Mendadak Menikah Muda

Mendadak Menikah Muda
Bab 21


__ADS_3

"Gimana mbak?" Tanya Alana pada mbak Thea yang baru aja memasuki ruangan rawatnya. Mbak Thea mengangguk, kemudian ia mendekat kearah Alana yang masih duduk di atas bankarnya.


"Dia sudah sadar, bayinya juga baik-baik saja. Ya dia cuman luka dibagian tangannya aja. Tapi untuk semuanya dia sudah nggak apa-apa," jelas mbak Thea kepada Alana sesuai dengan apa yang ia dengar tadi.


"Tapi nggak ada yang tau kan pas mbak di sana?" Ucap Alana.


"Maafin mbak Alana, tadi mbak ketahuan sama Viona dan Keenan." Ucap mbak Thea dengan raut wajah bersalah, sedangkan Alana ia tidak terlalu kaget karena ia tahu seperti apa Viona orangnya.


"Tapi mbak nggak ngomong apa-apa kan?" Tanya Alana yang dibalas gelengan kepala oleh mbak Thea.


"Ya udah kalau gitu sekarang tugas mbak udah selesai, tapi tolong dijaga ya mbak rahasianya. Nanti kalau ketemu di sekolah anggap aja kita saling nggak kenal," ucap Alana.


Mbak Thea mengangguk-anggukkan kepalanya, "berarti gue masih harus terus sekolah gitu dengan tampilan kaya gini?"


Alana mengangguk, " kalau misalnya nanti di sekolah mereka tanya Lo terus, usahakan mbak menghindar aja ya mbak. Soalnya gue rasa Viona udah mulai curiga ke gue, jadi kayaknya Lo bakalan aman dari Viona. Dan satu lagi mbak, makasih banget ya mbak karena udah mau bantu gue." Ucap Alana , walau lengan nya terluka, Alana tidak masalah. Yang paling penting adalah Zaskia sekarang sudah selamat.


"Iya sama-sama, gue seneng bisa bantu Lo." Ucap mbak Thea.


Ceklek

__ADS_1


Mbak Thea terkejut saat ada yang membuka pintu ruang rawat alana tanpa izin, "Siap-"


Belum sempat ia marah, mbak Thea terkejut sekaligus terkagum dengan ketampanan lelaki di hadapannya saat ini.


Sedangkan orang yang baru saja membuka pintu ialah Aldi. Aldi yang ditatap seperti itu oleh mbak thea hanya melirik sebentar lalu mulai mendekati ranjang sang istri.


"Woi mbak istighfar, dia suami gue." Ucap Alana saat mbak Thea menatap Aldi tanpa berkedip.


Mbak Thea menggelengkan kepalanya dengan cepat, ia baru pertama kali bertemu dengan CEO tampan di depannya ini. Biasanya ia hanya bisa mengagumi melalui gambar atau Video saja. Tapi sekarang ia bisa melihatnya secara langsung.


Mbak Thea masih terus memperhatikan Aldi dan ia tidak akan pernah mau melewatkan waktu ini.


"MBAK!!!" Teriak Alana hingga membuat mbak Thea kembali sadar dan menyengir saja. Sungguh Alana tidak menyukai tatapan mata mbak Thea pada suaminya ini.


Kini Alana dengan wajah kesalnya menatap ke arah Aldi.


"Kenapa? Cemburu ya..?" Goda Aldi sembari menarik kursi untuk ia duduki.


"Dihh…nggak ya, geer banget sih om." Ucap Alana mengelak dan memalingkan wajahnya.

__ADS_1


"Jujur aja kali kalau cemburu mah," goda Aldi lagi.


" Tau lah males sama om," ucap Alana kesal. Sudah tau dirinya sedang sakit, tapi masih aja di jailin.


Aldi menghenti menggoda alana lalu menoyor pelan kepala Alana, "masih bocil udah banyak masalah aja kamu."


" Ya namanya juga manusia om," ucap Alana.


"Ya udah, nih kamu mau makan buah nggak?" Tanya Aldi ketika ia melihat parcel buah di atas nakas.


"Mau om, aku mau apel strawberry om." Jawab Alana ketika melihat ada buah kesukaannya.


Setelah mendengarkan apa yang Alana mau, ia dengan segera mencuci buah yang diinginkan oleh sang istri.


"Nih makan," Aldi menyerahkan strawberry yang sudah dicuci ke Alana.


Malam ini Aldi memutuskan untuk tidak pulang dan ia akan menemani istrinya di rumah sakit.


"Om, kita nggak dicariin mama Sandra ya?" Tanya Alana saat melihat Aldi yang sudah sibuk dengan laptopnya di sofa yang memang disediakan ruangan ini. Alana sangat tau bagaimana sifat penyayang nya mama Sandra, ia pasti khawatir kalau anak-anaknya belum pulang.

__ADS_1


"Nggak," jawab Aldi dengan santai.


"Loh kok bisa om?" Tanya Alana dengan heran. Tidak mungkin kan mama Sandra tidak panik, apalagi sekarang sudah jam sebelas malam. Kalau gini Alana jadi curiga dengan suaminya.


__ADS_2