
Ceklek
Gawat, ketika mereka baru saja berjalan dan akan melewati ruangan yang ada mama Sandra, mama Sandra terlebih dahulu keluar dari dalam ruangan itu. Sekarang mereka berdua terdiam dan tubuh mereka menegang.
"Loh Aldi? Alana?" Ucap mama Sandra terkejut saat melihat anak dan menantunya yang katanya akan pergi selama seminggu.
"Bukan mah," ucap Aldi ngasal yang malah ia dihadiahkan pijakan di kaki yang diberikan oleh alana. Sedangkan Alana ia menundukkan kepalanya.
"Kalian kok?" Ujar mama Sandra memandangi Aldi dan Alana dari atas hingga bawah, sungguh ia tak menyangka telah dibohongi oleh keduanya.
"Kalian bohongi mama?" Tanya mama Sandra.
Alana mengangkat kepalanya lalu menggelengkan kepalanya,
"bukan gitu mah, kita bisa jelasin kok semuanya." Ucap Alana.
"Loh kamu kenapa sayang? Kok kamu pakai baju pasien sih?" Tanya mama Sandra yang seraya memegang kedua lengan Alana yang membuat Alana meringis kesakitan.
"Auww…"
Mama Sandra yang mendengar ringisan Alana pun dengan cepat menyingkirkan tangannya dari lengan Alana.
"Sorry sorry.." ucap mama Sandra.
__ADS_1
"Mah lebih baik kita ke ruang rawat alana aja yuk, Jang disini." Ucap Aldi yang sudah bersiap akan diceramahi oleh sang mama. Akhirnya mereka bertiga berjalan menuju ruangan Alana dirawat.
Begitu sampai di ruang rawat alana, mama Sandra menarik telinga Aldi dengan begitu kencang hingga kepala Aldi miring.
"Auw..auw…sakit sakit mah," ucap Aldi.
"Kamu kan yang bikin mantu kesayangan mama kayak gini," ucap menuduh mama Sandra dan mulai melepaskan tangan nya dari telinga sang anak.
Aldi kemudian mengusap telinganya begitu mama Sandra melepaskannya, "nggak mah, bukan aku mah. Alana tu-" belum selesai Aldi berbicara mama Sandra sudah memotongnya.
"Mama kecewa sama kamu Di, kemarin kamu bilang sama mama mau bulan madu, tapi ini malah kamu ada disini. Kamu mau nutupin kalau Alana lagi sakit hah?" Ucap mama Sandra dengan menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan kebohongan sang anak dan menantunya.
Sedangkan Alana sedari tadi sudah menundukkan wajahnya saat ia mendengar nada bicara kecewa dari mama mertuanya, ia jadi merasa bersalah saat ini.
"Mah om Aldi bener mah, aku begini karena waktu berangkat ke sekolah nggak sengaja terluka mah. Om Aldi nggak salah, karena dia nggak kasih tau mamah karena nggak mau mamah khawatir." Ucap Alana menjelaskan walaupun ia berbohong.
"Coba sini mama liat lengannya," ucap mama Sandra lagi yang berusaha untuk menghilangkan rasa kecewanya. Alana pun menunjukkan lengannya yang diperban kepada sang mama mertua.
"Kenapa bisa sampai kaya gini sih sayang?" Tanya mama Sandra dengan lembut dan mengelus lengan Alana dengan lembut. Alana pun tersenyum karena mendapatkan perhatian dari mama mertuanya.
"Ini mah nggak sengaja baret kena etalase pas aku lagi di minimarket kemarin mah." Jawab Alana dengan berbohong, ia tidak mungkin bilang kalau ia begini karena berantem.
"Yaudah lain kali kalau kamu kenapa-kenapa bilang sama mamah ya, jangan sembunyikan apapun sama mamah." Ucap mama Sandra yang diangguki oleh Alana.
__ADS_1
"Terus kamu Aldi," tunjuk mama Sandra "kenapa juga harus pake alesan bulan madu segala?" Tanya mama Sandra kesal.
Aldi menghela nafasnya, mamanya saat berbicara dengan Alana saja sangat lembut, tapi kenapa sama dia malah jadi garang.
" Ya kan biar mama senang aja mah," jawab Aldi dengan seadanya saja.
"Kalau kaya gini ceritanya mamah bukannya seneng malah jadi kesel tau nggak kamu Aldi," ucap mama Sandra.
"Yaudah gini aja, biar mama nggak kesel lagi kalau aku beneran bulan madu deh sama Alana." Ucap Aldi yang membuat Alana membulatkan matanya terkejut.
"Nggak ah, nanti mama dibohongi lagi sama kamu." Ucap mama Sandra membuat Aldi meringis karena niatnya telah terbaca oleh mama Sandra.
Alana yang kelelahan mendengarkan Aldi dengan mama Sandra yang masih berdebat membuat dia mengantuk dan akhirnya tertidur pulas.
"Mah…" tunjuk Aldi pada mamanya untuk mengkode mamahnya untuk melihat ke arah Alana yang sudah tertidur pulas.
Mama Sandra pun akhirnya berhenti berdebat dengan Aldi, kini mereka berdua berjalan ke arah ranjang dimana terdapat Alana yang sedang tertidur.
"Kamu jaga Alana baik baik dong Di, jangan sampai kaya gini lagi Alana nya." Pesan mama Sandra pada sang putra. Mama Sandra sangat menyayangi Alana, entah mengapa ia begitu sangat suka pada Alana saat ia melihat pertama kali Alana. Karena itulah ia memilih Alana sebagai pendamping hidup putranya.
Aldi mengangguk kemudian ia mengantarkan sang mama keluar dari ruang rawat alana.
"Nggak usah lama-lama, kalau misalnya dokter udah ngebolehin pulang langsung pulang aja ya." Ucap mama Sandra begitu ia sudah berada diluar ruang rawat alana.
__ADS_1
"Iya mah," ucap Aldi lalu mencium tangan mama Sandra.
"Hati-hati mah," Mama Sandra mengangguk lalu ia menepuk pundak Aldi sekali sebelum ia pergi untuk menemui teman temannya. Mama Sandra jadi lupa tujuan awalnya kesini tadi.