Mendadak Menikah Muda

Mendadak Menikah Muda
Bab 15


__ADS_3

BRAK


Pintu toilet terbuka dengan keras memperlihatkan wajah Viona dan Anita yang sudah marah. Mereka mendapat kabar dari salah satu siswi bahwa Vanessa tengah melancarkan aksi membully nya.


"Lo ngapain lagi sih nes? Emang ada gunanya apa Lo bully murid lain kaya gini?" Ucap viona marah dengan tangan yang menghempas kuat tangan Vanessa yang masih menarik rambut gadis cupu tadi.


"Lo ngapain sih ikut campur terus sama urusan gue," balas Vanessa.


Alana yang memang sedari tadi ada disitu dan hanya diam saja dari awal pembullyan hingga sampai sekarang ia hanya berdiri tanpa membuka suara sama sekali.


Anita langsung menarik tangan gadis cupu itu dan menyembunyikannya di balik punggungnya.


"Wah mau jadi pahlawan nih ceritanya, masih kurang tenar apa dengan caper ke inti Regalius?" Ucap Vanessa dengan tangan yang dilipat di depan dadanya dengan tersenyum menyebalkan.


"Lo kali yang caper, yang ngedeketin Keenan padahal Keenan pacarnya Viona." Ucap Anita bersuara.


"Loh kan cuman pacar, Satria sama Alana aja bisa putus. Jadi ada kemungkinan dong Lo sama Keenan juga bisa putus kan?" Ucap Lula, teman Vanessa. Viona hanya tersenyum, tidak akan segampang itu menurutnya.


Alana mendengus kesal saat namanya dibawa bawa. Lula memang sudah lama mengincar Satria, jadi saat tau satria dan Alana putus ialah orang yang paling senang disini.


Lula belum tau aja, kalau sebenarnya sekarang Satria sudah menikah dengan Zaskia, kalau misalnya ia tahu dapat dipastikan Lula akan menangis lama.


"Ekhem… cie yang akur sama musuhnya," ucap sindir Anita. Tapi percayalah kalau sebenarnya Anita tidak benci dengan Alana, namun ia hanya merasa kecewa saja dengan Alana.


"Heh mau dibawa kemana dia?" Teriak Vanessa yang melihat gadis cupu itu dibawa pergi.


Viona terus menarik tangan mbak Thea pergi, walaupun ia masih diteriaki oleh Vanessa and the geng. Vanessa memang hanya akan membully yang lemah aja, saat ia menghadapi viona, nyali Vanessa tidak sebesar itu. Apalagi viona mempunyai bekingan yang sangat kuat, jadi ia tidak berani.


Sedangkan Alana ia tersenyum tipis saat rencananya berhasil, kini ia hanya tinggal menunggu bagian mbak Thea.

__ADS_1


"Jalan merpati no.8!" Ucap mbak Thea, Viona dan Anita berhenti berjalan saat mendengar ucapan dari adik kelas itu.


"Kita nggak nanyain alamat rumah Lo," ucap Anita sambil terkekeh. Sedangkan gadis cupu itu hanya tersenyum.


' itu juga bukan alamat rumah gue kali,' batin mbak Thea.


" Kalau gitu makasih ya kak, aku pergi dulu. Dan jangan lupa hati-hati kak." Pamit mbak Thea, Viona dan Anita dibuat melongo heran dengan gadis cupu itu. Pandangan mata mereka menatap punggung yang kini sudah semakin menjauh dari pandangan. Sungguh sangat tidak nyambung sekali obrolan mereka tadi.


"Aneh."


Viona menyimpan alamat yang tadi disebutkan oleh gadis tadi di dalam ponselnya, karena ia sudah sering mendapatkan kode seperti ini akhir akhir ini. Dan mungkin akan berguna untuk viona kedepannya.


Mbak Thea tersenyum senang saat melihat Viona yang seperti tidak menyepelekan ucapannya. Pastas saja Alana pintar, ternyata teman temannya cerdas juga.


"Beres," ketik mbak Thea mengirim pesan ke Alana untuk mengabari kalau tugas nya telah selesai.


Saat ini Alana sedang berguling-guling diatas kasurnya, karena ia tidak memiliki kegiatan apa-apa, Alex yang menjadi tujuannya pun jarang kelihatan di rumah. Karena ternyata Alex jarang sekali berada dirumah.


Alana belum juga mengetahui dimana letak ruang kerja Alex berada di sebelah mana.


Tok


Tok


Tok


"Iya, masuk." Ucap Alana sembari bangun dari acara rebahannya.


"Alana, bantuin mama masak yuk sayang." Ucap mama Sandra yang ternyata mengetuk pintu dan membukanya.

__ADS_1


'wah pas banget, tau aja kalau gue lagi gabut.' batin alana tersenyum.


"Boleh mah, yuk. Kebetulan banget Alana tadi bingung mau ngapain, nggak ada kerjaan." Ucap Alana sambil keluar kamar dengan menggandeng tangan mama Sandra.


Sesampainya di dapur, mereka mempersiapkan diri sebelum memulai memasak.


"Mau masak apa mah kali ini?" Tanya Alana.


"Cumi sambal hijau, masakan favorit suami kamu Na," jawab mama Sandra mulai menyiapkan bahan-bahan yang akan ia masak.


"Sama apa lagi mah?" Tanya Alana lagi.


"Sama orang tempe, kamu mau makan apa na? Biar sekalian dimasakin?" Ujar mama Sandra.


Alana menggelengkan kepalanya, " nggak usah mah, Alana juga suka kok cumi sambal hijaunya. Jadi nanti makan itu aja." Jawab Alana.


"Kamu bisa masak nya?" Tanya mama Sandra seperti ingin mengetes menantunya itu.


"Tentu bisa dong mah, kan itu juga masakan kesukaan aku. Jadi aku juga udah sering masaknya mah," ucap Alana.


" Yaudah kalau gitu coba kamu masak," ucap mama Sandra yang dibalas anggukan kepala antusias dari Alana.


Mereka memerlukan waktu satu jam untuk memasak makanan menu hari ini. Kini mereka menata masakan yang telah jadi, mama Sandra dan Alana menatap puas pada hasil menu masakan yang mereka masak.


" Nah sudah jadi kan, mendingan sekarang kamu bersih-bersih dulu aja na, sekalian nunggu Aldi pulang. Mama juga sekalian mau bersih-bersih, udah bau dapur banget nih badan." Ucap mama Sandra.


Alana pun menuruti ucapan mertuanya, lagi pula badannya juga sudah terasa lengket karena ia terakhir mandi tadi pagi.


Alana telah selesai mandi, kini ia sedang tiduran di atas kasurnya karena ia merasa lelah sehabis membantu mertuanya memasak makanan untuk makan malam.

__ADS_1


"Kira-kira masakan gue enak nggak ya?" Tanya Alana dengan dirinya sendiri. Sejujurnya ia merasa deg-degan saat tadi mama Sandra bilang akan membiarkan Aldi untuk mencicipi hasil masakannya tadi.


__ADS_2