
betapa kagetnya sinta ada pria asing yang masuk sambil mengenakan jas, tanpa basa2 sinta pun langsung menyerang pria itu dari sampai pria itu terjatuh karna sinta juga jago banget karate
" Siapa lo ? " tanya sinta sambil menindih pria tersebut dan memelintir tangan pria itu..
" Tunggu dulu, kayaknya kamu salah paham " jawab pria tersebut
" Tuan dimas.. tuan.. " teriak sinta. ketika sinta lengang si pria itu pun membalikkan keadaan. gantian sinta yang di tindih pria tersebut. dimas yang mendengar suara teriak sinta pun langsung turun dan mengeceknya
" Kamu yang siapa? ini rumah gue juga.. disini yang orang asing itu kamu.. " ucap si pria.dimas pun sampai di tempat
" Dimmm... siapa dia ini? " tanya pria tersebut
" Dia teman gue kak, dan mulai hari ini dia bekerja disini dan menginap disini. " ucap dimas. setelah mendengar ucapan dimas kakaknya pun langsung bersiri begitu juga sinta.
" Saya minta maaf tuan.. saya kira anda tadi maling jadi saya lengsung menyerangnya dan saya tak bermaksud melukai anda tadi.. maaf tuan... maaf.. " ucap sinta memohon dan membungkuk.
" Tidak apa2.. kenalkan aku anak pertama dari keluarga ini namaku Delon Adi Wibowo. kalo kamu cantik? " tanya kak delon sambil mendekatkan mukanya yang ganteng dan keren,tapi gak sekeren Dimas
" Dia sinta.. " ucap dimas sambil menariknya pergi.
sampainya di depan kamar sinta,Sinta pun langsung melepaskan tangan dimas
" Terima kasih tuan.. ehhh dimm.. met malem ya.. " ucap sinta lemas
Malam sudah di ganti dengan fajar, ketika sinta bangun tidur jam 04.30 dan keluar untuk ke kamar mandi dia pun terkejut karna melihat para pelayan yang sudah datang dan di situ juga ada kepala pelayan kepercayaan nyonya sarah,
" Hallo nak, kamu anak baru ya.. kenalkan orang di depanmu ini adalah Bu Desi " ucap bu desi sambil mengulurkan tanganya
" kalo aku Bu Tira, bu desi adalah kepala pelayan di sini" ucap bu tira.
"saya Sinta. " ucap sinta membalas jabatan tangan mereka berdua.
" Apa yang harus saya kerjakan bu ? " tanya sinta.
" Katanya nyonya, kamu di suruh nunggu nyonya bangun nanti kamu akan di kasih tau pekerjaan kamu." ucap bu desi
" Bu desi biasanya bangun jam berapa bu? " tanya sinta
" Biasanya sich jam 07.00 nan tapi, karna bu desi juga habis jalan2 ya mungkin bisa lebih siang mungkin jam 10.00 baru turun " ucp bu desi
__ADS_1
" Haduh.. gimana ya buk, tapi saya juga harus berangkat ke sekolah karna hari ini aku ada perlombaan " ucap sinta kebingungan
" Kalo gitu berangkat ajah, nanti ibu bilangin ke nyonya " ucap bu desi sambil senyum
" Apa gak papa bu? " ucap sinta
" Iya gak papa. " ucap bu sinta
" syukurlah, terima kasih ya bu. " ucap sinta
" sama2 " ucap bu des
Sinta dan dimas pun bersiap-siap berangkat ke sekolah. Dimas pun turun untuk sarapan sambil mencari sinta dengan matanya. Di ruang makan sudah ada kak delon yang sudah menunggu anggota keluarga yang laen.
" Lo nyari siapa dim? " tanya kak delon karna melihat adeknya yang seperti sedang mencari seseorang.
