Mencintai Sahabat Lamaku

Mencintai Sahabat Lamaku
episode 20


__ADS_3

Sinta melakukan kegiatan yang seperti biasanya ia lakukan yaitu, membantu ayah dan ibu angga di retoran dan angga juga sudah memulai studynya 3 hari yang lalu.


ketika sinta sedang melayani pembeli tiba2 dia merasakan sakit yang amat sakit lalu ke dua orang tua angga membawanya ke rumah sakit.


Sinta pun akhirnya melahirkan di rumah sakit. sinta melahirkan dengan normal dan berkelamin wanita. sinta pun sangat senang begitu juga kedua orang tua angga,


tak berselang lama angga pun datang dan langsung menghampiri sinta dan anak sinta


" Kamu cantik banget sayang.. kamu sangat mirip mamah kamu.. "ucap busen sambil menggendong anak sinta


" Selamat ya bu atas kelahiran cucu nya " ucap salah satu suster


" iya.. cucu saya cantik ya sus,gemesin. " ucap bu sen


" sini mah giliran aku yang gendong" ucap angga


" wahh.. angga.. kamu sangat cocok jadi ayahnya " ucap bu sen menggoda angga


" Iya bu, angga terlihat sudah pantas menjadi seorang ayah " ucap pak aldi


Sinta yang melihatnya pun hanya tersenyum kecil.


" Kamu namai siapa anak kamu sin?" ucap bu sen


" aku namai " Dita Cinta Wijaya " karna aku ingin anakku mendapatkan banyak cinta dari semua orang." ucap sinta sambil senyum


" Indah sekali nama yang diberikan oleh ibumu. dita sayang." ucap bu sen


sambil mengecupi dahi dita. dita pun tersenyum


" lucunya.. dita seneng banget di ciumi.. cup.. cup.. " ucap bu sen yang terus manciumi dita pak aldi dan angga juga menciumi dita.


Setelah berada di rumah sakit selama 3 hari mereka pun di perbolehkan tuk pulang


2 tahun kemudian


hari2 terasa amat cepat dita kini sudah berumur 2 tahun dan sudah bisa berlarian kesana kesini, restoran pak aldi pun semakin banyak pengunjung dan sekarang sudah memiliki banyak cabang di beberapa daerah. Angga juga sudah mendapat gelar docter dan akan sarjana pada minggu ini


" Dita, jangan lari2 sayang. nanti kalo kamu jatuh. " ucap sinta sambil mengejar dita


" Gak mamah.. prakk... " ucap dita lalu dita pun jatuh dan kepalanya menabrak meja restoran


" Tuh kan.. mamah kan dah bilang jangan main lari2 kalau di restoran, soalnya banyak orang dan banyak benda2 yang berbahaya buat Dita." ucap sinta

__ADS_1


" Maaf ya mamah.. lain kali dita akan berhati hati kalau lari. " ucap dita sambil memelas


" Janji.. " ucap sinta dan mengacungkan kelingkingnya


" Dita Janji " ucap dita sambil menyatukan kelingkingnya dengan ibunya


Sinta pun menciumi dita berkali kali. Dita pun begitu senang


" Nenek juga mau donk, di cium dita." ucap bu sen sambil mendekatkan pipinya pada dita.lalu dita menciumnya


" Kakek juga donk, masak cuma mamah sama nenek dita yang di cium. " ucap pak aldi. dita pun menghampiri pak aldi dan menciumnya.


dita menjalani hari2 dengan bermain di restoran, karna ibunya membantu nenek dan kakeknya.


Restoran sangat penuh dengan para pengunjung hingga dita sedikit terawasi. dita mulai bosen berada di restoran. dita pun keluar dari restoran tanpa sepengetahuan sinta dan nenek kakeknya.


ketika restoran mulai sepi, sinta pun baru menyadari bahwa dia tidak melihat dita sejak tadi. sinta pun bertanya pada karyawan yang bekerja di restoran. ada sekitar 2 karyawan yang bekerja di situ


" Linda? kamu lihat dita nggak? " ucap sinta yang matanya sambil mencari cari dita


" nggak mbk, mangnya kenapa mbk?" ucap linda, tanpa menjawab sinta langsung bertanya pada wina


" Wina kamu melihat dita nggak? " ucap sinta


" Tadi sih di ruang mainnya.. " ucap wina


ayah dan ibu angga pun menghampiri sinta.


