Mendadak Menikah Muda

Mendadak Menikah Muda
Bab 25


__ADS_3

"Hari ini saya sudah boleh pulang dok?" Tanya Alana, pada dokter yang tengah memeriksa dirinya.


"Iya kamu nanti sore udah boleh pulang," jawab sang dokter setelah memeriksa keadaan Alana yang sudah membaik.


"Baik dok, terima kasih ." Ucap Aldi.


Setelah dokter keluar, Aldi pun beranjak keluar dari ruangan rawat Alana.


"Mau kemana om?" Tanya Alana saat melihat Aldi bangkit dari duduknya.


"Mau bayar biaya kamu selama disini," ucap Aldi kemudian berlalu keluar.


Alana pun dengan segera mengambil teleponnya dan mulai menelpon seseorang.


"Pak Aldi mau bayar biaya rawat saya selama disini, kamu kasih aja rinciannya yang sebenarnya." Ucap Alana lalu mematikan sambungan teleponnya.


Alana berpikir berapa kira-kira biaya yang harus Dibayar oleh Aldi, karena Alana sangat tau betapa mahalnya rumah sakit miliknya ini, apalagi Alana di rawat di ruang VVIP.


"Ah biarin ajalah, palingan juga cuman puluhan juta. Nggak bakal terasa juga di kantong dia," ucap Alana bermonolog. Tak lama setelah itu, Aldi pun telah kembali setelah membayar biaya perawatan Alana.


"Mahal ya om?" Tanya alana saat Aldi duduk di sofa.


"Enggak kok, lebih mahalan cincin yang kamu pakai." Jawab Aldi.


Alana pun sontak melihat ke arah jari manisnya yang ternyata memang benar juga, cincin nikah yang ia pakai saat ini memang lah sangat mahal.


"Emang harganya kira-kira berapa om ini cincin?" Tanya Alana pura-pura tidak mengetahui harga cincin tersebut.

__ADS_1


" Yah intinya kamu bisa buat beli mobil mewah dan itupun masih ada kembaliannya," jawab Aldi dengan santai nya.


"Wah kalau mahal kayak gini, lebih baik aku jual aja ya om, biar aku cepet kayanya." Ucap Alana ngawur.


"Boleh silahkan. Tapi siap-siap aja kamu di ceramahi sama mamah tujuh hari tujuh malam nonstop," ucap Aldi dengan entengnya mencoba menakut-nakuti Alana.


"Ya kan palingan juga om yang diceramahi bukan aku," ucap Alana.


" Pasti mamah ngiranya saya nggak pernah kasih kamu nafkah, padahal kan sebenarnya kamu yang nggak menafkahi saya." Ucap Aldi dengan nada kesalnya.


"Loh kok aku sih om? kan memang tugas suami buat cari nafkah," ucap Alana bingung.


"Loh emang bener kok, kamu nggak kasih saya nafkah biologis buat saya." Mendengar ucapan Aldi membuat Alana kicep seketika.


"Lohbener kan? Kenapa diem?" Tanya Aldi kemudian mulai membuka laptopnya lagi.


Setelah itu tak ada lagi perbincangan apapun, mereka berdua sibuk dengan pemikiran dan kegiatan masing-masing. Aldi yang kembali fokus bekerja dan Alana yang sibuk memikirkan ucapan Aldi tadi, hingga….


Tok


Tok


Tok


Aldi yang mendengar ada yang mengetuk pintu pun dengan segera bangkit untuk membukakan pintu.


" Permisi, maaf saya mau melepas infus nona Alana, nona Alana sudah boleh pulang." Ucap seorang perawat yang diangguki oleh Aldi sembari ia mempersilahkan perawat tersebut untuk masuk.

__ADS_1


Perawat itu pun masuk dan langsung saja melepaskan infus dari tangan Alana, Alana pun sudah dipersilahkan untuk mengganti bajunya dengan baju miliknya sendiri.


"Semoga nona lekas sembuh, kalau begitu saya pamit pergi dulu, permisi." Pamit perawat tersebut, Alana tersenyum membalasnya dan tentunya setelah ia mengucapkan terimakasih.


Aldi lalu mengajak Alana keluar setelah dirasa semuanya sudah beres ia kemasi, sedangkan Alana hanya menurut dan keluar dengan masih dibantu Aldi.


Di Sepanjang lorong rumah sakit beberapa dokter yang melihat Alana ingin mengucapkan salam, namun sudah Alana beri kode dengan kedipan mata oleh Alana. Dan beruntungnya para dokter pintar hingga membuat Alana bersyukur karena mereka semua memahami kode yang Alana berikan.


Begitu mereka telah tiba di mansion, ternyata mama Sandra sudah menunggu kedatangan mereka berdua.


"Akhirnya menantu kesayangan mamah pulang juga," ucap mama Sandra menyambut kedatangan mereka berdua. Mama Sandra pun memeluk Alana dengan hati-hati karena takut menyenggol luka Alana.


"Kamu mau langsung istirahat di kamar Al?" Lanjut tanya mama Sandra pada Alana.


"Nggak deh mah, aku bosen tiduran Mulu. Aku mau diruang keluarga aja mah," jawab Alana yang diangguki oleh mama Sandra.


Alana dituntun oleh mama Sandra menuju ke ruang keluarga dengan Aldi yang mengikuti dari belakang layaknya bodyguard.


"Sini duduk pelan-pelan sayang," ucap mama Sandra yang diangguki Alana seraya tersenyum. Padahal menurut Alana hanya lengannya yang sakit, tapi dia perlakukan layaknya orang sakit parah saja. Aldi hanya melihat mereka dengan pandangan datarnya.


"Udah pada pulang kalian bulan madunya? Gimana seru nggak?" Tanya Vanessa dengan sinisnya.


Mama Sandra menengok ke samping dan disana sudah ada Vanessa yang tengah berdiri sambil melihat ke arah Alana dan juga Aldi.


"Loh tumben kamu pulang?" Tanya mama Sandra menyindir Vanessa yang membuat Vanessa menyengir.


"Lagi males mah," jawab Vanessa. Ntah kenapa rasanya Vanessa sangat malas untuk pergi kemana-mana setelah pulang sekolah, rasanya ia ingin dirumah aja. Mungkin dirinya bosan kalau harus main terus. Setelah itu Vanessa berjalan memasuki kamar dan meninggalkan mereka semua.

__ADS_1


__ADS_2