
Dada Andri terus dielus hingga yang mempunyai tubuh menggeliyat kegelian, Andri pun membuka mata " siapa kamu? " tanya sedikit parau.
" Aku...? " ucap wanita itu yang masih menjelajahi tubuh Andri dengan penuh gairah.
" Panggil aku Mona. " ucap wanita itu dengan suara de sahannya.
" Mona.. " beo Adi yang merasa hasratnya terbakar karena belaian Mona.
" Iya... sayang, " ucap Mona mencium bibir Andri dengan lembut dan mel*mat meski Andri masih diam saja.
Mona tidak sampai di situ, dia pun membuka baju dan celana Andri sehingga menyisakan boxernya. Mona terkesima saat melihat boxer Adi. " Wah sepertinya ukurannya besar sayang. " ucap Mona memegang milik Adi yang ada didalam boxer hingga Adi menggeliat karena kegelian.
" Wow... aku suka," ucap Mona sambil tepuk tangan karena milik Adi sudah berdiri.
" Sayang... " racau Adi yang sudah mulai terbakar.
" Sabar ya sayang, aku padamu. " ucap Mona manja yang masih meng urut-urut milik Adi.
" Iih ini begitu besar dan panjang, " ucap manja dan mulai naik ke atas tubuh Andri.
Andri sudah tidak tahan, akhirnya menarik Mona dan menciumnya sehingga terjadi adegan panas sepanjang malam sampai pagi.
__ADS_1
" Heug .... " tubuh Andri menggeliat tapi masih terasa pusing karena alkohol yang dia minum semalam.
" Siapa ini? " gumamnya Andri melihat punggung polos putihnya. Andri mengingat lagi kejadian semalam, antara sadar dan tidak yang dia ingat hanya bersama dengan sebutan Mona.
" Mona, siapa? " gumam Andri bangun dan duduk di tepi ranjang yang masih memegang kepalanya karena pusing.
" Sayang.. kamu sudah bangun. " ucap Mona bangun dan menarik selimut sampai dada.
" Kamu siapa? " tanya Adi heran..
" Aku Mona. " jawab Mona yang masih memegang selimut.
" Udah... ga usah ambil pusing sayang, semalam kamu sangat buas sampai aku kewalahan menghadapimu. " ucap Mona bergeser mendekati Andri yang tampak bingung dan memeluk Andri dari belakang.
" Lepaskan aku, kamu mau apa? " tanya Andri yang sekarang berubah menjadi dingin.
" Aku tidak mau apa-apa, aku mau kau tetap bersamaku sayang. Kamu harus bertanggungjawab karena kini aku sangat suka sama kamu dan kegagahan di atas ranjang,. " ucap Mona menciumi bahu Andri.
" Tenang aja sayang, asal kamu mau bersamaku dan aku ajak bercinta. Aku akan membayar semuanya, apalagi kamu mampu membuatku puas, hidupmu akan aku jamin selamanya " ucapnya lagi dengan menyentuh punggung Andri.
" Gila, tapi lumayan juga aku secara aku baru aja dipecat akan aku manfaatkan wanita ini" batin Andri tersenyum smrik.
__ADS_1
" Bagaimana sayang? kamu mau kan jadi pacarku? " Tanya Mona yang masih menempel di punggung Andri.
" Tapi tante,....? " ucap Andri tertahan.
" Jangan panggil aku tante sayang, panggil aku Mona saja. "
" Eem.. Mona, apa suamimu... ?" tanya Andri menggantung .
" Tidak apa-apa, asal kamu mau sama aku. Aku merasa puas denganmu" ucap Mona yang membelai dada Andri yang sekarang posisi mereka saling berhadapan.
" Benarkah? " tanya Andri meyakinkan dan dibalas anggukan Mona.
" kalau begitu aku mau, tapi dengan satu syarat carikan aku pekerjaan karena aku baru saja kehilangan itu. " ucapnya Andri.
Cup... " Tidak masalah sayang, kamu bisa bekerja di perusahaan suamiku dengan satu syarat juga kamu harus memuaskan aku sepanjang hari karena aku ga mau sia-sia memboking kamar termahal ini. " ucap Mona mencium bibir Andri dalam.
" Tidak masalah sayang, akan kupuaskan kamu dengan kemampuanku. " ucap Andri tersenyum dan mendorong Mona ke hingga terbaring di ranjang hingga tersingkaplah selimut yang menutupi tubuh Mona.
" Ternyata tubuhmu seksi sayang, I like it. " ucap Andri mulai menaiki tu buh Mona.
" Persetan dengan dengan harga diriku, yang terpenting aku punya pekerjaan dan memanfaatkan wanita ini. " batin Adi yang terus menci umi Mona hingga terjadilah adegan panas di pagi hari.
__ADS_1