
Dengan malas Aldi bangkit dari rebahannya dan membukakan pintu.
"Ada apa jurig?" Tanya Aldi dengan menyandarkan kepalanya di daun pintu. Aldi mengamati sang istri, dan sialnya Alana terlihat sangat imut dengan baju tidur bergambar Mickey mouse dan sandal bulu berwarna merah muda.
" Nih teh hangat dari mama," ucap Alana menyodorkan secangkir teh pada sang suami.
"Dari mama?" Ucap Aldi heran. Sejak kapan sang mama membuatkan ia teh ketika dirinya pulang kerja.
Aldi tersenyum miring lalu menerimanya, "bilang aja sih ini dari kamu," ujar Aldi kemudian menyeruput teh hangat itu.
"Mana ada, males banget. Buang-buang waktu aja," ucap Alana mengelak. Walaupun sebenarnya memang ia yang membuatkan teh itu. Alana merutuki dirinya sendiri, mengapa tadi ia harus berinisiatif untuk membuatkan Aldi teh. Kan jadinya ia sendiri yang gengsi menjawabnya.
Aldi hanya mencebikkan bibirnya, lalu masuk ke dalam kamar. "Masuk!"
Alana hanya menurutinya saja, entah mengapa ia juga ingin mengetahui aktivitas Aldi di kamarnya.
"Duduk." Titah Aldi saat mereka sudah berada di dalam kamarnya.
Lagi lagi Alana hanya menuruti perintah Aldi. Alana duduk dengan manis sembari memperhatikan Aldi yang tengah meletakkan teh di atas meja lalu ia mengambil tas kerjanya.
" Kalau mau melakukan tugas sebagai seorang istri nggak usah tanggung-tanggung. Sekalian temani saya ngerjain pekerjaan saya yang belum selesai." Ucap Aldi sembari duduk di sebelah Alana lalu mulai mengerjakan pekerjaannya.
"Siapa juga yang mau ngerjain tugas seorang istri? Emang teh itu beneran dari mama kok," elak Alana lagi.
" Iya-iya dari mama, mama dari anak-anak saya nanti." Ucap Aldi yang masih fokus pada berkas-berkas dan laptop di hadapannya.
Sial
Pipi Alana rasanya panas, ia merasa malu sekali.
__ADS_1
" Emang aku mau apa hamil anaknya om, enggak lah ya." Ucap Alana dengan tangan yang memangku bantal.
" Kamu emangnya bisa ngelak kan?" Balas Aldi.
Alana mengerucutkan bibirnya sambil menatap tajam Aldi yang masih sibuk dengan laptopnya.
"Bisa kok."
"Alah palingan juga sekali tindih juga nggak bakalan bisa bangun lagi." Ledek Aldi yang masih gencar menggoda istri mungilnya. Lumayanlah sebagai teman lemburnya.
"Siapa bilang? Bisa kok." Ucap Alana tidak terima diremehkan.
"Oh ya? Mau dicoba sekarang?" Canda Aldi sembari meletakkan berkasnya.
Alana yang melihat itu menggeserkan duduknya guna menghindari Aldi, tapi naas. Posisinya sekarang malah tambah semakin memudahkan aksinya Aldi.
Aldi malah mendorong tubuh ramping sang istri itu hingga dalam sedetik kemudian Alana terkungkung dibawahnya.
Alana tersenyum miring lalu mengangguk sembari tangannya dengan jail mengelus rahang Aldi. Posisi mereka terlihat sangat intim sekarang.
" Oh tentu bisa dong om," sedetik kemudian Alana mendorong tubuh Aldi dengan kuat. Sampai sampai Aldi yang sedang tidak fokus karena sentuhan Alana pun terjungkal dan terjatuh dari sofa.
Dug
"Auw," ringis Aldi yang merasakan sakit pada bokongnya karena posisi terjatuhnya yang duduk.
"Gimana sakit nggak om?" Tanya ledek Alana kemudian ia terbahak.
"Kuat banget ya ternyata kamu ya. Makan apa sih emangnya?" Ujar Aldi sembari berdiri dan mengusap bokongnya.
__ADS_1
" Ya makan nasi lah om."
"Pinggangnya encok nggak om?" Tanya Alana.
Aldi terduduk kembali di tempatnya dan meminum tehnya, "saya belum setua itu ya."
"UPS" ledek Alana dengan menutup mulutnya ala-ala.
Setelah itu Aldi sibuk dengan pekerjaannya dan Alana yang bosan memilih menyandarkan tubuhnya di sofa sambil memperhatikan Aldi.
Hingga beberapa menit tidak ada suara, membuat Alana mengantuk dan memejamkan matanya.
Aldi yang tidak mendengar ocehan dari sang istri pun mencoba melirik ke sebelahnya. Dan ia melihat Alana yang sudah tertidur pulas, Aldi yang melihatnya tidak berniat untuk memindahkan atau membangunkannya.
Aldi memilih melanjutkan pekerjaannya dengan ditemani Alana yang sudah tertidur pulas.
"Memang pantas dipanggil bocil," gumam Aldi saat melihat wajah Alana yang seperti anak kecil saat tertidur.
Satu jam kemudian pekerjaan Aldi telah selesai, Aldi merenggangkan ototnya sebelum membangunkan Alana.
"Bangun Alana," ucap Aldi sambil menggoyangkan bahu Alana dengan pelan.
Alana yang merasa terganggu dengan ulah Aldi pun perlahan membuka matanya. Tangannya mengucek matanya yang masih sangat mengantuk.
"Balik gih ke kamar kamu," suruh Aldi dengan tangan yang menarik kedua lengan Alana agar gadis itu berdiri.
Dengan langkah gontainya Alana berjalan keluar dari kamar Aldi dan pergi menuju ke kamarnya. Aldi yang melihat itu tersenyum kecil karena sang istri yang begitu menggemaskan.
Aldi menggelengkan kepalanya lalu membersihkan diri sebelum ia tertidur. Malam ini ia tidak merasa lelah seperti biasanya, apa mungkin karena ia ditemani sang istri? Baru saja ia mengeluh seperti tidak ada bedanya, tapi sekarang sepertinya ia sudah bisa membedakan perbedaannya itu. Walau harus berdebat masalah kecil.
__ADS_1
Tetapi menurutnya tetap saja berbeda.