" Kamu kenapa sin? " tanya bu sen


" Dita nggak ada bu.. " ucap sinta dengan raut wajah cemas


" pak dita hilang pak.. " ucap bu sen


" Coba kita jari di sekitar restoran " ucap pak aldi


mereka semua pun mencoba mencari dita di sekitaran restoran. tapi sia sia mereka mencari.mereka pun berpencar mencari dita ke tempat yang lebih jauh.


karna ke capean sinta pun duduk di kursi taman.


" Dimana kamu dita? ibu tidak bisa hidup tanpa kamu sayang.. " ucap sinta sambil memegang kepalanya. tapi tiba2 sinta mendengar suara dita dari kejauhan


" Mamah... " teriak dita. sambil berlari menuju mamahnya

__ADS_1


" Sayang.. " ucap sinta yang juga menuju ke dita. mereka pun saling berpelukan


" Kamu kemana saja sih sayang? mamah mencarimu kemana mana dari tadi. " ucap sinta sambil menciumi dita


" Dita tadi melihat ada kupu-kupu terbang yang cantik. lalu dita mengikutinya. " ucap dita


" lain kali kalau mau keluar bilang dulu sama mamah atau kakek dan nenek, biar dita ada yang nemenin nanti kalau dita tak bisa pulang giman? " ucap sinta


" Dita nanti bakal di anterin sama om itu lagi, soalnya om itu yang mau nganterin dita pulang. " ucap dita


" Om siapa? " ucap sinta


" Om itu.. " ucap dita sambil menunjuk ke arah pria tinggi dan tampan yang sedang berjalan ke arah sinta dan dita.


" Permisi ya mbk? apakah anak ini adik anda? " ucap pria tersebut


" Saya bukan kakaknya, tapi ibunya.." ucap sinta


" Ohh begitu ya.. maaf kalo begitu saya kira anda kakaknya karna anda kelihatanya masih begitu muda " ucap pria tersebut


" Iya gk apa2.. terima kasih ya mas, sudah mau nganterin anak saya. " ucap sinta


" Iya sama2. " ucap pria itu


" Kalau begitu saya pamit pulang dulu ya " ucap sinta


pria itu pun mengangguk. sinta pun membawa dita menuju restoran karna sebentar lagi restoran akan tutup jam 09.00


pria itu pun berjalan di belakang sinta seperti sedang mengikuti sinta. sinta yang mulai curiga pun berhent dari jalannya dan melabrak pria tersebut.


" Mas ngapain ngikutin kami terus dari tadi? apa kamu penguntit? " ucap sinta dengan tatapan mata yang tajam sambil tangannya memegang erat tangan dita.


" bukan begitu.. anda salah paham.. saya juga melewati jalan ini. " ucap pria itu


" kalau begitu anda jalan lebih dulu." ucap sinta


" Oke.. " ucap pria itu


pria itu pun berjalan lebih dulu dari sinta. sinta pun mengikuti pria itu dari belakang.


kok dia gak berhenti2 ya.. emangnya dia mau kemana sih


Dan tiba2 pria tersebut berhenti di sebuah cafe baru yang berada di sebelah restoran angga. sinta pun terkejut dan langsung mengajak dita masuk ke restoran..

__ADS_1


Haduh.. kenapa tadi aku bilang dia penguntit, padahal dia sudah membantuku tapi malah aku bersifat kasar sama dia.. aduhh.. gimana ya supaya aku gak malu jika bertemu lagi dengan dia?


" Dita.. dita habis dari mana saja? nenek kakek dan mamah dita mencari dita kemana mana? " ucap bu sen


__ADS_2