
"Ya bisa dong, apa sih yang nggak bisa buat saya." Balas Aldi. Alana yang mendengar itu memutar bola mata jengah.
Kemudian Alana menarik selimut dan mulai memejamkan matanya, ia sedang malas untuk berdebat, Jadi biarkan saja. Sedangkan Aldi lebih memilih melanjutkan pekerjaannya saat melihat Alana tertidur.
***
Pagi harinya Alana masih tertidur pulas di ranjang rumah sakit, begitu juga dengan Aldi yang masih tertidur pulas diatas sofa.
Drrtt
Drrtt
Drrtt
Dering telepon milik Aldi berbunyi berulang kali, tampaknya sang penelepon mempunyai urusan yang sangat penting dengan sang CEO itu.
Alana yang merasa terganggu dengan suara telepon Aldi yang terdengar begitu keras, apalagi ponselnya Aldi berada di atas nakas yang dengan Alana membuat ia terbangun.
Alana dengan geram pun mengambil buah jeruk dinakas lalu melemparkannya ke arah Aldi yang masih tertidur pulas.
Dugh.
"Awas…" ringis Aldi yang seketika terbangun karena ia merasakan ada benda keras yang mengenai hidungnya. Alana pun menutup mulutnya saat melihat buah jeruk itu yang tidak sengaja mengenai hidung milik Aldi hingga sedikit mengeluarkan darah.
"****," umpat Aldi yang kini tengah mengusap hidungnya yang mengeluarkan darah.
"Sorry om, nggak sengaja. Habisan handphone om bunyi terus, berisik tau." Ucap Alana seraya menunjuk ponsel Aldi.
Dengan raut wajah yang kesal, Aldi berdiri lalu ia meraih ponselnya dengan tatapan tajamnya yang terus mengarah ke Alana.
__ADS_1
Aldi tanpa melihat sang penelepon langsung mengangkatnya lalu menempelkan ponselnya ke telinganya.
"Hallo," ucap Aldi dengan suara seraknya karena baru bangun tidur.
"Hallo Di, mama ganggu ya?"
Aldi yang mendengar itu melebarkan matanya dan menjauhkan ponselnya untuk melihat nama yang tertera di layar ponsel. Aldi menatap ke arah Alana dan mengucapkan kata 'mama' tanpa suara.
"Nggak kok mah," ucap Aldi dengan menahan rasa sakit di hidungnya.
"Kamu lagi ngapain sih Di? Kok suaranya kayak lagi nahan sakit aja?" Tanya mama Sandra.
"Aldi nggak kenapa-kenapa kok mah, ada apa mah telepon." Tanya Aldi.
"Mamah cuman mau tanya, kamu sama Alana kapan pulangnya?" Jawab mama Sandra.
"Belum tau mah, nanti kalau dah mau pulang Aldi kabarin lagi." Ucap Aldi.
" Iya mah, bye." Ujar Aldi, lalu mematikan sambungan teleponnya.
Setelah itu Aldi menatap Alana yang ternyata juga tengah menatap dirinya.
"Kenapa?" Tanya aldi.
"Mama ngomong apa om?" Bukannya menjawab Alana malah balik nanya.
"Cuman nanya kapan kita pulang," jawab Aldi yang diangguki Alana.
"Eh… kamu mau kemana?" Tanya Aldi ketika melihat Alana hendak turun dari ranjang.
__ADS_1
" Mau ke toilet om," jawab Aldi.
"Pelan-pelan," ucap Aldi membantu Alana dengan memegang satu tangan dan pinggang Alana.
Alana terlihat memejamkan matanya erat saat merasakan lengannya terasa nyeri saat tak sengaja tersenggol oleh Aldi. Aldi memperhatikan wajah Alana yang sedang meringis kesakitan, saat dirasa Alana sudah terlihat mendingan. Aldi mulai melepaskan pegangannya dan membiarkan Alana masuk ke dalam toilet sendirian.
Aldi terus memperhatikan langkah Alana sampai Alana sudah tak terlihat lagi dibalik pintu toiletnya.
"Kamu cari tau siapa orang yang sudah mencelakai istri saya," ucap Aldi pada seseorang yang ia hubungi. Aldi merasa masih ada yang Alana tutupi pada dirinya, ia merasa penjelasan Alana kemarin masih seperti ada yang kurang.
"Saya mau besok udah ada laporannya," ucap Aldi lalu memutuskan sambungan teleponnya secara sepihak saat melihat Alana sudah keluar dari dalam kamar mandi.
"Udah?" Tanya Aldi.
Alana mengangguk lalu kembali bersandar diranjang dengan bantuan Aldi.
"Kamu mau makan?" Tanya Aldi begitu ia selesai membantu Alana.
"Iya om boleh, aku juga udah lapar nih." Jawab Alana mengangguk, karena sungguh ia sudah merasa lapar.
" Mau makan apa?" Tanya Aldi.
"Aku lagi pengen makan seafood om," jawab Alana.
"Oke," ucap Aldi sembari menganggukan kepalanya dan kemudian ia mulai pergi untuk mencarikan makanan pesanan Alana.
Ceklek
Setelah menunggu hampir satu jam akhirnya Aldi datang dengan membawakan makanan pesanan Alana.
__ADS_1
"Om kok lama banget sih?" Tanya Alana begitu melihat Aldi membuka pintu ruang rawatnya.
" Iya maaf, tadi saya mampir dulu ke apartemen buat ganti baju." Jawab Aldi dan menyerahkan makanan pesanan Alana. Alana kemudian mengambil dan mulai membuka makanan yang dibawa oleh Aldi. Mereka berdua pun akhirnya mulai memakan makanannya masing-masing tanpa ada yang berbicara.