Mendadak Menikah Muda

Mendadak Menikah Muda
Bab 16


__ADS_3

Pukul tujuh malam, Aldi telah pulang kerja dari kantornya. Mama Sandra meminta tolong untuk memanggilkan Alana untuk segera turun dari kamar.


"Assalamualaikum mau, masak apa mah?" Salam Aldi. Sudah menjadi kebiasaan Aldi saat sudah pulang kerja ialah menanyakan menu masakan yang dimasak sang mama.


Aldi memang sengaja untuk tidak makan malam diluar karena ia ingin menghargai sang mama yang selalu memasak untuk makan malam.


"Coba kamu tebak, ini kesukaan kamu loh." Ucap mama Sandra, dan kebetulan Alana juga sudah sampai di ruang makan.


"Cumi sambal ijo kan mah?" Tebak Aldi, lagi pula ia tadi sudah melihat sekilas masakan yang ditaruh diatas meja makan.


Mama Sandra terkekeh lalu ia menoleh kearah sang menantu," Alana kamu Salim dulu dong sama suami."


"Hah.. Salim mah?" Tanya Alana yang bingung.


" Iya, cepet gih cium tangan suami kamu, itu harus kamu harus terbiasa. Karena  salah satu tugas kita menjadi seorang istri." Ujar mama Sandra menjelaskan.


"I-ya mah," ucap Alana kikuk. Begitu pula dengan Aldi, Aldi juga merasa kikuk dengan keadaan sekarang. 


Dengan canggung Alana menghampiri Aldi, lalu ia mengambil tangan kanan Aldi untuk ia cium. Sedangkan Aldi memandang kaku pada apa yang dilakukan Alana, ia merasa sangat aneh.


Mama Sandra tersenyum geli melihat interaksi keduanya yang merasa canggung itu.


"Nah gitu dong, kamu harus biasain ya Na." Ucap mama Sandra.


"Nah sekarang giliran Aldi yang harus cium kening Alana," lanjut mama Sandra.


"Hah? Haruskah?" Tanya Aldi.


Mama Sandra mengangguk sebagai jawaban, dan ia mulai mengambil nasi dan lauknya dan ia taruh diatas piringnya. Akhirnya Aldi mulai mendekatkan diri untuk mencium kening Alana.


Alana pun duduk di sebelah kursi aldi dan mulai mengambilkan nasi untuk Aldi. Mama Sandra yang melihat itu pun tersenyum senang. Ia merasa bahagia melihat anak dan menantunya yang sudah mulai sedikit dekat.


Alana menoleh ke arah Aldi, "mau pakai lauk apa?"


"Cumi sambal ijo aja," balas Aldi yang kini memperhatikan wajah Alana yang manis itu.

__ADS_1


Setelah mengambilkan lauk sesuai dengan apa mau Aldi dan menyerahkan kembali menaruh piring Aldi yang sudah terisi untuk Aldi makan, setelah itu Alana mulai mengambil makanan untuk dirinya sendiri.


Aldi mulai menyendokkan makanan nya ke dalam mulutnya.


"Gimana rasanya Di?" Tanya mama Sandra yang melihat Aldi mulai memakan makanannya. Mama Sandra ingin mengetahui reaksi dari sang anak sulungnya.


"Rasanya sedikit beda dari biasanya mah, lebih agak sedikit pedas." Jawab Aldi setelah menyuapkan suapan pertamanya.


"Kamu lebih suka masakan yang sekarang apa yang biasanya?" Tanya mama Sandra lagi.


Alana sendiri sudah merasa deg-degan saat mendengar obrolan antara mama dan anak itu. sebenarnya ia juga penasaran akan penilaian rasa masakan yang ia masak tadi.


"Lebih suka yang ini sih mah, tapi tumben banget mama masak nya pedes? Biasanya mama nggak pernah masak pedas." Heran Aldi. Aldi tahu sang mama nggak akan membiarkan anak-anaknya memakan makanan pedas.


"Sebenarnya ini bukan masakan mama, ini itu masakan istri kamu Alana." Ucap mama Sandra yang membuat Aldi seketika tersedak.


Uhuk


Uhuk


"Pasti ada rancunya nih,"  ucap menuduh aldi saat sudah merasa lebih baik.


"Ihhh om apa-apaan sih, ya kali aku kasih racun. Kalau misalnya aku kasih racun nggak mungkin aku juga ikutan makan," ujar Alana dengan kesal karena dituduh oleh Aldi.


"Ya kali aja kamu sengaja masukin racun ke dalamnya, kan nggak ada yang tau." Ucap Aldi.


Alana kemudian menarik piring Aldi dengan kesal, "eh kamu ngapain?"


