Mendadak Menikah Muda

Mendadak Menikah Muda
Bab 12


__ADS_3

Sudah beberapa hari Alana tinggal di kediaman Graham, tapi Alana jarang sekali melihat Alex berada dirumah. Apakah memang segila kerja itu? Atau mungkin memang Alex jarang pulang? Mungkin Alana akan tanyakan nanti kepada mama Sandra .


Alana segera mengambil tas sekolahnya setelah ia selesai bercermin.


"Pagi mah," sapa Alana saat ia sudah sampai di ruang makan.


Mama Sandra yang tengah menata makanan pun tersenyum,"pagi juga sayang."


"Yang lainnya pada kemana mah?" Tanya Alana karena tak melihat orang lain selain mama Sandra dan beberapa maid yang sedang sibuk dengan pekerjaan masing-masing mereka.


"Biasa masih pada di kamar masing-masing," jawab mama Sandra.


Alana mengangguk, mungkin sepertinya saat ini waktu yang tepat untuk ia bertanya mengenai Alex. 


"Kalau om Alex udah berangkat kerja mah?"


" Kok om sih sayang, papa dong panggilnya." Ucap mama Sandra protes ketika mendengar Alana memanggil Alex dengan sebutan om, Sedangkan Alana hanya nyengir saja. Sepertinya rasanya Alana tidak sudi memanggil seorang pembunuh itu dengan sebutan yang sangat mulia bagi Alana.


"Papa sudah berangkat kerja mah?" Ucap ralat Alana, sungguh Alana merasa jijik sendiri dengan ucapannya.


Mama Sandra menghela nafasnya yang membuat Alana mengernyit bingung,


"papa tuh orangnya jarang banget pulang. Sekalinya pulang, pasti malem banget dan juga kalau berangkat kerja pasti pagi banget."


'Paling lagi sibuk buat ngancurin hidup orang lain kali.' batin alana.


"Berarti tidurnya di kantor mah?" Tanya Alana yang hanya dibalas anggukan kepala dari mama Sandra.


"Pagi mah," sapa Aldi yang baru saja datang dan langsung duduk.  Mama Sandra menjawab persis seperti ia membalas sapaan Alana tadi.


"Vanessa mana mah?" Tanya Aldi yang belum melihat Vanessa di sana. Mama Sandra menunjuk ke arah tangga dengan dagunya, disana Vanessa tengah menuruni tangga.

__ADS_1


Mereka pun memulai sarapan saat semua anggota keluarga sudah berkumpul.


"Nanti Alana berangkat sama kakak ya dek," ucap Aldi di sela-sela makannya.


"Loh ngapain? Kan arah kantor kakak sama sekolah berlawanan arah, jadi Alana berangkat sama aku aja." Ujar Vanessa yang ingin berangkat dengan Alana, Vanessa belum merasa puas  bermain-main bersama Alana dan para sahabatnya. Dalam tanda kutip 'bermain-main ' yang lain ya.


"Loh emangnya ga boleh yah kakak anter istri sendiri?" Ucap Aldi dengan mata yang melirik pada Alana.


"Ya boleh sih, tapikan nanti kalau kakak telat kerjanya gimana, lagian jauh juga loh." Ucap Vanessa.


Sedangkan dalam hati Alana berpikir, ada apa dengan kakak adik ini memperebutkan dirinya. Padahal kan Alana sendiri bisa bawa mobilnya sendiri, tapi hanya saja sekarang ini ia masih berpura-pura berasal dari keluarga tidak mampu.


"Sudah sudah jangan berebut, kalau misalnya Aldi mau nganterin istrinya sendiri ya nggak apa-apa kan? Lagian Vanessa juga bisa sekalian berangkat bareng kan?" Ucap mama Sandra memberi saran.


"Aku mendingan berangkat sendiri aja ke sekolahnya, dari pada jadi nyamuk." Ucap Vanessa lalu keluar rumah tanpa berpamitan terlebih dahulu.


Alana memicingkan matanya saat melihat Aldi tersenyum miring ke arahnya, pasti suaminya itu merencanakan sesuatu.



"Hmm" saut Aldi dengan deheman aja. 


