
" ALANA"
Teriakan dari Anita membuat Alana memejamkan matanya. Kini ia menjadi pusat perhatian dari semua siswa Nusantara, lantaran ia turun dari mobil sang ratu buli. Yah, Vanessa adalah seorang ratu buli di SMA Nusantara.
Bagaimana tidak? Alana dan para sahabat dikenal sebagai murid berprestasi dan tidak pernah mau berurusan dengan Vanessa. Namun sekarang, tiba-tiba Alana turun dari mobil Vanessa.
" Alana Lo kok bisa berangkat bareng sama si Vanessa sih?" Tanya Anita saat ia telah berhadapan dengan Alana.
"Loh kenapa? Hak gue dong mau dekat sama siapa aja," ucap Alana dengan ketus. Alana sedang berusaha bersikap seolah olah ia tidak suka dengan Anita yang saat ini sedang ada dihadapannya.
" Lo kan tau dia ini siapa? Lo ga takut dimanfaatin sama nih orang na?" Anita dan yang lainnya merasa khawatir dan kecewa dengan Alana. Karena mereka semua tahu seperti apa Vanessa orang nya. Vanessa nggak mungkin mau berteman dengan mereka tanpa memiliki alasan.
Sedangkan Alana diam saja tidak ingin menjawab ucapan Anita.
__ADS_1
" Minggir Lo, kita mau lewat." Ucap Vanessa dengan gaya sok nya.
" Udah Lo apain sahabat gue hah?" Tanya Anita menunjuk wajah Vanessa.
Vanessa tersenyum miring, " lah gue nggak ngapa-ngapain, sahabat Lo aja kali yang datang ke gue. Mungkin dia bosen kali ya berteman sama Lo."
Viona menahan lengan Anita yang akan menampar Vanessa. Dan hal itu malah semakin membuat gencar Vanessa untuk memancing emosi lawannya.
" Sebaiknya Lo ikut kita sekarang Alana," ucap viona dengan menarik lengan Alana, dan langsung ditepis kasar oleh Alana.
Alana hanya diam, bola matanya memutar malas kemudian ia mendorong pelan viona yang menghalangi jalannya. "Minggir "
Zaskia pun ikut menahan Alana, " apa-apaan sih kalian ," ketus Alana sembari mendorong Zaskia. Zaskia yang belum siap pun langsung jatuh tersungkur karena dorongan kuat dari Alana.
__ADS_1
"ALANA" Viona berteriak, karena Alana sudah terlalu kelewatan sekarang. Lantas viona membantu Zaskia bangun.
" Lo nggak papa? Apa ada yang sakit?" Tanya Viona, Zaskia hanya menggelengkan kepalanya. Sebenarnya ia merasa perutnya terasa nyeri.
Tak lama dari itu, terdengar suara orang berlari dari arah belakang yang ternyata para cowok yang datang.
"Kamu nggak papa Kia? Ada yang sakit nggak?" tanya Zean khawatir dengan kedua tangan berada di bahunya Zaskia. Zean adalah kembarannya Zaskia. Satria sebenarnya juga khawatir melihatnya, namun ia mencoba menahan diri untuk tidak mengucapkan apapun. Zaskia hanya menjawab dengan gelengkan kepalanya saja, yang menandakan bahwa ia baik-baik saja.
"Yah pawangnya pada datang semua nih. Duuhh takut nih," ucap Vanessa dengan nada berpura-pura takut.
" Udah sekarang mending kita masuk, jangan ngeladenin mereka." Ucap Keenan dengan menggandeng tangan viona, Zaskia disamping satria, sedang Zean sedang mengusap bahu Anita yang masih terlihat emosi.
Satria sama sekali tidak menatap Alana, yang membuat Alana semakin emosi. apalagi ia melihat tatapan satria hanya tertuju pada Zaskia. Apa dia sudah tidak sepenting itu kah dimata satria?
__ADS_1
" Yuk masuk," ujar Vanessa yang membuat Alana mengalihkan perhatiannya dari sang mantan pacarnya itu. Mungkin mulai saat ini ia harus terbiasa tanpa para sahabatnya, ia harus menyesuaikan dirinya di antara Vanessa dan para kacungnya.
Alana membetulkan letak tasnya, kemudian ia mulai mengikuti Vanessa dan kawan kawannya. Tiga orang yang memiliki rekam jejak yang jelek di sekolah, tapi tidak pernah dikeluarkan dari sekolah.