirinya.


" Bagaimana sayang? kamu dan anak kita baik2 sajakan? " ucap angga


" dokter menyuruh suamiku yang menebus obatku.. " ucap sinta sambil menyerahkan resep obat itu angga pun dengan senag hati menerimanya.


setelah menebus obat angga dan sinta pun pulang. dan langsung masuk ke kamar mereka masing2. karena ke dua orang tua angga membuka restoran baru yang cukup ramai di kunjungi pembeli.

__ADS_1


ketka di dalam kamar sinta melihat buku tabungannya yang hasil dari mendapatkat dimas dulu. dia berniat untuk menyumbangkannya dan memulai hidup baru.


hari hari berlalu sangatlah cepat. tak terasa kehamilan sinta sudah 9 bulan. dan sebentar lagi ia melahirkan


__ADS_2