Mendadak Menikah Muda

Mendadak Menikah Muda
Bab 13


__ADS_3

Kini jam istirahat yang sudah ditunggu tunggu oleh para siswa dan siswi telah tiba. Para murid kesayangan ni semua berbondong bondong keluar dari kelas menuju kantin untuk mengisi perut mereka dan juga untuk mengistirahatkan otak mereka setelah pelajaran menguras otak mereka.


"Yuk kita ke kantin," ajak Anita merangkul bahu Viona dan Zaskia. Alana hanya mengamati dari tempat duduknya, ia akan pergi ke kantin dengan menunggu Vanessa lewat di depan kelasnya. Mereka telah sepakat akan kemana mana bersama layak nya sebuah geng.


Alana hanya memandang tiga punggung ketiga sahabatnya yang telah menjauh dari penglihatannya, ingin sekali rasanya Alana ikut dalam rangkulan persahabatan mereka. Namun sekarang ia sudah tidak bisa, Alana kemudian bangkit dari duduknya saat melihat Vanessa bersama kedua sahabatnya sudah berdiri di depan kelasnya.


Sesampainya di kantin SMA Nusantara


"Demi apa Satria pinter masak"


"Gila Satria berdamage banget"


"Suami idaman banget sih"


"Sayang banget Satria udah sold out ya, kalau belum mah udah gue gebet kali."


"Eh bukannya Satria udah putus ya sama Alana?"


Dan masih banyak lagi yang mengomentari dan menatap kagum kearah satria. Alana yang baru masuk ke kantin mencium aroma masakan yang tidak asing bagi Indra penciumannya.


Nasi goreng buatan Satria.


Alana hafal betul aroma ini dan dugaannya ternyata benar, saat ini ia melihat satria yang tengah memasak di salah satu stand yang ada di kantin. Alana tidak bisa berbohong, kalau sampai sekarang ia masih sangat mencintai Satria, Alana merindukan semua tentang satria termasuk nasi goreng buatan Satria.

__ADS_1


Alana berbalik badan tidak jadi masuk ke dalam kantin, hatinya sakit melihat Satria yang ternyata bukan miliknya lagi.


Di taman belakang sekolah


Alana kini tengah menangis, ia tadi langsung pergi dari kantin tanpa menghiraukan teriakan Vanessa. Alana tidak sanggup melihat satria melakukan sesuatu hal yang biasanya hanya ia yang melihatnya, walaupun hanya sekedar membuat nasi goreng.


"Hiks… sakit banget ya Allah," gumam Alana sambil menepuk-nepuk dadanya. Tangisan Alana membuktikan bahwa gadis itu sangat terluka ditinggalkan Satria, sedangkan Satria sendiri sudah tidak seperti merasakan sakit hati seperti dirinya.


Walaupun kenyataannya sebenarnya sama, hanya saja Satria pandai menutupi rasa sakit itu. Dan kebetulan rasa sakit itu teralihkan oleh ia yang sekarang harus bekerja, mau tidak mau ia harus melupakan rasa itu.


Alana sudah mengetahui alasan Satria memutuskan dirinya, Satria harus menikah dengan sahabatnya sendiri karena suatu alasan. Dan juga Satria sekarang tinggal di sebuah kontrakan yang kecil karena ia diusir oleh orangtuanya.


Dan saat ini ia tahu apa alasan Zaskia gugup terhadap dirinya jika sedang berbicara, dan juga ia mengetahui alasan mengapa Zaskia sering melamun.


Alana menengok saat merasakan ada yang duduk disebelahnya, dengan cepat Alana menghapus air matanya.


"Siapa Lo?" Tanya Alana pada seorang cowok yang berseragam sama dengan dirinya. Cowok tersebut mengulurkan tangannya bermaksud mengajak berkenalan.


"Gue Jack, siswa baru disini." Ucap Jack memperkenalkan diri. Alana mengangguk sambil menerima uluran tangan Jack.


"Gue Alana."


"Lo kenapa nangis?" Tanya Jack, alana hanya menggelengkan kepalanya. Ia merasa sangat malu saat ada yang mempergoki dirinya saat sedang menangis.

__ADS_1


Jack menepuk pahanya kemudian berdiri, "jangan menangis cantik, nanti cantiknya hilang." Ucap Jack kemudian ia pergi dari hadapan alana, sedangkan Alana menatap aneh kearah Jack yang tiba-tiba datang lalu pergi.


"Aneh banget"


"Woi!" Ucap mbak Thea, sedangkan Alana terlonjak kaget saat mbak Thea menepuk pundaknya. Alana menengok pada mbak Thea yang kini ikut duduk disebelahnya.


"Lah Lo kenapa nangis?" Tanya heran mbak Thea ketika melihat mata dan hidung Alana yang memerah. Alana hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala sebagai jawabannya.


"Bilang Alana Lo kenapa?" Tekan mba Thea dengan memegang kedua bahu Alana.


Alana menundukkan kepalanya, "pasti Satria lagi kan?" Tebak mbak Thea. Alana mengangguk pelan membuat mbak Thea menghela nafasnya, sungguh memang yang berhubungan dengan cinta pasti memang lah sulit.


"Sudahlah, jangan dipikirkan lagi. Lagian juga kamu udah ada gantinya, pak Aldi jauh lebih dari segalanya dari satria kali." Ucap mbak Thea mencoba menghibur sambil membenarkan kacamata bulatnya.


"Lah lebih dari segi mananya lagi?" Ucap Alana.


"Lebih seksi dan lebih hot lah," ucap mbak Thea dengan nada manjanya. Membuat Alana bergidik mendengar itu dan sukses membuat mbak Thea tertawa lepas.


"Udahan mbak ketawanya, jangan ketawa kaya gitu. Masa iya ada cewek cupu yang ketawa kaya gitu." Ucap Alana memperingati sekaligus meledek mbak Thea.


"****."


Akhirnya bel tanda masuk pun tiba, mereka berdua berjalan beriringan untuk menuju ke dalam kelas masing-masing

__ADS_1


__ADS_2