Mendadak Menikah Muda

Mendadak Menikah Muda
Bab 30


__ADS_3

"Aku mau itu om," ucap Alana menunjuk dengan heboh ke arah kedai es krim. Aldi pun memberi kode pada Leon agar memberhentikan mobilnya.


"Makasih om," ucap Alana lalu segera turun dan berlari ke arah kedai yang cukup ramai itu.


"Bos bener bener nikahi bocah," ucap Leon yang membuat Aldi menghela nafas nya kesal lalu mengalihkan tatapannya pada Alana yang sedang berdiri di kedai es krim.


"Sudah?" Tanya Aldi saat Alana sudah kembali masuk kedalam mobil dengan satu cup es krim yang cukup besar berwarna kuning.


"Om mau?" Tawar Alana pada Aldi. Aldi menggelengkan kepalanya.


"Nggak, buat kamu aja." Ujar Aldi. Mendengar jawaban Aldi, akhirnya Alana pun mulai memakan es krim nya, dan sesekali ia menyuapi Aldi.


Aldi mengingat sesuatu ketika ia tak sengaja melihat lengan Alana yang masih belum sembuh sepenuhnya, bahkan masih dibalut perban lengannya.


"Niko siapanya kamu?" Tanya aldi yang membuat Alana menghentikan kegiatannya dan malah menggigit sendok es krimnya.


"Bukan siapa-siapa," jawab Alana setelah beberapa saat terdiam.


"Yang bener? Mantan napi loh dia," tanya Aldi lagi.


Alana memutar otaknya untuk mencari alasan. ****! Ternyata Aldi tidak tinggal diam karena masalah lengannya.


"Loh kan waktu itu udah aku ceritain di rumah sakit kemarin om, om lupa? Ga heran sih kalau udah lupa, namanya juga udah tua." Ucap Alana yang bingung untuk menjawab apa lagi.


"Orang kamunya ceritanya nggak tuntas, mana ada yang kamu lewatin lagi." Ucap Aldi.

__ADS_1


"Kamu cuman bilang kalau kamu cuman mau nyelamatin temen kamu, tapi aslinya malah kamu yang jadi korban karena dendam Niko ke kamu?" Ucap Aldi yang membuat Alana sudah tidak memiliki kalimat yang bisa ia keluarkan, semua tentang Niko sudah Aldi ketahui.


"Iya," akhirnya Alana hanya menjawab itu saja.


"Kenapa sih nggak jujur dari awal aja?" Tanya Aldi lagi.


" Ya karena nggak ada gunanya juga om," jawab Alana.


"Ada"


"Apa?" Tanya Alana yang sebenarnya ia lumayan takut dengan suaminya sekarang ini.


"Kan jadinya saya bisa melindungi kamu," ujar Aldi yang membuat Alana terdiam. Alana memang sekarang membutuhkan tempat untuk berlindung.


"Niko itu musuh Abang kamu yang sekarang malah jadi dendam ke kamu dan saya juga tidak tahu apa alasannya, mungkin bisa jadi karena turun temurun. Niko pernah dipenjara karena kasus pembunuhan dan pemerkosaan, Niko juga berada di bawah kuasa orang yang lebih besar tapi saya belum tau siapa orang itu." Ujar Aldi menjelaskan berdasarkan laporan orang suruhannya beberapa hari yang lalu. Baru hari ini ia bisa membahasnya dengan Alana, kemarin-kemarin ia belum sempat karena pekerjaan dirinya yang begitu menumpuk.


"Apa kamu tau lebih?" Tanya Aldi kemudian. Alana menggelengkan kepalanya, walaupun ia sebenarnya masih ada satu nama Alex sang mertua yang terlibat di dalamnya.


"Kita sudah sampai tuan," ucap Leon ketika sudah sampai di mansion keluarga Graham.


Mama Sandra yang sedang duduk di ruang tamu mendengar suara mobil berhenti di depan rumah membuat ia keluar untuk melihat siapa tamu yang datang.


Mama Sandra heran begitu melihat Alana yang pulang sekolah bersama Aldi, apalagi Aldi membawa sang asisten pribadinya. Perasaannya jadi khawatir, takut sang menantu kenapa-kenapa.


"Kamu kenapa sayang? Apa ada yang sakit lagi?" Tanya mama Sandra dengan khawatir, Alana menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Nggak mah, aku baik-baik aja."


"Ya udah kalau gitu kita masuk, " ucap mama Sandra tetapi Aldi menolaknya.


"Aldi nggak ikut masuk mah, soalnya Aldi masih banyak kerjaan yang numpuk. Jadi Aldi langsung balik ke kantor aja," ujar Aldi.


" Udah tau numpuk, ngapain pakai jemput aku sih om." Ucap Alana.


"Emang salah kalau saya mau jemput istri saya," ujar Aldi. Mendengar apa yang Aldi ucapkan membuat Alana terdiam lagi.


"Yaudah mah Aldi berangkat dulu," ucap Aldi lagi lalu menyalami tangan sang mama.


Karena disini sekarang sedang ada mama Sandra, Aldi mendekati Alana lalu menyodorkan tangannya. Dengan malas Alana pun menerima tangan Aldi dan menciumnya, dan juga Aldi mencium kening Alana.


"Gila, ini beneran bos gue?" Gumam Leon yang sama sekali tidak percaya dengan apa yang barusan ia lihat. Masa iya bosnya yang dingin begitu memperlakukan manusia dengan begitu manisnya. Dan juga ia melihat sang bos yang tidak terlalu dingin ketika sedang bersama dengan Alana, beda sekali ketika Aldi sedang berada di kantor.


"Meeting nya jam berapa le?" Tanya Aldi. Leon pun kemudian melihat ke arah jam tangannya.


" Gawat bos! Tinggal dua puluh menit lagi," ucap Leon.


"Yaudah ayo buruan masuk," kata Aldi yang langsung terburu-buru masuk kedalam mobil begitu juga dengan Leon. Dua puluh menit bukan waktu yang lama, sedangkan perjalanan dari mansion ke perusahaan aja memakan waktu hampir setengah jam maka dari itu mereka harus mengebut hari ini.


"Dah…" dadah Aldi saat sudah berada di dalam mobil lalu ia mengedipkan satu matanya ke arah Alana yang membuat Alana bergidik melihat tingkah suaminya itu.


"Ayo masuk sayang," ajak mama Sandra memegang bahu Alana dan mulai menuntunnya masuk.

__ADS_1


__ADS_2