"Lah tadi katanya ada racunnya, yaudah nggak usah dimakan." Ucap Alana dengan ketus.


"Udah sini kasih saya, daripada mubazir. Tadi saya hanya bercanda," ucap Aldi kembali merebut piring itu lalu memakannya lagi.


"Udah udah stop, ini kenapa malah berantem sih." Ucap mama Sandra melerai. Tapi setelah itu mama Sandra terkekeh karena ia merasa lucu melihat perdebatan keduanya.


"Kamu mau tambah Di?" Lanjut tanya mama Sandra, saat ia melihat nasi di piring Aldi, ternyata tinggal tiga suap lagi akan habis.

__ADS_1


"Nggak mah," jawab Aldi. Sebenarnya Aldi ingin tambah lagi, karena masakan Alana enak untuk dirinya. Namun ia terlalu gengsi untuk menambah.


Alana kembali diam sambil memakan cumi sambal ijonya buatan dirinya, Alana merasa ingin terus menerus memakannya dan menambah. Akan tetapi, Alana tidak sanggup karena perutnya yang sudah merasa kenyang pun memutuskan untuk tidak jadi menambah.


Setelah mereka selesai makan, mama Sandra dan juga Alana mulai membereskan meja makan, sementara itu Aldi masih saja setia duduk di tempatnya tadi.


"Loh kamu kenapa masih disini? Tumben kamu nggak ke kamar duluan?" Tanya heran mama Sandra yang masih melihat Aldi. 


"Sebentar mah, tunggu nasinya turun dulu." Jawab Aldi mengasal.


Mama Sandra mengangguk sembari membawa semua piring kotor ke wastafel dapur. Sedangkan Alana saat ini tengah menyimpan sisa makanan tadi ke dalam lemari penyimpanan yang berada di dapur, kalau misalnya ingin memakannya lagi besok bisa tinggal dipanaskan saja.


Setelah memastikan semuanya sudah selesai, mama Sandra dan Alana langsung memilih untuk pergi ke kamar mereka masing masing. Aldi yang melihat sang mama dan sang istri sudah memasuki kamar masing-masing, ia mulai berjalan ke dapur dan menghampiri bi Nunik.


"Bi Nunik," panggil Aldi ketika ia telah sampai di dapur dan melihat bi Nunik sedang mencuci piring. 


"Iya," ucap bi Nunik sambil membalikkan badannya kearah Aldi.


" Aku mau minta tolong, anterin nasi sama cumi sambal ijonya lagi ke dalam kamar aku ya bi. Tapi jangan sampai ketahuan mama sama Alana ya bi, tolong ya bi." Ucap Aldi dengan sedikit berbisik.


Sedangkan bi Nunik tersenyum geli mendengar itu. Bi Nunik tahu kalau Aldi memiliki sikap gengsi yang besar. Tadi ia sedikit perdebatan antara Aldi dan juga Alana.


"Iya den, nanti saya antarkan," Ucap bi Nunik. Aldi yang mendengar itu lantas melangkahkan kakinya menuju ke dalam kamar untuk membersihkan tubuhnya.


***


Saat ini di dalam kamarnya, Alana sedang melihat-lihat galeri ponselnya. Alana melihat kembali foto kebersamaan dirinya dan juga Satria. Alan masih merasa belum bisa melupakan kenangan dirinya bersama satria. Karena mereka telah menjalin kasih mulai dari lama, tidak mudah bagi Alana untuk melupakannya.


Tadi sore Alana mendapatkan kabar dari teman sang Abang bahwa Zaskia kini sedang mengandung akibat kejadian waktu itu. Dan itu berarti sebentar lagi Satria akan menjadi seorang ayah. 


Sebenarnya Alana dan Satria mempunyai harapan indah yang sudah lama mereka susun, namun mereka harus mengubur dalam dalam harapan itu karena ulah dari Niko.


Tanpa bisa Alana bendung lagi, air matanya kini mengalir deras di pipi mulus Alana. Semua kenangan dirinya bersama satria masih terekam jelas di otak dan hatinya. Sulit bagi dirinya untuk melupakan Satria yang tidak sama sekali memiliki rekam jejak yang buruk. Alana masih terus menangis hingga tanpa sadar ia akhirnya tertidur karena kelelahan menangis.


Sedangkan di kamar lain, Aldi kini tengah kembali menyantap dengan begitu lahab cumi sambal ijo yang menurut Aldi sangat enak sekali. Ia tidak menyangka Alana bisa memasak makanan seenak ini, ia mengira Alana tidak bisa memasak.

__ADS_1


"Kalau gini caranya bisa gemuk lama-lama gue," ucap Aldi tengah makannya.


__ADS_2