"Kok tumben om mau anterin aku ke sekolah?" Tanya Alana. Sudah bisa ditebak kalau jika mereka sedang berdua pasti ada saja perdebatan yang terjadi.


"Sebagai ucapan tanda terimakasih aja, kan semalam kamu sudah menemani saya lembur kerja." Jawab Aldi tanpa mengalihkan pandangannya karena ia  fokus pada jalanan.


Alana membulatkan mulutnya sambil menganggukan kepalanya, "beneran?" Tanya Alana kembali karena kurang percaya pada jawaban Aldi tadi.


"Hehehe ya enggak lah," jawab Aldi yang merasa Alana sudah bisa menebak. Alana memutar bola matanya malas, ia sudah bisa menebak pasti ada maunya.


"Om mau apa? Cepetan bilang deh om." Ucap Alana.

__ADS_1


"Ya aku mau anterin istri aku kesekolah lah, emang salah ya?" Ucap Aldi. Namun sedikit kemudian Aldi mencubit pipi Alana dengan gemas.


"Auww… om ih lepasin, sakit nih." Ucap Alana meringis kecil. Aldi yang tidak ingin mereka mengalami kecelakaan pun akhirnya melepaskan tangannya dari pipi Alana lalu ia kembali fokus ke jalanan.


"Tuh kan om jadi merah pipi aku," ucap Alana dengan menunjukkan pipinya yang berwarna merah karena bekas cubitan Aldi.


Mereka akhirnya melanjutkan perdebatan hingga tanpa terasa mobil yang mereka tumpangi telah sampai di sekolahnya Alana, bahkan sekarang kini mobil Aldi sudah terparkir di parkiran khusus tamu penting sekolah.


"Loh kok om nggak bilang sih kalau udah sampai, terus ini juga kenapa masuk kedalam sekolah. Kan bisa turunin aku di depan gerbang aja tadi." Ucap Alana dengan kesal dan ia juga memperhatikan sekeliling yang ternyata cukup ramai dengan siswa siswi yang berlalu lalang.


"Lah kamu nggak bilang, mana udah terlanjur sampai sini lagi." Ucap Aldi dengan tenangnya ia keluar dari mobil setelah mengucapkan kalimat itu.


"Eehh om mau ngapain?" Tanya heran Alana saat melihat Aldi berjalan memutari mobil.


" Kamu mau sekolah nggak?" Bukannya menjawab Aldi malah kembali bertanya pada Alana setelah membukakan pintu pintu mobil sebelah Alana.


"Ya mau lah, tapi bisa kan om nggak ikutan turun kaya gini."ucap Alana dengan kesal. Alana kesal karena Aldi sudah memancing banyak pasang mata dengan pesonanya.


" Kaya gini gimana sih maksudnya ," ujar Aldi menggoda Alana. Sejatinya memang Aldi sengaja ingin membuat Alana kesal.


Alana yang sudah terlanjur kesal dan malas berdebat pun dengan cepat ia keluar dari dalam mobil. Tatapannya tajam menatap Aldi yang kini sedang bersandar pada badan mobil, "gih sana masuk."


"Kamu yang semangat belajarnya ya istri," bisik Aldi kemudian ia terkekeh. Alana yang sudah tidak tahan lagi, apalagi ia melihat tatapan murid lainnya seperti mengarah pada dirinya semua.


Dengan kesal Alana melangkahkan kakinya dengan menghentak-hentakkan, ia berjalan menuju lorong kelasnya.


"OMG OMG OMG Alana sama siapa tuh? Kalau misalnya sama modelan seperti itu mah Satria mah lewat." 


"Ganteng banget nggak sih."


"Kira-kira itu siapanya Alana ya? Kok gantengnya nggak ngotak sih."

__ADS_1


Dan masih banyak lagi ucapan yang terdengar dari para siswi siswi yang melihat Aldi. Sungguh rasanya ingin Alana menyumpal semua mulut para siswi itu.


Setelah melihat punggung ramping istrinya sudah tidak terlihat lagi, Aldi kemudian kembali memasuki mobil dan mulai mengendarai mobil meninggalkan sekolah milik dirinya tersebut.


__ADS_2