Mendadak Menikah Muda

Mendadak Menikah Muda
Bab 18


__ADS_3

Pagi ini di kediaman Satria dan Zaskia. Satria dan Zaskia sudah menikah karena suatu hal, kini mereka berdua tinggal di sebuah kontrakan yang tidak besar atau bisa dibilang kecil.


Mereka berdua di usir dari rumah setelah mereka dinikahkan, akhirnya mereka memutuskan untuk mencari kontrakan dengan harga yang murah.


Huek…huek…


Saat ini Zaskia tengah mengalami muntah-muntah yang belum juga bisa mereda. Zaskia sudah merasa sangat lemas, bahkan saking lemasnya Zaskia terduduk di lantai kamar mandi yang dingin.


Zaskia mencoba memejamkan matanya berharap mualnya akan segera mereda. Saat ini ia hanya sendiri di rumah karena Satria sedang bekerja di pasar sebagai tukang panggul. Satria terpaksa harus bekerja untuk membiayai kebutuhan mereka berdua. Satria akan bekerja pada pukul jam tiga pagi sampai jam enam pagi dan dilanjut lagi setelah ia pulang sekolah.


Sekitar lima belas menit Zaskia mencoba berdiam dan mengatur dirinya untuk tidak muntah lagi. Zaskia mendengar suara motor satria, akhirnya orang yang ia tunggu dari tadi sudah pulang.


Zaskia membiarkan Satria memanggil manggil namanya, dia sudah tidak mempunyai tenaga hanya untuk sekedar menjawab. Rasanya jika ia kembali membuka mulut, ia merasa seperti akan muntah kembali.


"Astaga Kia!" Ucap satria teriak. Satria dengan segera menghampiri Kia dan dengan segera ia mengangkat tubuh sang istri menuju ke kamar. Sebenarnya Satria merasa sakit pada bahunya, namun tetap ia abaikan rasa sakit itu.


"Kamu muntah lagi ya? Maafin gue pulang nya telat." Ucap Satria menyesal saat mereka telah sampai di dalam kamar. Sedangkan Zaskia hanya bergumam tak jelas dan malah ia menarik lengan Satria menuju ke arah perutnya. Satria yang sudah paham pun langsung mengelus perut yang masih rata milik sang istri.


"Masih mual?"


Zaskia menggelengkan kepalanya, "sudah nggak. Udah mendingan dari pada tadi." Ujar Zaskia.


Satria mengambilkan minum yang memang sudah disiapkan setiap sebelum ia berangkat pergi bekerja dan langsung memberikannya untuk Zaskia minum. Zaskia langsung meminumnya hingga habis, karena ia merasa tenggorokan nya sangat lah kering.


"Ya udah kalau gitu, gue siapin sarapan dulu." Ujar satria sembari keluar menuju dapur.


Hari ini satria tidak sempat untuk memasak, akhirnya ia tadi pas di jalan pula membeli bubur terlebih dahulu. Satria menuangkan bubur ke dalam mangkuk dan juga ia tidak lupa untuk membuatkan Zaskia susu hamil dan ia menyiapkan vitamin milik Zaskia. Disaat merasa sudah selesai, ia dengan segera membawanya ke dalam kamar.


"Kenapa kamu tadi pulangnya telat?" Tanya Zaskia saat ia melihat satria sudah kembali dari dapur.

__ADS_1


"Iya nih maaf yah, tadi aku ditawari kerjaan tambahan." Jawab satria sambil ia duduk di tepi kasur sebelah Zaskia yang saat ini tengah menyandarkan tubuhnya di sandaran tempat tidur.


Zaskia kemudian mengangguk dengan lemah, lalu ia ingin mengambil mangkuk yang berada di tangan satria. Namun sudah terlebih dahulu ditahan oleh Satria, "sini gue suapin, gue tau Lo masih lemas kan."


"Sekarang aaaa dulu," ucap satria. Zaskia dengan perlahan membuka mulutnya dengan pandangan yang masih tetap menatap ke arah Satria.


Zaskia melihat wajah Satria yang sangat terlihat sangat kelelahan, Zaskia merasa kasihan pada satria.


"Pasti kamu capek banget ya?" Tanya Zaskia disela-sela kunyahan nya. Sedangkan Satria hanya mengangguk dan mulai menyuapkan kembali bubur ke dalam mulut Zaskia.


Sejujurnya satria merasa sangat lelah, namun mau gimana lagi. Sekarang mereka hanya tinggal berdua, dan sekarang Satria mempunyai kewajiban dan tanggung jawabnya untuk Zaskia.


"Kok kamu lemes banget, beda sama yang kemarin kemarin. Emang muntahnya lama ya?" Tanya Satria ketika melihat Zaskia yang tampak lebih lemas dari sebelumnya.


Zaskia mengangguk, " iya lumayan lama." Jawab Zaskia.


"Maafin gue ya, gara gara gue Lo kaya gini." Ucap Satria.


