Menejerku Mantanku

Menejerku Mantanku
Gara-gara Pembalut


__ADS_3

Pesta pernikahan Maharani dan Adi yang diselenggarakan di hotel berlangsung selama tiga jam, selama itu pula mereka berdiri menyalami para tamu undangan yang memberi mereka selamat.


" Aku pusing banget. " ucap Maharani memegang tengkuknya karena pusing.


" Kamu lelah sayang," tanya Adi melihat wajahnya pucat.


" Iya aku pusing. "


" Ya sudah... kita langsung ke kamar yang berada di hotel ini. " ajak Adi menuntunnya menuju lantai atas menggunakan lift.


Mereka sampai ke atas, dan berjalan masuk ke dalam kamar. Maharani terkejut saat melihat ruangan tersebut, begitu banyak bunga warna memenuhi ruangan dan ranjangnya.


" Sayang.. " Maharani memeluk Adi menangis.


" Hei.. kenapa kamu menangis lagi. " tanya Adi mengusap punggungnya lembut.


" Trimakasih,... " ucap Maharani yang masih menangis dipelukan Adi.


" Sudah... sudah... berapa kali kamu ucapkan itu. Kamu berhak sayang... ini hadiah atas pernikahan kita. " ucap Adi merenggangkan pelukannya dan menuntun Maharani untuk duduk di sofa.


" Masih merasa pusing? " tanya Adi duduk disampingnya.


" Masih... mungkin karena lapar. Sejak kejadian tadi siang, perutku belum terisi. " ucap Maharani memegang perutnya.


" Sebentar aku pesanan makanan. " ucap Adi menuju telpon penghubung hotel.


Sedangkan Maharani masih duduk menyandarakan kepalanya. " Sayang... apa kamu bawa baju ganti? "


" Bawa, kamu mau ganti sekarang. " tanya Adi membawa kopernya dan duduk disebalah.


" Iya... sumpek memakainya. Tolong bukakan gaunnya dong. " ucap Maharani bangun dan duduk miring membelakangi Adi.


" Apa kamu mau mandi? karena ini sudah jam lima sore. " tanya Adi yang tangannya membuka kancing belakang gaunnya. Dan terlihat punggung mulus istrinya.


" Iya... " jawab Maharani.


" Kalau begitu kita barengan aja ya. " ajak Adi membuka gaun Maharani sebahu.


" Aah... sayang aku malu. " ucap Maharani tersipu malu.


" Kenapa harus malu? toh aku sudah melihat semuanya. " ucapnya menggoda mengangkat Maharani kepangkuannya dan mengendus bahunya yang masih wangi.


" Iih jangan begini. " ucap Maharani kegelian.


" Mau ya, kita mandi . " pintanya manja.


" Iya deh. " Maharani pun mengangguk.


Akhirnya mereka pun berjalan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, disana Maharani merasa malu sendiri melihat suami sudah tidak memakai pakaian hanya menyisakan boxernya penutup harta miliknya.

__ADS_1


" Kenapa? " tanya Adi mengisi bathup dengan air hangat dan juga menambahkan sabun cair beraroma terapi agar melirekskan badannya.


" Tidak apa-apa. " ucap Maharani menahan malu.


Selesai mengisi dan penuh, Adi mendekatinya membuka gaun Maharani dan menyisakan penutup kaca mata dan penutup segitiga.


" Ayo. " ajaknya tapi Maharani masih tetap diam mematung. Adi tidak sabar akhirnya menggendongnya dan memasukkan ke bathup kemudian Adi menyusul masuk berhadapan.


" Ah segernya... gimana sayang? enakkan? " tanya Adi melihat Maharani yang masih diam, Maharani hanya mengangguk tanda setuju.


Sejam mereka merendam, entah apa yang mereka lakukan selain Itu. kriuk.. kriuk.. bunyi perut Maharani berbunyi " kamu lapar? " tanya Adi.


" Sangat... kan tadi aku sudah bilang. " rengek Maharani manja.


" Ya sudah kita bersihkan dulu pake air hangat, janji tidak akan melakukan apa-apa hanya mandi. " ucap Adi yang tau kalau istrinya kelelahan.


Tidak butuh lama mereka keluar mengenakan jubah mandi dan langsung menuju sofa yang sudah tersedia banyak makanan di atas meja.


" Heem... enak sekali makanannya. " ucap Maharani menyantap semua makanan yang ada di meja.


" Kamu ga makan?" tanya Maharani dengan mulut penuh makanan.


" Tidak.. melihat kamu makan, perutku sudah kenyang. " ucap Adi terkekeh.


" Kenapa kamu tertawa. " tanya Maharani heran


" Kamu lucu kalau lagi lapar. " jawab Adi tertawa.


" Ternyata di balik anggunnya, ada kelucuan yang membuat akuakin menyukainya. " batin Adi .


