Menejerku Mantanku

Menejerku Mantanku
Berbunga-bunga


__ADS_3

Di tempat lain.


" Rik ... aku balik awal, karena kepalaku pusing." ucapnya pada Rika yang sudah keluar dari ruangannya.


" Baik bos, apa perlu saya antar?" tanyanya.


" Tidak perlu." jawabnya langsung berjalan keluar butik.


Sebelum masuk mobil, tiba-tiba ada yang memeluk dari belakang. Maharani terkaget siapa? batinnya.


"Hai!'" ucapnya yang suaranya tidak asing didengar.


" Tolong lepaskan tanganmu." perintah Maharani.


" Aku tau kamu membutuhkan ini." ucapnya


" Jaga sikapmu, " Maharani balik badan menampar pipi Andri.


" Kenapa memukulku? Sedangkan bersama Adi menikmatinya." ucap Andri menahan perih di wajahnya. Maharani tidak menjawab melainkan masuk ke dalam mobil dan melajukannya.


Brengsek , umpat Andri melihat mobil Maharani pergi.


Beberapa menit kemudian Maharani tiba di apartemennya, saat akan masuk seseorang menarik tangannya.


" Ni, maafkan aku." ucap Adi memegang tangan Maharani.


" Biar aku jelasankan, ini tidak sesuai yang kamu pikirkan."


" Sudahlah aku capek, tinggalkan aku sendiri." ucapnya meninggalkannya masuk ke apartemennya dan langsung duduk di sofa yang diikuti oleh Adi yang langsung duduk di sampingnya.


" Mau apa kamu ke sini?" ucapnya dengan air mata yang tanpa diminta jatuh di pipinya. Hati Adi merasa sakit karena melihat kekasihnya menangis, Adi pun memeluknya dan Maharani pun tidak menolaknya karena memang Ia membutuhkannya.


" Menangislah sepuasmu dan keluarkan semua beban yang ada di dalam hatimu." ucap Adi mengelus pundak Maharani.


Setengah jam Maharani menangis di pelukan Adi.


" Terimakasih." ucap Maharani meregangkan pelukannya.


" Tidak apa-apa, kamu berhak menerimanya. Aku mencitaimu." kata Adi mengusap air matanya.


" Kamu percayakan sama aku?" tanya Adi.

__ADS_1


" Aku percaya, tapi kenapa harus wanita itu." jawabnya


" Sudahlah, yang penting kamu percaya padaku." Adi memeluknya mencium kening Maharani.


" Apa kamu lapar?" tanya Adi menatapnya


" Sangat lapar,." jawabnya manja.


" Ok ... akan aku buatkan makanan spesial untukmu." ucap Adi beranjak menuju dapur.


" Emangnya kamu bisa?" tanya Maharani heran.


" Kamu meragukanku?" ucap Adi sambil menggulung kemejanya.


Maharani mengangkat bahunya melihat kekasihnya mengambil bahan makanan di kulkas.


" Perlu aku bantu?" tanya Maharani beranjak dari sofanya menuju dapur.


" No .... aku duduk saja dan perhatikan, karena pangeranmu ini akan memasak makanan spesial untuk tuan putri. Kamu duduk saja." jawab Adi tersenyum yang tangannya langsung mencuci semua bahan memotongnya dan menyuruh Maharani duduk di kursi meja dapur.


Maharani melihat Adi sangat cekatan meracik semua bahan hingga merasa iri padanya karena dia memang tidak pernah masak.


Satu jam Adi selesai memasak tiga jenis makanan Sop ayam, udang asam manis dan cumi krispi yang tersaji di depan Maharani.


" Trimakasih." kata Maharani mengambil nasi untuk Adi dan dirinya.


" Ayo kita makan." ajak Maharani yang tak sabar melahap makanannya.


" Wah enak sekali, kamu memang pandai masak." puji Maharani yang mulutnya masih penuh dengan makanan.


Uhuk ... uhuk ... Maharani tersedak, dengan gerak cepat Adi mengambil air putih untuk Maharani minum.


" Makanya kalau makan hati-hati dan tidak bicara." ucap Adi sambil menepuk-nepuk punggungnya.


" Habisnya makananmu enak sekali." ucapnya menatap Adi.


Tanpa izin tangan Adi menyentuh sudut bibir Maharani mengusapnya karena ada sisa makanan.


" Lanjutkan makanannya, jangan cepat-cepat." perintahnya Adi tersenyum dan dia juga mengambil lauk untuk dia makan.


Setengah jam mereka makan, selesai makan Maharani membereskan sisa makanannya dan mencuci bekasnya, sedangkan Adi langsung menuju sofa duduk santai.

__ADS_1


Usai membereskan dapur, Maharani menghampiri Adi yang sedang duduk.


" Sayang, duduk sini." ucapnya Adi menepuk sampingnya.


Maharani duduk dan menghadapnya. " Trimakasih atas semuanya." ucapnya tersenyum.


" Sama-sama sayang." kata Adi mengecup bibirnya sekilas.


" Setelah ini kamu mau melakukan apa?" tanya Adi menatapnya.


" Bolehkah aku nonton film denganmu?" tanya Maharani balik.


" Boleh sayang, " jawab Adi mengambil ponselnya mengetik sesuatu.


" Ayo!" ajak Adi menggandeng tangannya, Maharani menerima tangannya. Mereka berdua berjalan keluar apartemen menaiki mobil dan Adi pun melajukan mobilnya menuju bioskop.


Selang beberapa menit, mobil Adi sampai di bioskop. Mereka turun berjalan masuk.


" Kok sepi?" tanya Maharani melihat ke kanan ke kiri.


" Ga apa-apa, aku sudah boking semuanya." ucapnya menarik Maharani untuk masuk ke dalam. Maharani hanya menggeleng-gelengkan kepala.


Mereka duduk bergandengan tangan melihat film romantis, saat melihat adegan ciuman. Maharani menahan malu memalingkan muka ke samping.


" Kenapa?" tanya Adi tersenyum membalikan muka Maharani menghadap padanya. Cup Adi langsung mengecup dan ********** lembut, Maharani membalasnya sehingga film yang mereka tonton selesai dan lampu bioskop dinyalakan.


" Trimakasih." ucap Adi mengusap bekas ciumannya di bibir Maharani.


" Sama-sama, I love you." ucap Maharani tersipu dan memeluk erat Adi.


" Me too."


Beberapa menit kemudian, mereka keluar menuju mobil melajukannya ke apartemen Maharani.


Tak berselang lama mereka tiba di apartemennya. Adi membukakan pintu mobilnya untuk Maharani turun, mereka berjalan masuk ke apartemen.


" Istirahatlah, pasti kamu capek." ucap Adi mencium kening Maharani dan membalasnya dengan anggukan.


" Kalau begitu, aku pamit."


" Hati-hati." ucap Maharani memeluk Adi.

__ADS_1


Adi melepaskan pelukannya dan pergi. Adi menaiki mobilnya melajukan mobil ke apartemennya dengan hati berbunga-bunga.


Duh Adi yang 🌷🌼🌷🌼


__ADS_2