Mendadak Menikah Muda

Mendadak Menikah Muda
Bab 26


__ADS_3

Di pagi yang cerah ini Alana memaksakan matanya terbuka, tadi malam Alana tidur kurang nyenyak. Ia tidak bisa tidur karena khawatir kalau semisalnya Alex datang dan akan membunuhnya pada saat ia tertidur pulas, namun syukurnya karena ternyata Alex tidak melakukan itu.


"****, gara-gara Alex tidur gue nggak nyenyak. Duh mager banget gue jadinya," gerutu Alana yang sudah duduk dan menjatuhkan kembali tubuhnya diatas kasur yang seakan-akan kasurnya minta untuk tidak ditinggalkan.


"Ahhh sial sakit banget," keluh Alana saat tak sengaja lengannya bersentuhan dengan kasur saat ia tadi menjatuhkan tubuhnya kembali.


Alana yang mulai sadar karena sekarang ia bukan seorang gadis lajang pun dengan segera bangun kembali dari tiduran nya, dengan langkah gontai dan masih terus menguap Alana mulai berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Alana baru saja akan mulai mandi, namun terhenti karena teringat oleh pesan dokter kalau lengannya belum boleh terkena air. Mengingat itu kembali ia tidak jadi mandi, namun ia hanya menyeka tubuhnya, mencuci muka dan menggosok giginya.


"Duhh … enaknya kepoin Alex ah," ucap Alana sembari keluar dari dalam kamar.


Tepat pada saat ia akan menuruni tangga,Aldi pun terlihat keluar dari dalam kamar sambil mengenakan dasinya.


"Mau kemana kamu Na?" Tanya Aldi ketika melihat Alana.


"Mau kebawah om," jawab Alana.

__ADS_1


"Oh yaudah gih sana," ucap Aldi kembali menutup pintu kamarnya. Alana hanya mengedikkan bahunya acuh, lalu mulai menuruni tangga kembali dan ia tidak peduli dengan sikap Aldi yang aneh tadi.


Sepertinya Alana akan menemui mama mertuanya saja, kan tidak mungkin ia menemui Alex, karena sama saja itu namanya ia menyerahkan nyawanya sendiri. Dan juga ia ingin menyiapkan sarapan pagi untuk Aldi, karena gini-gini juga ia tahu kewajibannya sebagai seorang istri.


Sesampainya di dapur, mama Sandra sudah terlihat berada di dapur.


"Loh Alana, kenapa turun?" Tanya mama Sandra saat melihat Alana berada di dapur.


"Maaf ya mah, aku nggak bisa bantuin mamah masak." Ucap Alana merasa tidak enak dan dibalas gelengan kepala oleh mama Sandra dengan senyum khas keibuannya.


"Atuh nggak apa-apa lah sayang, lagi pula ada bibi ini. Kamu kan masih sakit, jadi harus banyak-banyak istirahat." Ucap mama Sandra sambil menata makanannya di atas meja makan. Alana membantu dengan sebisanya, karena tangannya masih suka sakit kalau buat digerakkan.


Mama Sandra menggeleng, " papah tadi malam nggak pulang sayang, udah beberapa hari ini emang papah belum pulang kerumah." Jawab mama Sandra yang membuat Alana bingung. Tadi malam mbak Thea bilang kalau Alex terlihat pulang kok, masa iya mbak Thea bohong sih. Tapi nggak mungkin juga.


'kira-kira pulang kemana tuh aki-aki,' batin Alana.


"Mama kangen nggak sama papa? Soalnya kan selama aku udah tinggal beberapa hari disini tuh jarang banget aku ngeliat papah pulang," tanya Alana dengan hati-hati.

__ADS_1


Mama Sandra menghela nafas mendengar pertanyaan dari sang menantu dan juga wajah mama Sandra berubah menjadi sedih.


"Ya kangen lah, tapi mau gimana lagi. Papa kan kerja juga buat mama sama Vanessa juga kan."


"Palingan cuman Aldi yang udah nggak pernah mau lagi bergantung sama papah. Jadi mau nggak mau mama harus kuat tahan kangen sama papa, tapi setidaknya Vanessa nggak akan kabur kalau nggak dikasih uang." Jawab mama Sandra.


"Loh Vanessa suka kabur mah?" Tanya Alana yang baru mengetahuinya. Mama Sandra mengangguk sambil matanya berkaca-kaca.


"Yah gitu kalau misalnya keinginannya gak diturutin," jawab mama Sandra.


Alana terus memandangi wajah mama mertuanya, ia bisa melihat dari tatapan mata mama Sandra ada rasa yang sedang ditahan olehnya.


Tak lama dari itu terlihat Aldi yang menuruni tangga dengan setelan kerja kantoran lengkap.


"Pagi mah," sapa Aldi pada mama Sandra.


"Pagi juga sayang," jawab mama Sandra. Aldi pun dengan segera duduk di tempat biasanya ia tempati.

__ADS_1


Akhirnya mereka makan dengan tenang tanpa ada yang berbicara, hanya terdengar suara dentingan sendok saja. Setelah mereka selesai makan, Aldi pun dengan segera berangkat ke kantor.


__ADS_2