"Aah kenyang. Alhamdulillah." ucap Maharani mengelus perutnya yang buncit karena makan banyak.


" Sayang ... apa kita akan menginap disini? " tanya Maharani.


" Iya, "


"kamu belum pakai baju? " tanyanya lagi.


" Belum, buat apa pakai baju nanti juga lepas lagi. " jawab Adi yang sedang memeriksa dokumen yang belum sempat dibaca.


" Aduh... perutku sakit. " Maharani mengaduh dan memegang perutnya yang sakit dan meringkuk di sofa.


" Kenapa sayang, lapar lagi? " tanya Adi yang kaget. Maharani hanya menggeleng, tiba-tiba badannya gemetar dan keluar keringat di dahinya.


"Terus kenapa sayang? " tanya Adi khawatir melihat keadaan istrinya.


" Aku akan panggil dokter. " ucap Adi mengambil handphone.


" Tidak usah, sepertinya aku mengalami nyeri haid. Dan itu sudah biasa, sebentar aku ke kamar mandi dulu untuk memastikan. " ucap Maharani yang langsung berlari menuju kamar mandi.

__ADS_1


" Sayang... bisa minta tolong belikan pembalut tidak? " teriak Maharani dari kamar mandi.


" Haah... kamu datang bulan, trus nanti malam kita tidak bisa itu dong. " Ucap Adi.


" Tadi kan udah sayang pas mandi bareng, cepat belikan aku tunggu disini. Dan jangan lupa obat nyeri haidnya ya. " perintah Maharani.


" Haruskah aku sayang? "


" Siapa lagi, masa aku yang keluar." ucap Maharani kesal.


" Ya sudah tunggu sebentar. " ucap Adi pasrah


" cepatan, jangan lama-lama. " ucapnya dengan kesal.


Akhirnya Adi berganti pakaian dengan memakai kaos santai dan celana pendek, " Iih aku malu ini, mana aku ga bawa masker dan topi. " gerutu Adi berjalan keluar kamar dan turun ke lantai dasar.


Sampai di halaman hotel, ternyata ada toko serba ada. Adi berjalan menuju toko tersebut, dan memasukinya. Adi berjalan mengelilingi rak barang, " Nah itu dia, " ucap Adi menemukannya. Tanpa dia sadari ada pengunjung laki-laki yang gemulai dan genit.


" Hai abang, ganteng-ganteng ko beli ituan sih." ucap pengunjung tersebut.


" Hah... " Adi terkejut dan langsung mengambil beberapa bungkus pembalut beda merek dan ukuran. Adi pun langsung berlari ke arah kasir, dan meletakkan keranjang belanjaannya.


" Ini semua pak. " tanya Petugas kasir yang terheran-heran dengan pembalut sebanyak ini yang dibeli oleh Adi.


" Iya... berapa jadinya? " tanya Adi yang masih kaget.


" Semua jadi empat ratus enam puluh pak. "


" Ini... oiya sama obat nyeri haid ya? " ucap Adi menyerahkan black card kepada petugas kasir. Saat menunggu petugas kasirnya, Adi dikejutkan lagi. "Bentuknya pisang ko beli pembalut banyak. " ucap si lelaki gemulai yang mengantri di belakang Adi.


Petugas kasir pun datang, " Cepat mba " perintah Adi yang ketakutan.


" Ini pak, kartunya dan belanjaannya. " ucap petugas kasir yang menahan tawanya melihat Adi ketakutan.


Adi pun menerimanya dan langsung pergi keluar dari tempat itu. " Aku ga mau beli barang kayak gini lagi. " gerutu Adi mengingat kejadian tadi di toko.


Saat memasuki hotel tanpa sengaja Adi bertemu dengan Alien teman lamanya. " Assalamu'alaikum Adi. " ucap Alien


"Wa'alaikumsalam, Hai lama tidak bertemu. bagaimana kabarnya? " Tanya Adi.


"Alhamdulillah, baik. ngomong-ngomong kamu bawa pembalut sebanyak itu buat siapa? " tanya lagi


" Oia ..... sebentar ya, aku ke atas dulu. kamu tunggu di restoran hotel ini ya, nanti aku kesana. " ucap Adi berjalan terburu menuju lift kelantai atas.


" Sayang ini barangnya sudah ada. " ucap Adi di depan kamar mandi.


ceklek ... pintu kamar mandi dibuka sedikit dan keluarlah tangan Maharani. " Sayang... kenapa banyak sekali? ini mah bisa untuk beberapa bulan. " ucap Maharani yang kaget menerima bungkusan banyak.


" Pakai saja sayang, aku tidak tau yang mana. Jadi aku bawa aja yang banyak, itupun aku menahan maluku. "ucap Adi yang dijawab Maharani tertawa.

__ADS_1


" Kenapa tertawa? " tanya Adi kesal.


" Kamu lucu. " ucap Maharani.


__ADS_2