Menejerku Mantanku

Menejerku Mantanku
Hilangnya Maharani


__ADS_3

" Bos.. ni surat yang harus ditandatangani mengenai hak cipta busana. "


" Iya . ... simpan saja di meja, nanti aku periksa. " ucapnya Maharani sambil melihat buket yang ada didepannya.


Ting... suara notifikasi berbunyi, Maharani membuka handphone nya dan terlihat pesan dari suaminya.


" sayang, apa kamu suka dengan yang aku sediakah? "


"suka sekali, trimakasih sayang." Maharani pun membalas dengan tersenyum.


*


*


*


Beberapa hari kemudian, pesta pernikahan Maharani dan Adi diselenggarakan di hotel berbintang yang berdekatan dengan butik Maharani. Semua sibuk mempersiapkan, entah Rika atau Johan.


Di butik


" Bos ke mana? " ucap Rika merasa resah karena Maharani susah dihubungi.


" Coba pak Adi. " ucapnya menekan nomor Adi.


" Halo pak, "


" Ada apa Rika? "


" Bu Maharani apa masih bersama anda? " tanya Rika


" Tidak, sudah satu jam lalu dia tidak bersamaku."


" Tapi pak, sampai sekarang belum sampai " ucap Rika.


" Ya sudah, kamu terus persiapkan dan jangan sampai ada orang yang curiga kalau Maharani belum menghilang. " perintah Adi.

__ADS_1


" Baik pak. " patuh Rika.


*


*


*


Sedangkan di sebuah apartemen terbaring di atas ranjang dengan kedua tangan diikat ke belakang.


" Eugh.... " Maharani tersadar dari pingsannya dan membuka matanya. Dan yang terlihat pertama kali adalah Sinta yang sudah duduk santai menatap dirinya.


" Sudah bangun juga kamu. " ucap Sinta


" Dimana aku? " tanya Maharani menahan pusing di kepalanya akibat obat bius.


" Ga usah tanya kamu ada dimana, yang jelas aku sangat kesal harus menunggu kamu disini. " ucap Sinta yang langsung menghampiti Maharani.


" Apa yang kamu mau? " ucap Maharani yang masih menahan pusing.


" Kamu tidak punya hati, lepaskan aku. " bentak Maharani.


" ha ... ha.... ha.. jangan mimpi. " ucap Sinta menyentuh pipi Maharani dengan kasar.


" Apa salahku sampai kau tega memperlakukan ku?" tanya Maharani


" Salahmu banyak, kau selalu beruntung. Sedangkan aku? aku selalu tidak, meski kita satu rumah dan berteman, tapi kamu selalu membuatku iri. Kamu cantik, punya orangtua yang sangat menyayangimu. Bahkan orangtuamu tidak ada pun, kamu masih beruntung. Kamu masih ada pamanmu yang mengurusmu, sedangkan aku? kamu tidak memperdulikan ku dan harus tinggal di panti asuhan. " ucap Sinta yang masih mengingat kejadian dulu saat bersama Maharani.


"Kenapa kamu berpikir seperti itu? aku tidak pernah melupakan mu. Setiap malam aku selalu bersedih memikirkanmu. " ucap Maharani sedih.


"Hah.. omong kosong. " jawab Sinta yang mulai berkaca.


" Benar Sinta, sampai aku lulus kuliah aku mencarimu di panti asuhan tempat tinggal kamu. Dan ternyata kamu sudah tidak ada, sudah diadopsi oleh penguasa kaya. " ucap Maharani yang memang benar-benar mencarinya.


" Ya.. aku diadopsi oleh pengusaha teman ayah suamimu Adi, aku yang pertama kali melihatnya dan selalu bersamanya. Tapi nasib sial selalu dada dipihakku sehingga aku harus bertemu denganmu yang ternyata istrinya. " ucapnya Sinta yang sudah tidak tahan dengan kemarahannya.

__ADS_1


" Maafkan aku yang tidak mengerti perasaanmu, aku tidak tau. " ucap Maharani menangis.


" Sudahlah lebih baik kamu diam," ucap Sinta.


Tak lama kemudian pintu kamar terbuka, dan masuklah Romi melangkah santai menghampiri Maharani yang terbaring diatas ranjang.


" Sinta, kamu keluarlah. " perintah Romi sambil mengelus pipi Maharani.


" Tapi sayang... " tolak Sinta yang mulai tidak suka dengan sikap Romi terhadap Maharani.


" Kamu mau ngelawan? cepat keluar" jawab Romi yang sekarang masih mengamati Maharani.


Sinta pun keluar dengan hati yang kesal, sedangkan Romi sangat senang karena dengan adanya Maharani dengannya. Dia bisa balas dendam pada Adi teman sekaligus musuhnya.


" Jangan sentuh aku! " ucap Maharani menangis.


" Jangan menangis sayang, kan ada aku. Sini aku bukakan ikatannya, pasti tapi ini melukai kulit mulusmu ini. " Ucap Romi melepas ikatan Maharani, sedangkan Maharani hanya bisa menangis.


"Sudah terlepas, " ucap Romi memegang tangan Maharani dan mengecup bekas ikatannya.


" Lepaskan, " bentak Maharani dan menarik tangannya. Romi pun terkaget, dan menggemgam kembali dengan erat.


" Jangan macam-macam atau kamu akan merasakan kenikmatan di ranjangku. " ancam Romi yang masih mengelus pipi mulusnya


*


*


*


Di kediaman Antoni, semua panik karena Maharani menghilang. " Ayah ini bagaimana? " tanya Adi kepada Antoni.


" Tenang ini sudah ada tanda dimana Maharani berada lewat handphone nya. "


"Tapi yah, aku takut istriku kenapa-kenapa. "

__ADS_1


" Sudah kamu berdoa saja, semoga dia baik-baik saja. " ucap Antoni menenangkan Adi.


__ADS_2