Mendadak Menikah Muda

Mendadak Menikah Muda
Bab 23


__ADS_3

"Mah kok kak Aldi sama Alana tadi malam nggak pulang? Terus juga Alana kemarin nggak sekolah?" Tanya Vanessa ketika mereka sedang sarapan pagi bersama.


"Loh Alana nggak sekolah? Perasaan kemarin dia berangkat deh, pasti ini ulah Aldi. Kakak kamu tuh ternyata lagi buatin mama cucu, pasti kemarin dia main bawa aja alananya." Ujar mama Sandra sembari menyiapkan bekal untuk menjenguk temannya yang sedang sakit dirumah sakit.


"Hah! Maksud mama mereka bulan madu?" Terkejut Vanessa.


Mama Sandra mengangguk tersenyum, "mama seneng banget deh Nes, akhirnya mama sebentar lagi bakalan punya cucu. Dan kamu sebentar lagi punya ponakan. Mama kira Alana mau nunda dulu sampai dia lulus sekolah." Ujar mama Sandra.


Sedangkan Vanessa yang mendengar itu seketika ia lemas, ia tidak mau mempunyai keponakan dari Alana. Ntah lah rasanya ia tidak sudi memiliki keponakan dari musuhnya itu.


"Loh ini mama mau kemana?" Tanya Vanessa saat melihat mamam Sandra yang sibuk menata makanan di kotak makan.


"Mama mau ke rumah sakit, mau jenguk temen mama." Jawab mama Sandra. Vanessa mengangguk lalu ia menyudahi sarapannya, sungguh rasanya ia sudah tidak berselera lagi untuk makan.


"Nes coba deh kamu bayangin kalau misalnya di rumah ini ada suara tangisan bayi, uhh rasanya tuh mama seneng banget deh." Ucap mama Sandra dengan wajah berseri, ia merasa senang karena mengingat Alana dan Aldi yang sedang berbulan madu.


"No!!" Teriak Vanessa kencang.


****


Sedangkan ditempat lain, tepat nya di rumah sakit di ruangan rawat alana. Alana merasa sangat bosan di dalam kamar akhirnya ia memutuskan untuk berjalan-jalan di area rumah sakit.


"Kamu mau kemana?" Tanya Aldi ketika ia melihat pergerakan Alana yang hendak turun dari atas ranjang.


"Mau jalan-jalan om, bosen aku di kamar terus." Jawab Alana seraya ia mencoba untuk berdiri dengan perlahan.


Aldi yang sedang mengerjakan pekerjaannya di laptop, kemudian menutup laptopnya kembali. Sungguh rasanya Aldi kesal, kapan kerjaan nya kelar kalau sebentar sebentar ia selalu berhenti.


"Yaudah kalau gitu ayo," ujar Aldi dengan membukakan pintu agar Alana bisa langsung keluar.


"Kok om ikut, kan aku nggak ajak om." Ucap Alana sambil keluar dari ruangan rawat dirinya.


Aldi tak menjawab, ia hanya mengikuti langkah Alana dengan gagah.


"Mampir sini dulu yuk Na," ucap Aldi ketika mereka melewati ruangan dokter kandungan. Sebenarnya Aldi hanya ingin menggoda Alana saja.

__ADS_1


Alana bergidik, ia lantas langsung saja berjalan kembali saat sebelumnya mereka berhenti sejenak.


"Kan siapa tau kamu mau program anak Na," ucap Aldi.


"Apaan sih om, aku belum kepikiran ya. Aku masih anak sekolahan loh ya om." Ucap Aldi.


Setelah Alana mengucapkan itu, ia pergi meninggalkan Aldi yang langkah jalannya lambat. Alana memutuskan untuk pergi ke arah taman rumah sakit.


Aldi pun tidak melanjutkan lagi acara menggoda Alana, ia lebih memilih mengikuti Alana sampai mereka tiba di taman rumah sakit.


Alana duduk di bangku taman begitu juga dengan Aldi yang sedari tadi mengikuti Alana.


"Om mending kerja sama, biar nanti uangnya banyak, terus aku bisa belanja banyak nantinya." Ucap Alana.


"Saya mah nggak perlu rajin bekerja uangnya sudah banyak. Lagi pula kamu belanjain dulu uang nya, biar nggak numpuk banyak uang saya." Ucap Aldi.