"Pokoknya Lo harus bertahan ya, gue janji bakalan kerja lebih keras lagi buat kalian. Maukan Lo terus berjuang bersama sama?" Tanya Satria Serius.


Zaskia tersenyum haru mendengarnya,"iya aku mau kok berjuang bareng sama kamu, lagi pula sekarang kan udah ada dia disini. Zaskia sayang banget sama dia." Ujar Zaskia sembari meletakkan tangannya diatas perutnya dan disusul oleh Satria yang juga meletakkan tangannya diatas perut Zaskia.


Mereka sama sama tersenyum haru, mereka tidak menyangka di umur mereka yang masih muda sebentar lagi mereka akan menjadi orang tua.


Satria memberikan susu ibu hamil ke Zaskia dan langsung Zaskia minum hingga habis. Setelah semuanya telah selesai, Satria segera mandi dan ia melarang Zaskia untuk pergi sekolah. Satria tidak tega melihat Zaskia yang masih lemas seperti itu.


Sebenarnya Satria tidak tega akan meninggalkan Zaskia sendirian dirumah, akan tetapi hari ini ia ada ulangan yang sangat penting dan tidak bisa untuk ditinggalkan.


Sebelum pergi berangkat sekolah dan meninggalkan Zaskia di rumah sendirian, satria menyiapkan biskuit dan beberapa buah-buahan yang beberapa hari yang lalu sang Mamih berikan.

__ADS_1


"Nanti jangan lupa dimakan ya, kalau misalnya lagi kepengen apapun telpon gue aja. Nanti pas pulang sekolah gue beliin," ucap satria.


Setelah itu Satria kini kembali bersiap siap untuk pergi sekolah, ia sudah mengenakan seragam sekolah Nusantara.


"Oke nanti Zaskia makan," ucap Zaskia tersenyum.


"Ya udah kalau gitu gue berangkat dulu," ucap pamit Satria seraya bangkit kemudian mengambil tasnya dan mulai melangkah keluar dari dalam rumah.


Sedangkan di tempat lain, "lakuin sekarang. Suaminya udah berangkat sekolah. Sekarang tinggal yang cewek sendirian di rumah." Ucap seseorang yang ternyata sedari tadi sudah mengawasi rumah kontrakan Satria dan juga Zaskia.


***


Kini Alana tengah duduk di dalam mobil di depan sebuah bangunan kosong yang ternyata menjadi tempat berkumpulnya Niko dan para bawahan lainnya. Dari jarak yang lumayan dekat, Alana dapat melihat dengan jelas kalau Niko sedang bertelepon dengan seseorang. Namun sayangnya Alana tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan dengan jelas.


'pasti sekarang Kia udah diculik nih,' batin Alana yang melihat jam tangan yang ia kenakan.  Alana memang sudah menaruh satu orang suruhannya ke dalam untuk bergabung dengan para bawahan Niko. Alana berpikir itu mungkin akan mengurangi resiko Zaskia terluka walaupun tidak terlalu parah.


Kini wajah Alana berubah menjadi panik ketika orang suruhannya mengirimi dirinya sebuah foto, dimana disana Zaskia tengah berlumuran darah di dalam sebuah ruangan. 


****


Akhirnya kini konsentrasi Alana terpecah, dan sekarang juga mbak Thea belum memberikan kabar tentang keberhasilan tugas yang Alana berikan tadi. Kini Alana hanya yang ia mampu lakukan adalah ia memantau Niko jangan sampai dia pergi menemui Zaskia, karena khawatir kalau sampai bertemu dengan Zaskia itu pasti akan sangat berbahaya.


Sedangkan di sisi lain, saat ini Satria tengah serius mengerjakan soal ulangan harian mata pelajaran matematika. Tetapi entah mengapa ia merasa perasaannya tidak enak, ia dari tadi gelisah tanpa tahu apa penyebabnya.


"Satria Putra!" Ucap sedikit teriak pak Amir selaku guru matematika di SMA Nusantara. Satria terlonjak kaget mendengar teriakan itu, kemudian ia mengedarkan pandangannya dan ternyata semua siswa yang juga sedang melihat ke arahnya.


"Iya pak ada apa?" Tanya Satria dengan bingung.


"Kamu kenapa? Dari tadi bapak panggil panggil kamu, tapi kamunya malah melamun. Kamu lagi ngelamunin apa? Jangan-jangan kamu lagi ngelamunin Alana ya?" Tanya pak Amir yang mengundang sorakan dari semua siswa di kelasnya, memang semuanya guru sudah tahu tentang hubungannya dengan Alana kecuali kepala sekolah.

__ADS_1


"Lah dia udah nggak sama Alana kali pak," ucap teriak Gio dari arah meja belakang.


"Loh iya kah? Ya sudah kalau gitu kamu Satria kumpulkan kertas ulangan kamu, tinggal punya kamu doang yang belum dikumpulkan." Perintah pak Amir pada Satria, kemudian Satria langsung saja menyerahkan lembar ulangannya dan tak lama setelah itu bel tanda istirahat telah berbunyi.


__ADS_2