Mendadak Menikah Muda

Mendadak Menikah Muda
Bab 33


__ADS_3

Kini di dalam kamarnya Alana tengah merenung, pikirannya kembali mengingat pagi tadi yang ia lihat. Semakin tinggi level keburukan Alex Dimata dirinya, semakin tinggi pula Alana ingin segera menuntaskan semuanya walaupun ia sekarang belum menemukan bukti apapun. Tapi ia juga masih memikirkan sang mama mertua, apa ia sanggup melihat kesedihan mama Sandra jika semua ini terbongkar. Bagaimana perasaan ibu dua anak itu nantinya.


Sekarang ia jadi berpikir, jika sosok yang sempurna seperti mama Sandra saja masih diselingkuhi bagaimana dengan dirinya ini yang bukan apa-apa.


Alana memandangi cincin di jari manisnya. Pernikahan ini, apa ia juga akan diperlakukan sama oleh Aldi. Bukan tidak mungkin, karena kan di tubuh Aldi juga mengalir darah seorang bajingan dari seorang Alex.


Alana juga tidak dapat memungkiri, kalau ia sudah mulai nyaman tinggal disini. Walaupun ia harus tinggal seatap yang sama dengan pembunuhan orang tua dan abangnya, tetapi ada sosok mama Sandra dan Aldi yang membuatnya merasa seperti memiliki keluarga kembali. Ya walaupun ia dan Aldi kini masih sering berdebat, tapi sungguh ia merasa nyaman. Alana melihat seperti tidak ada sifat Alex pada tubuh Aldi, dan semoga saja Aldi hanya mewarisi sifat baik mama Sandra.


Ada perasaan lain yang muncul dihati Alana sekarang, yaitu takut. Alana takut akan ditinggalkan lagi, ia takut sendirian lagi. Apalagi jika nanti Aldi sudah mengetahui alasan yang sebenarnya ia mau menerima pernikahan ini, bisa-bisa kelar hubungan pernikahan ini.


"Hayo…. Pasti lagi ngelamunin saya ini," ucap seseorang yang langsung membuat Alana terperanjat saat ada yang berbisik di telinganya. Ternyata yang mengagetkannya adalah sang suami.


"Apaan sih om, bikin kaget aja. Nggak sopan tau masuk kamar orang sembarangan ," ucap Alana dengan kesal.


"Lah… saya udah ketuk kali, tapi kamunya aja yang nggak denger, karena berhubung pintunya nggak dikunci ya sudah jadinya saya langsung masuk aja deh. Soalnya saya kira kamu bunuh diri karena nggak ada suara nya," ucap Aldi.


" Dih sembarangan aja kalau ngomong," ucap Alana.


"Ya kan siapa tau aja Na, " ujar Aldi acuh.


Alana cemberut lalu menyuruh Aldi duduk disebelahnya , "om ada apa kesini?" Tanya Alana.


"Saya mau tanya, kenapa kok kamu belum pernah pakai uang dari ATM yang pernah saya kasih ke kamu?" Tanya Aldi heran, Alana bisa jajan pakai uang dari mana nih bocah.


"Habisan aku nggak tau PINnya," ucap Alana jujur. Bener juga sih, Aldi hanya memberikan kartunya tanpa memberitahu kan pin nya juga.


"Oh iya juga ya saya lupa, Pin nya tanggal pernikahan kita." Ucap Aldi memberi tahu.

__ADS_1


"Kita nikah tanggal berapa ya om?" Tanya Alana sekenanya.


Aldi yang mendengar itu membulatkan matanya, "kamu lupa sama tanggal pernikahan kita? Wah bener bener ya kamu nih," omel Aldi sambil menggelengkan kepalanya.


"Hehehe inget kok om, tanggal 19 kan om?" Aldi mengangguk.


"Good,"


" Masih ada yang mau dibicarakan lagi nggak om?" Tanya Alana.


"Kenapa emang?" Bukannya menjawab Aldi malah balik bertanya.


" Kalau udah nggak ada yang perlu dibicarakan lagi, aku mau turun. Mau bantuin mama masak makan siang," ucap Alana.


"Udah nggak ada kok cuman mau nanya itu aja tadi," ucap Aldi.


"Yaudah kalau gitu aku kebawah dulu ya om," ucap Alana pamit dan mulai berjalan keluar dari kamar.


"Om mau ngapain ikuti saya?" Tanya Alana begitu Aldi telah sampai di sampingnya.


"Mau bantuin kamu masak," jawab Aldi. Setelah itu mereka berdua berjalan bareng untuk pergi ke dapur.


"Siang mah," sapa Alana begitu mereka telah sampai di dapur.


"Siang sayang," ucap mama Sandra. Mama Sandra tersenyum senang melihat kedatangan anak dan menantunya itu. Ia sungguh berharap kalau mereka sudah mau mulai saling menerima satu sama lain.


" Kamu ngapain disini Di?" Tanya mama Sandra kepada Aldi.

__ADS_1


"Aldi mau bantuin Alana masak ma," jawab Aldi lalu mulai mengambil celemek.


"Emang kamu bisa?" Tanya mama Sandra ragu. Perasaan selama ini mama Sandra belum pernah sekalipun melihat Aldi memasak, bahkan untuk memasak air saja tidak pernah.


"Ya ya bi-bisa lah mah," ucap Aldi dengan tidak yakin.


" Ya Sudah kalau gitu mama mau coba rasain masakan kalian berdua aja," ujar mama Sandra sembari melepas celemek yang ia pakai.


"Loh mah?" Tanya Aldi.


" Untuk kali ini kalian yang masak menu makan siang hari ini, inget jangan sambil bercanda ya." Ujar mama Sandra lalu pergi meninggalkan dapur.


Alana dan Aldi saling tatap sejenak kemudian saling memalingkan wajah.


"Mau masak apa?" Tanya Aldi dengan memegang terong, ia bertingkah seolah ia terbiasa di dapur.


Alana meringis lalu menggaruk tengkuknya, sebenarnya ia tidak terlalu pandai memasak. Hanya cumi sambal ijo saja masakan andalannya.


" Cumi sambal ijo sama terong balado aja om," jawab Alana.


Aldi mengangguk lalu mencari cumi dan bahan lainnya di dalam kulkas. Mereka berdua mulai bekerja sama memasak makanan favorit mereka berdua.


"Kamu bisa masak masakan yang lain nggak?" Tanya basa basi Aldi sembari mengupas bawang, gerakannya memegang pisau dan bawang sangatlah kaku.


"Nggak terlalu bisa sih om," jawab Alana sembari mencuci cumi.


"Nggak apa-apa. Saya nikahi kamu kan buat jadi istri saya bukan buat jadi koki saya," ucap Aldi mencoba menghibur Alana.

__ADS_1


"Tapi kan kalau istri pinter masak biar bisa nyenengin suami om," ucap Alana.


"Iya sih, tapi kan nggak terlalu penting." Ucap Aldi. Setelah itu mereka memasak dengan saling bercerita tentang yang tidak penting, ada saja tawa dari mereka berdua yang terdengar.


__ADS_2