
sinta pun menuntun dewi untuk berdir dan sinta langsung memeluk erat dewi.
" Kamu jangan bilang begitu. kamu tetaplah sahabatku dan kamu juga tak pantas mati karna itu karena kamu hanya di suruh oleh si pelaku utama. dan yang aku harapin dari kamu, kamu harus melupakan semua kejadian itu dan menjalaini hidup yang lebih baik lagi. " ucap sinta
dewi pun menganggukkan kepalanya dan pelukan mereka pun semakin erat.
" Mamah, aku juga mau di peluk. " ucap dita
" Sini sayangnya mamah.. " ucap sinta yang langsung menggendong dita dan kembali berpelukan dengan dewi
setelah lama mereka berdua saling melepas kerinduan. mereka pun melepas pelukan dan kembali duduk.
" Sin, ini restoran kamu ya? besar banget ya? " ucap dewi
" Bukan, ini restoran orang tua angga. kamu kok bisa tau tempat ini dari mana? " ucap sinta.
" Sebenernya waktu awal aku masuk pejara, semua polisi dan para napi lain pada membicarakan kamu. aku dengar semenjak kejadian itu kamu koma dan tinggal bersama keluarga pak Aldi. tadi aku sudah kerumah pak aldi tapi tidak ada orang sam sekali dan aku coba bertanya tetangga kamu. dan dia memberi tau tempat ini. " ucap dewi
" Terima kasih ya kamu mau menemuiku wi.. " ucap sinta
" Seharusnya aku yang bilang makasih ke kamu " ucap dewi
" Tpi bukannya katamu restoran ini milik orang tua angga. tpi di mana mereka. " ucap dewi
" Ohh.. mereka pergi ke tempat jual beli mobil. mengkin sebentar lagi mereka kesini. " ucap sinta
" Kalau dia itu siapa? " ucap dewi sambil menunjuk ke arah dita yang sedang bermain bersama pegawai di sana.
" Dia dita anakku. " ucap sinta dengan percaya diri.
apa mungkin dia anaknya bass.. aku jadi semakin merasa bersalh.. aku akan menebus semua kesalahan ku padamu sinta. gara2 aku hidup kamu jadi hancur dan berantakan
sinta dan dewi pun berbincang bincang cukup lama dan tak terasa hari sudah mulai sore.
" Ya udah. aku pulang dulu ya sin.. " ucap dewi
" Ehh tunggu.. " ucap sinta sambil berlari mengambil sesuatu di belakang.
" Ini untuk kamu " ucap sinta
" Kamu kenap repot2 memberiku ini?" ucap dewi saat sinta memberi beberapa bungkus makanan,minuman dan amplop yang berisikan uang
__ADS_1
" Gkpapa wi.. jika kamu butuh sesuatu kamu kesini saja. aku akan selalu membantu kamu. " ucap sinta sambil menyerahkan semua itu
" Maksih ya sin " ucap dewi.
dewi pun berpamitan untuk pulang. tak lama angga dan ke dua orang tua angga pun datang membawa 2 mobil baru sekaligus. sinta pun keluar melihat ada mobil bagus yang berparkir di depan resto
" Sayang... " ucap angga.
" Mobilnya kok ada 2 ? " tanya sinta
" Iya.. yang itu mobil bapa dan ibu kalau yang ini mobil pribadi kita ini hadiah dari bapak ibu atas kelulusanku." ucap angga
" yang bener.. selamat ya ngga " ucap sinta
" Sayangku dita ada dimana? " ucap angga
" Dita tadi ketiduran waktu mainan sama winda di ruang mainan, dan sampai sekarang masih tidur. " ucap sinta
mereka berdua pun bercanda tawa di dekat mobil itu. saat mereka mau masuk ke resto, tiba2 mereka di hadang oleh pemilik cafe baru di sebelah.
