
Saat ini Alana sedang duduk santai di sebuah ruangan yang terletak di bangunan yang sudah sangat lama ia tidak kunjungi. Dengan alasan akan ada kerja kelompok dan tugas sekolah, akhirnya Alana diizinkan asalkan ia pulang ke mansion keluarga Graham sebelum Maghrib.
Bukan tanpa tujuan Alana ke sini, para sahabat almarhum abangnya yang meminta ia untuk bertemu. Dan bisa Alana pastikan, pasti ada bahaya yang sedang mengincar Alana.
"Na, Lo harus hati-hati. Niko sudah keluar dari penjara, dan sekarang kayaknya dia lagi ngincer Lo." Peringatan dari Aldo, salah satu sahabat Aldebaran yang masih sangat setia pada janjinya untuk menjaga Alana.
"Ngincer gue gimana bang?" Tanya Alana. Alana memang tau jika Niko adalah musuh sang abang dulu yang dipenjara karena kasus pelecehan. Dan yang membantu para polisi menangkap Niko adalah aldebaran, abangnya Alana.
"Sebenarnya begini na, gua kemarin baru aja tau kalau Niko udah bebas sekitaran satu bulan. Dan lebih parahnya lagi kita kecolongan na, Niko udah mulai balas dendam ke elo lewat pacar Lo itu." Ucap Glen, wakil ketua geng yang didirikan oleh Aldebaran.
"Yang bener lu bang, parah banget sih." Ujar Alana yang merasakan perasaan tidak enak pada sahabat dan juga mantan pacarnya yang ikut jadi korban.
"Ya ampun kasihan banget Zaskia sama Satria jadi harus nikah cuman gara gara Niko, mana mereka sekarang hidupnya jadi susah karena mereka diusir dari rumah mereka." Ucap Alana lagi, sungguh Alana sekarang jadi tak membenci Zaskia dan malah ia sekarang jadi merasa bersalah pada gadis polos seperti Zaskia.
Zaskia jadi harus menjalani rumah tangga di usianya yang masih muda dan dengan keadaan yang belum sepantasnya.
"Selow dulu Queen, masih ada yang yang bisa Lo lakuin biar rasa bersalah Lo sedikit berkuran." Ucap Glen saat melihat adik dari mendiang sahabatnya ini sudah mulai terbawa emosi.
"Apaan?"
__ADS_1
"Niko lagi ngerencanain buat nyulik sahabat Lo si Zaskia, itu juga berdasarkan yang dari kita amati. Niko bakal ngelakuin itu tiga hari lagi di jalan Merpati no.8, di sebuah rumah mewah yang sudah lama kosong." Ucap Aldo.
Alana tampak mengernyitkan alisnya berpikir untuk apa tujuan dan maksud dari aksi Niko itu.
"Buat apa coba? Oh oke gue paham. Dia pasti mau mengkambing hitamkan gue kan?" Tanya Alana tepat sasaran.
"Good, pinter! Dia itu mau buat alibi kalau seolah olah Lo itu emang benci banget sama Zaskia, sampai sampai Lo ada niatan buat ngebunuh Zaskia." Ucap Glen sembari memakan buah yang tersedia diatas meja.
"Niko juga tau kalau sekarang Regalius itu masih ada dan sekarang dipimpin sama Keenan. Satria juga bagian dari Regalius kan? Makanya Niko pake satria juga biar inti Regalius hancur dan akhirnya bubar deh." Ucap Aldo.
Regalius adalah nama geng mereka yang sempat mereka non-aktifkan pasca meninggalnya Aldebaran, hingga sekarang sudah berganti pemimpin yaitu Keenan.
"Tapi gue juga belum terlalu yakin sih kalau cuman itu alasannya Niko, gue ngerasa masih ada alasan lain yang belum kita ketahui. Harusnya kan Niko belum bebaskan?" Ujar Alana. Alana tahu betul harusnya masih sekitar tujuh tahun lagi Niko dipenjara.
"Nah kayaknya itu juga ada orang besar di belakang Niko." Ucap Glen.
"Pokoknya yang penting sekarang Lo harus selamatkan dulu deh tuh sahabat Lo, takutnya nanti sampai mati malah Lo yang merasa bersalahnya seumur hidup." Lanjut glen.
Alana hanya mengangguk, ia sudah mempunyai rencana yang tersusun di kepalanya agar bisa menyelamatkan Zaskia.
__ADS_1
.
.
Vanessa dan teman temannya sedang membully salah satu adik kelas dengan dandanan cupunya.
" Heh Upik abu, kok Lo bisa sih sekolah di sini? Pasti Lo anak beasiswa ya?" Ucap Amara, salah satu teman Vanessa. Mereka marah besar karena tadi si cupu mengotori sepatu Vanessa dengan ice krim. Saat itu juga mereka membawa gadis cupu itu yang ternyata mbak Thea ke dalam toilet untuk mereka bully habis habisan .
Sedangkan yang dibully hanya menunduk dalam dalam tidak berani mengangkat wajahnya sama sekali. Sekarang mbak Thea sedang berperan sebagai murid baru yang penakut dan tidak berani melawan.
"I..iya kak," jawab gadi cupu itu.
"Pantesan banget. Lo tuh nggak pantes banget sekolah disini tau nggak?" Ucap Vanessa dengan tangan yang sudah menarik kuat rambut adik kelas itu.
"Ampun kak, sa-sakit. Tolong lepasin kak," ujar gadis itu yang berusaha melepaskan diri dengan cara melepaskan tangan Vanessa dari rambutnya.
"****! Kuat banget nih orang, kayaknya udah kebiasaan banget menjambak rambut orang kali ya." Batin mbak Thea.
BRAK
__ADS_1