"Diih emang om pernah kasih saya uang?" Tanya Alana.


"Loh memangnya belum ya?" Bukannya menjawab Aldi malah bertanya balik. Aldi pun langsung mengeluarkan dompetnya dan mengambil salah satu kartu dan memberikannya pada Alana.


"Yaudah nih kalau gitu pake sepuasnya," ucap Aldi lagi.


"Oh yah, berarti kalau selama ini saya belum kasih kamu uang, terus kamu di sekolah nggak jajan dong?" Tanya Aldi heran.


"Ya atuh jajan lah om, kan saya masih punya simpanan uang." Jawab Alana.


"Kirain saya kamu nggak punya uang," balas Aldi setengah meledek Alana. Alana yang diledek oleh Aldi pun rasanya ingin menunjukkan seberapa uang jajannya selama ini, namun sayang ia masih belum bisa mengatakan itu.


Di Rumah sakit yang sama dengan Alana, mama Sandra baru saja memasuki area rumah sakit bersama ketiga temannya.


"Guys kalian tau nggak kalau sebenarnya yang punya rumah sakit ini tuh ternyata masih muda banget." Ujar salah satu teman mama Sandra.


"Dari rumornya sih gitu," balas mama Sandra yang diangguki oleh dua teman lainnya.


Mereka sangat kagum ketika memasuki rumah sakit karena kesannya yang sangat mewah dan begitu terasa damai saat berada di dalamnya.

__ADS_1


"Terus yang saya dengar juga seorang cewek yang punya," ucap teman yang lainnya.


"Hebat juga ya sis, mana masih muda udah bisa punya rumah sakit sebagus ini." Ucap kagum mama Sandra.


"Duh kalau saya tau siapa orangnya mah, udah saya jodohin sama anak saya si kevan." Ucap Bu Santi yang merupakan ibu dari kevan sahabat Aldi.


"Saya juga mau, tapi mana mungkin cewek sehebat dia mau sama anak saya." Ucap ragu Bu Linda.


Sedangkan mama Sandra sudah tidak menginginkan wanita lain untuk putranya, karena bagi dirinya sosok Alana sudah sempurna menurut dirinya. Walaupun sebenarnya tanpa mereka sadari semua seseorang yang tengah mereka bicarakan itu adalah Alana.


Sebelum memasuki ruang rawat temen nya, mama Sandra menghentikan langkahnya saat ia melihat dua orang yang sepertinya ia kenali.


"Kok mirip anak kamu ya san?" Ucap Bu Linda saat mereka melihat punggung sepasang manusia yang tengah duduk di taman rumah sakit.


"Bukan itu, Aldi kan lagi bulan madu. palingan juga cuman postur tubuhnya aja yang dari belakang kelihatan mirip." Jawab mama Sandra yang masih terus memperhatikan taman.


Sedangkan ketiga teman yang lainnya mengangguk, "ya udah kalau gitu yuk kita masuk."


Sedangkan di taman Aldi berdiri karena ia akan membeli minum, akan tetapi matanya tidak sengaja melihat mamanya yang tengah memasuki salah satu ruang rawat.


"Gawat nih!" Gumam Aldi lalu ia menutupi wajahnya ketika mama Sandra menoleh ke arah taman.


" Om kenapa?" Tanya Alana heran ketika melihat Aldi panik.


"Itu ada mama," jawab Aldi yang membuat Alana menoleh ke arah yang tadi Aldi tunjuk. Namun sebelum itu, kepala Alana sudah dicegah terlebih dahulu oleh Aldi.


"Udah kamu diem aja jangan nengok, nanti ketahuan sama mama." Ucap Aldi.


"Beneran itu mama om? Jangan jangan om bohongi aku lagi," ujar Alana yang sepertinya tidak yakin akan ucapan Aldi.


"Beneran Na itu mama, mama lagi bareng temen-teman sosialitanya ." Ujar aldi yang membuat Alana panik.


"Terus gimana dong om?" Tanya Alana.


" Lebih baik kita balik ke kamar yuk Na, sebelum mama keluar dari ruangan itu." jawab Aldi yang diangguk Alana, kemudian Aldi membantu Alana berdiri.

__ADS_1


Alana lalu berjalan dengan terburu-buru, langkah kaki mereka berdua beradu di lantai marmer itu dengan sangat cepat. Hingga tiba-tiba…..


Ceklek


__ADS_2