" Permisi mbk.. permisi pak.. di cafe kami sedang ada promo, mampirlah jika ada waktu.. kalau begitu saya permisi dulu.. " ucap pemilik cafe sambil memberikan brosur pada sinta dan angga
" Ya emang kamu sudah kelihatan seperti bapak2 berkepala 3 kok. " ucap sinta menggoda angga sambil menuju ke pintu masuk resto
" apa kamu bilang? " ucap angga sambil mengejar sinta yang sudah masuk ke resto lebih dulu
malam pun mulai larut dan waktunya resto tuk tutup. sinta pun mengecek semua peralatan resto apakah sudah mati semua apa belum
setelah mengecek sinta pun menggembok pintu resto. tanpa menyadari angga sudah menuggu sinta di dalam mobil sambil memainkan ponselnya. karna kedua orang tua angga dan dita sudah pulang lebih dulu.
Sinta pun akan berjalan pulang tapi tiba2. ada preman yang menghadangnya
" Hallo sayang.. sendirian aja nih, mau om temenin gak? " ucap si preman
" Ayo adek yang cantik, kita mainan sampai pagi. " ucap preman lain
" Nih cewek udah cantik,putih, sexi lagi pas buat nemenin kita malam ini. haha.. " ucap preman.lain
" Ayo sayang.. " ucap si preman sambil memegang tangan sinta.
" Lepas " ucap sinta sambil ketakutan
__ADS_1
meskipun sinta bisa karate dia sudah tidak bisa menggunakannya lagi karena trauma yang amat dalam.
" ayo lah sayang " ucap preman
" Lepaskan.. tolong.. tolong.. " teriak sinta
" percuma kamu teriak2 gk bakalan.ada yang mendengarnya.. udah jangan lama2.. kita seret dia. " ucap preman
lalu tiba2 ada seorang pria yang menyerang preman2 tersebut dari belakang. tanpa basa basi pria itu pun menyerangi preman2 tersebut dengan sangat ganas.
preman2 itu pun babak belur dan memutuskan untuk kabur dari situ.
pria itu pun menghampiri sinta
" Kamu tidak apa2? " ucap pria itu
karna sinta yang tiba2 teringat dengan kejadian itu dia pun sangat ketakutan dan saat pria yang menyelamatkanya tadi menyentuh tangannya sinta langsung memeluk erat pria tersebut dengan rasa yang amat takut
" Tolong jangan tinggalkan aku sendiri.. " ucap sinta sambil memeluk erat pria itu
" Tenang, aku akan selalu menemanimu. " ucap pria itu sambil menepuk nepuk punggung sinta.
di dalam mobil angga sudah mulai bosen memainkan ponselnya.
" achh.. males gue.. " ucap angga sambil melempar ponselnya ke kursi penumpang
" Sinta kok lama banget ya, aku susul dia aja " ucap angga sambil turun dari mobilnya. dan betapa terkejutnya angga ketika dia melihat sinta berpelukan dengan pria lain
angga pun langsung menghampiri mereka dan angga langsung meninju pria itu sampai jatuh ke tanah. sinta yang masih agak ketakutan pun tetap tak menyadarinya.
" Siapa kamu? berani2nya kamu ganggu dia? aku akan melaporkan kamu ke polisi. " ucap angga.
" Tunggu, anda salah paham tuan.. yang terjadi barusan.... " ucap pria itu tapi terpotong oleh angga
" Aku gk mau tau, pokoknya aku akan melaporkan kamu ke polisi. " ucap angga
Angga pun langsung mengajak sinta yang masih agak ketakutan itu masuk ke dalam mobil dan pulang. Sesampainya di rumah sinta langsung masuk kamar dan begitu pula angga.
Sinta pun masih berusaha menyadarkan dirinya di dalam kamar. berbeda dengan angga, Angga yang masih mengingat kejadian tadi pun tak bisa mnghilangkan emosinya
besok aku tetap akan melaporkan dia ke kantor polisi.. tapi sebelum itu aku harus mengecek rekaman CCTV yang ada di depan resto. untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1