Mendadak Menikah Muda

Mendadak Menikah Muda
Bab 31


__ADS_3

Aldi dan Alana kini sudah siap di depan mansion dengan sepeda mereka masing-masing. Sebenarnya Aldi saat ini masih sangat mengantuk, namun karena paksaan dari sang istri tadi pagi.


Flashback on


Tok….tok…tok…


"Om…." Panggil Alana di depan pintu kamar Aldi.


"Om bangun dong," ucap Alana lagi.


Ceklek


"Apaan sih?" Tanya Aldi dengan suara khas bangun tidurnya. Niat hati ingin bangun siang, sekarang malah gagal karena ulah sang istri kecilnya yang sangat berisik ini.


"Sepedaan keliling komplek yuk om," ajak Alana yang membuat Aldi memandang istrinya dari bawah ke atas yang memang sudah siap dengan pakaian bersepedanya.


"Kamu sendiri aja sana, saya masih ngantuk ini mau tidur lagi." Ucap Aldi lalu bersiap akan menutup pintunya, namun sudah lebih dulu ditahan oleh kaki Alana.


" Ayolah om, kalau aku sendiri nanti diculik gimana?" Ucap Alana membujuk Aldi karena saat ini ia sedang butuh teman untuk bersepeda.


"Nggak bakalan ada yang mau culik kamu, nggak ada yang minat soalnya." Ujar Aldi dengan menyandarkan tubuhnya di daun pintu.


"Kalau misalnya ada gimana om? Emang om mau jadi duda?" Tanya Alana.


"Nggak papa sih jadi duda. Duda perjaka ini dan kaya raya, pasti bakalan banyak yang mengantri buat gantiin posisi kamu." Jawab Aldi dengan lemas, sungguh rasanya ia sangat lemas. Semalam ia tidur pukul tiga dan sekarang ia masih sangat mengantuk sekali.


"Ayolah om," paksa alana dengan menarik tangan Aldi.


"Eh…eh…iya iya saya ganti baju dulu," ucap Aldi kemudian kembali menguap dan masuk kedalam kamar diikuti oleh Alana.


"Loh nggak cuci muka dulu om?" Tanya Alana saat melihat Aldi memasuki walk in closetnya.

__ADS_1


"Nggak perlu, saya udah ganteng ini " jawab Aldi.


Flashback off


Lima belas menit kemudian, Alana dan Aldi sudah siap di depan mansion dengan sepeda mereka masing-masing.


"Gimana kalau kita balapan, batas finishnya di taman kompleks. Yang kalah harus mau nurutin keinginan yang menang, gimana?" Tantang Alana yang langsung diangguki semangat oleh Aldi.


"Boleh siapa takut," saut Aldi menerima tantangan Alana.


"Kalau gitu aku yang hitung ya, di hitungan ketiga kita mulai." Ucap Alana.


"Oke siap ya," ucap Alana lagi.


"Satu…."


"Dua…."


Alana langsung menggoes sepedanya dengan sekencang kencang nya dan meninggalkan Aldi dibelakang sana. Aldi yang melihat Alana berada didepan sana dengan segera mengayuh sepeda untuk mengejar Alana.


Di sepanjang perjalanan Alana berteriak menyoraki Aldi yang masih jauh tertinggal dibelakang dan sesekali melihat ke arah belakang. Aldi pun semakin menambah Kayuhan nya agar bisa mengalahkan Alana.


Saat sepeda Aldi sudah berada disebelah Alana, gadis itu malah tiba-tiba berhenti dan terdiam.


"Ada ap-" ucapan Aldi berhenti dan kemudian ia menghela nafas ketika mengikuti arah pandang Alana. Kini ia tau apa yang membuat sang istri tiba-tiba berhenti dan terbengong.


"Ayo lanjut," ajak Aldi.


Alana menatap ke arah Aldi, "om? Tapi itu?"


"Udah ayo lanjut aja," ajak Aldi lagi tapi Alana masih diam di tempatnya.

__ADS_1


"Om?" Aldi mengangguk.


"Ke taman depan aja, nanti akan saya jelaskan." Ucap Aldi. Alana mengangguk dan kemudian mereka berdua mengayuh sepeda dalam keadaan diam dan tak bersemangat seperti sebelumnya.


Alana yang terkejut dengan apa yang ia lihat, dan Aldi yang tak menyangka istrinya akan melihat suatu hal yang sudah sejak lama ia simpan yaitu perselingkuhan papanya, Alex.


Sesampainya di taman


Kini Alana tengah menunggu aldi yang sedang membeli minum. Alana masih tidak mengerti mengapa Aldi diam saja saat mereka dengan jelas melihat Alex yang sedang berciuman dengan seorang wanita yang masih terlihat muda.


"Nih," Aldi menyodorkan sebotol air mineral ke arah Alana yang langsung diterima sambil mengucapkan terimakasih.


"Om udah tau? Kok biasa aja?" Tanya Alana sebelum meminum minumannya.


Aldi mengangguk kemudian duduk di sebelah Alana, " kamu jangan bilang-bilang ke mama ya." Pinta Aldi.


"Kenapa? Kasian mama dong om,"ucap Alana. Alana merasa bahwa mama Sandra harus mengetahuinya.


"Jangan dulu ya! Saya nggak mau lihat mama sedih," ucap Aldi dengan pandangan yang lurus ke depan.


"Tapi tadi siapa om?" Tanya Alana lagi.


Aldi menghela nafas sebelum menjawab pertanyaan Alana tadi, "istri mudanya papa."


Mendengar ucapan Aldi sontak Alana terkejut dan refleks menutup mulutnya, "loh kok bisa? Sejak kapan om? Kok om malah diam aja sih?"


"Kan tadi saya sudah bilang, kalau saya tidak ingin melihat mama sedih Alana." Ucap Aldi menekan. Alana terkejut karena baru pertama kali mendengar Aldi berbicara dengan nada yang penuh penekanan seperti itu padanya.


"Tapi kan om, itu nggak bisa dibiarkan aja om." Ujar Alana yang keinginannya untuk mengalahkan Alex semakin besar, sungguh ia tidak terima wanita sebaik, setulus dan sesempurna mama Sandra harus diselingkuhi oleh seorang bajingan seperti Alex itu.


"Boleh kita nggak usah ikut campur ya, itu masalah rumah tangga mereka. Mending kita urus aja rumah tangga kita sendiri," ucap Aldi dengan nada yang sedikit lembut.

__ADS_1


__ADS_2