" Gk nyari apapun " ucap dimas
" Bu tira... " panggil kak delon
"Iya tuan.. ada apa? " ucap bu tira
" Pelayan yang baru ada dimana ya kok gk kelihatan?" tanya delon ke bu tira. dimas pun terkejut dan penasaran kenapa kakaknya mencari sinta
" Gak apa2 kok bu. gk usah di panggilin, biarin dia sarapan dengan tenang. " ucap delon
" kakak ngapain nyari sinta? " ucap dimas
" bukannya kamu yang nyari dia? dari tadi kamu kan cuma mondar-mandir nyari si.. siapa tadi namanya.. ahh sinta.. kamu suka sama dia ya? " ucap delon menggoda
Dimas pun pipinya jadi merah mendengar godaan dari kakaknya
" Kok diem kalu begitu bener ya?? " ucap delon
" Siapa yang dimas suka?? dan apa yang benar?? " tanya pak adi sambil menuruni tangga bersama istrinya.
" Bukan apa2 pah, delon cuma goda adek kesayangan delon ini " sambil mencubit pipi dimas
bu desi dan bu tira pun menarikan kursi untuk mereka berempat lalu mereka memulai sarapan mereka. Setelah mereka selesai makan mereka pun bersiap melakukan rutinitas masing2. pak adi berangkat bersama delon ke RS ADI WIBOWO. dan dimas berangkat ke sekolah menaiki motor.bu sarah pun masuk ke rumah dan mencari sinta
__ADS_1
" Bu desi.. " teriak bu sarah
" Iya nyonya.. " ucap bu des
" dimana anak baru itu? panggilkan dia, saya tunggu dia di ruang TV "ucap bu sar
" Baik nyonya. " ucap bu des
bu desi segera ke dapur memanggil sinta dan menyampaikan pesan dari bu sarah. sinta pun langsung buru2 kesana menghampiri bu sarah
" Ini saya sinta nyonya. " ucap sinta
bu sarah pun memandangi sinta dari atas sampai bawah. lumayan juga anak ini.
" kamu tau gk kenapa saya mau memperkerjakan kamu? " tanya bu sarah.
" Ya untuk menjadi pelayan nyonya " ucap sinta
" Bukan itu *****.. kamu sekelas dengan dimas? " tanya bu sar
" Enggak nyonya? " ucap bu sar
" Apa?? sia2 aku dah menerima kamu " ucap bu sar
" memangnya kenapa nyonya? " tanya sinta
" Sebenernya papa nya dimas ingin dimas melanjutkan study nya ke amerika agar dia bisa menejadi penerus RS. tpi malah dia membangkan dan masuk ke sekolah yang kampungan padahal dia sudah lulus SMA. kenapa aku malah cerita ke kamu? " ucap bu sar sambil memijat kepalanya yang agak pusing
" Kalau begitu saya akan mencoba membujuknya nyonya, karna saya dan tuan dimas berteman lumayan dekat. " ucap sinta
" Yang benar kamu?? tapi sekedar menjadi teman saja gk bakalan bisa membujuk dia, kamu harus menjadi pacarnya dan kamu harus bisa membujuknya." ucap bu sar
whatt? gue harus jadi pacar dimas.. nanti kalo gue jadi suka beneran sama dia gimana secara dimas gantengnya gak maen2..
"Apa kamu bisa? " tanya bu sar.tapi sinta hanya bengong membayangkan ia jadi pacar dimas.
" Hoyy.. " teriak bu sar
" Maaf nyonya.. iya saya akan berusaha menjadi pacar tuan dimas dan membujuknya. " ucap sinta tergagap
__ADS_1
" Dan batas waktumu hanya 3 bulan sampai kenaikan kelas.. jika kamu gak bisa kamu harus angkat kaki dari sini.kamu gak usah khawatir soal sekolahmu semua biaya akan saya tanggung termasuk semua keperluanmu laenya juga akan saya tanggung dan kamu akan saya gaji 500.000 perhari. dan jika kamu sudah menyelesaikan misimu kamu harus angkat dari sini dan jauhi keluarga kami dan kamu juga dapet pesangon 50 jt." ucap bu sar
sinta yang mendengar pun hanya bisa menelan ludahnya karna seumur umur dia gk pernah punya uang sebesar itu. dan gak pernah dapet gaji sehari 500 ribu.