
"Boleh kita nggak usah ikut campur ya, itu masalah rumah tangga mereka. Mending kita urus aja rumah tangga kita sendiri," ucap Aldi dengan nada yang sedikit lembut.
" Tapi dia papa om, dan yang diselingkuhi mama om sendiri," ucap Alana lagi.
" Iya saya tau, maka dari itu saya tidak pernah mau menerima uang dari papa. Karena saya sudah tau dari lama papa selingkuh, dan bodohnya lagi papah beliin rumah untuk istri mudanya di kompleks yang sama dengan kita." Ucap Aldi dengan mengusap wajahnya kasar. Alana memandang sendu ke arah sang suami, ternyata berat juga ya masalahnya dia.
"Mama nggak pernah curiga atau mergokin papa gitu om? Secara kan ini nggak terlalu jauh dari rumah." Tanya Alana.
"Kamu tau kan mama tuh terlalu cinta sama papa, padahal mama udah sering dapat laporan dari tetangganya bahkan dari teman-teman sosialita nya, tapi mama nggak pernah percaya saking udah cintanya sama papa." Jawab Aldi lalu meminum airnya.
"Apa mama nggak pernah liat langsung gitu om?" Tanya Alana lagi.
Aldi menggelengkan kepalanya, "mama cuman pernah liat dari foto dan mama selalu bilang kalau itu editan."
"Kasian banget mama," ucap Alana yang matanya tiba-tiba memerah dan panas. Sungguh ia tidak tega sekali rasanya melihat orang yang sudah menerima dan menyayangi sepenuh hati dikhianati oleh pasangannya sendiri.
"Kamu yang menantunya aja yang ibarat baru kenal kemarin aja ngerasa kasihan, apalagi saya yang sudah dilahirkan dan dibesarkan oleh mama. Saya bahkan tidak berani membayangkan jika mama mengetahui ini bagaimana," ucap curhat Aldi.
__ADS_1
Alana spontan mengusap bahu Aldi dan mencoba memberikan dukungan, " kalau boleh tau, om udah tau semuanya dari kapan?" Tanya Alana.
" Dari saya SMP kelas tiga, dan mulai dari situ saya mencoba memulai membangun usaha saya sendiri. Saya sudah hilang respect dan saya sudah tidak mau menerima uang yang diberikan oleh papa. Saya berusaha menjadi orang sukses dan punya finansial yang baik jika nanti misalnya kelakuan papa sudah diketahui oleh mama dan mama memutuskan untuk bercerai, jadinya saya masih bisa memberikan kehidupan yang layak untuk mama dan adik saya nanti." Ucap cerita Aldi membuat Alana seketika memeluk Aldi.
"Kamu ingat nggak pas waktu mama bilang sudah lama tidak melihat kegilaan saya? Itu semua karena ini, setiap saya ingin bercanda saya selalu mengingat kelakuan papa yang bejat ini. Hanya setelah menikah dengan kamu entah kenapa saya bisa menghibur mama dan menjadi pribadi yang lebih banyak omong seperti yang kamu tau ini." Ujar Aldi yang mengungkapkan isi hatinya pada sang istri.
"Om yang kuat ya om," ucap Alana sembari mengusap bahu Aldi.
"Iya pasti saya kuat kok, apalagi saya masih kalau kita main lima ronde tanpa henti." Ucap canda Aldi yang langsung mendapatkan tabokan di punggung nya oleh Alana.
"Isshhh om mah malah mesum…. Padahal aku lagi terharu loh," ucap Alana bersungut dan mengusap sudut matanya yang mulai berair.
" Ya aku terharu lah om, ternyata om banyak masalah juga ya." Ucap Alana.
" Ya nama nya juga manusia, pasti punya masalah sendiri sendiri." Ucap Aldi.
"Udah ah yuk pulang, nanti dicariin mama kalau lama-lama," ajak Aldi. Mereka pun akhirnya pulang dengan berjalan kaki, sepeda mereka mereka tuntun. Disepanjang jalan mereka banyak bercanda membahas tentang apapun secara random.
__ADS_1
Sesampainya di depan mansion Aldi kembali memperingati Alana, "nanti bersikap biasa aja ya di depan mama."
Alana yang tau arti 'biasa' pun mengangguk dan mereka mulai masuk ke dalam mansion.
"Loh kalian dari mana? Kok nggak bilang ke mama? Terus pada nggak bawa hp lagi, bikin mama khawatir aja." Tanya mama Sandra memberondong banyak pertanyaan saat melihat anak dan menantunya yang memasuki rumah.
Aldi melihat ke arah Alana, ia kira tadi Alana sudah izin pada mama Sandra.
"Kamu tadi nggak izin dulu?" Tanya Aldi pada Alana.
" Lupa aku om," ucap Alana sambil menggeleng dan nyengir kuda.
Mendengar itu Aldi menggelengkan kepala, "kita habis sepedaan ma, nih aku temenin Alana, katanya mau di temenin main sepeda nya takut diculik katanya."
"Oh gitu… lain kali bilang dong kalau mau pergi," ucap mama Sandra lega karena mereka hanya keluar untuk bersepeda. Awalnya ia panik saat tidak menemukan anak dan menantunya di kamar masing-masing, apalagi ia melihat mobil Aldi masih terparkir di garasi.
"Maaf ya mah, Alana tadi lupa." Ucap sesal Alana.
__ADS_1
"Iya udah nggak apa-apa, mending sekarang kalian mandi habis itu sarapan. Tadi mama masak belum ada yang makan," ucap mama Sandra yang membuat sepasang suami istri itu mengangguk dan berlari menuju kamar masing-masing.
Mama Sandra tersenyum senang saat melihat dua insan yang kelakuannya menurut dirinya sama-sama random itu. Dia selalu berdoa semoga pernikahan mereka langgeng dan selalu harmonis, tidak seperti dirinya.