
" Akhirnya.. " ucap seseorang laki-laki yang tak lain adalah Romi yang baru saja keluar dari penjara.
" Silahkan masuk tuan. " ucap Martin membuka pintu mobil belakang.
" Kamu sudah urus semua kan, biarkan dia yang mendekam di penjara. " tanya Romi saat akan masuk mobil.
" Sudah tuan, semua sangkaan terhadap anda sudah dilimpahkan pada Sinta dengan bukti-bukti CCTV yang ada di kamar itu tuan. " jawab Martin menjelaskan.
" Heem... kerja bagus Martin. " ucap Romi menepuk bahunya bangga.
flashback
" Atas nama Romi Haryanto kamu bisa bebas hari ini karena tidak ada bukti kalau anda dalam kasus penculikan. " kata sipir yang membuka sel dan mempersilahkan Romi keluar.
Saat Romi melewati sel yang ditempati Sinta, dia pun langsung menyapa Romi.
" Sayang sudah bebas?" tanya Sinta
" Heem " jawab Romi dengan deheman.
" kalau begitu tunggu aku. Pak tolong bukakan selnya. " pinta Sinta pada sipir dengan percaya diri.
" Mohon maaf karena Romi Haryanto tidak bersalah dan tidak ada bukti, jadi kami membebaskabnya. Sedangkan anda sudah menjadi tersangka utama dalam kasus penculikan ini dengan bukti yang sangat kuat. " ucap sipir dengan tegas.
" Sayang bagaimana ini? " tanya Sinta terkejut saat mendengar penjelasan dari sipir itu.
" Nikmati aja, lagian aku sudah tidak butuh kamu. " ucapnya Romi datar dan dingin meninggalkan Sinta.
" Sayang kamu tega, pak lepasin saya. Saya tidak bersalah, dia yang harus ada disini. Tolong pak... pak...... pak..... " teriak Sinta yang melihat punggung sipir dan Romi.
flash on
Mobil yang dikendarai Martin telah sampai di basement apartemen, mereka pun turun dari mobil berjalan menuju lift dan naik ke lantai 7.
Lift pun terbuka mereka langsung berjalan di Koridor deg, jantung Romi berhenti seiring dengan berhenti langkahnya. " Kenapa dia ada disini? " tanya dalam hatinya.
" Ada apa tuan? " tanya Martin membuyarkan ketegunananya. Tanpa menjawab Romi langsung melangkah dengan cepat dan langsung memeluknya.
" Kenapa kamu tidak mengabari dulu kalau mau kesini? " tanya Romi merenggangkan pelukannya dan hanya dijawab dengan senyuman yang tulus.
" Martin kamu boleh pulang. " perintah Romi pada asistennya.
" Baik tuan. " patuh Martin dan berlalu meninggalkan tuannya.
" Ayo masuk.. " Ajak Romi memasuki apartemennya.
" Kamu sudah makan? " tanyanya.
" Belum, " jawab Romi tersenyum.
__ADS_1
" Kalau begitu, aku akan ke dapur melihat bahan makan. Siapa tau ada yang bisa aku masak. Sedangkan kamu mandi dulu, badanmu bau? " ucapnya seorang wanita menutup hidungnya.
" Baik.. baik tuan putri. " jawab Romi mengecup keningnya.
Romi pun masuk ke dalam kamarnya dan berjalan menuju kamar mandi, dia merasa tubuhnya merasa pegal semuanya ingin merilekskannya dengan air hangat.
Romi pun mengisi bathupnya air hangat, serasa sudah penuh. Romi pun memberi cairan aroma terapi dan langsung masuk ke dalamnya, " Aah nyaman sekali. " Romi merasakan kenyamanan di tubuhnya dan di hatinya karena saat ini dirinya sedang berbunga-bunga telah kedatangan seseorang yang selama ini dia tunggu. Dan mengingat dulu pertama kali mengenalnya di kota bandung.
Dug.... " Maaf aku tidak sengaja. " ucap gadis berkaca mata dan mengambil buku-buku yang dia pegang.
" Punya mata ga sih, lihat minumannya tumpah ke bajuku. " ucap Romi membentaknya karena minuman yang dibawa tumpah mengenai kaos putihnya.
" Aduh maaf.. " ucap lagi dan mengambil tisu yang ada di dalam tasnya lalu membersihkannya.
" Sudah ga usah, malah tambah kotor. " bentaknya lagi meninggalkan gadis itu di lorong.
" Sial... " ucap Romi membuka kaosnya di toilet dan menggantinya. " Untung saja aku bawa ganti. " ucapnya Romi membuangnya di tempat sampah toilet.
Romi pun keluar dengan santai tanpa Ia sadari ada seorang gadis masuk dan mengambil kaos putih yang dibuang oleh Romi.
" Aku akan mencucinya, " ucap gadis berjalan untuk pulang.
Keesokan harinya
Gadis itu mencari Romi untuk mengembalikan kaosnya yang terkena noda karena ulahnya.
" Itu dia. " ucapnya sambil berlari kecil menuju Romi yang sedang duduk bersama temannya di taman.
" Kaos? " ucap Romi bingung.
" Iya ini kaos kamu yang terkena tumpahan minum karena aku menabrakmu. " jelasnya.
" Oo... itu kan sudah aku buang, kamu ambil lagi. Padahal aku sudah membuangnya. " ucapnya Romi cuek.
" Tapi aku sudah mencucinya. "
" Aku tidak mau memakainya. "
" Ayo kita pergi. " ucap Romi lagi mengajak teman-temannya pergi meninggalkan gadis itu di taman kampus.
Beberapa jam kemudian menunjukkan jam lima, saat gadis itu menunggu bis di halte dan tidak jauh dari halte tiba-tiba ciiit.... bruk suara kendaraan bermotor jatuh, " siapa itu? " ucap gadis itu melihat ke sumber suara dan beberapa detik kemudian banyak orang yang menolongnya.
" Kayaknya aku kenal. " ucapnya dalam hati saat seseorang membuka helm. " Itukan Romi. " ucap gadis itu berjalan terburu-buru menghampiri orang yang telah menolongnya.
" Pak saya kenal orang ini, dia teman saya."
" Baiklah kamu harus ikut denganku, " ucapnya menuju mobil yang akan membawa ke rumah sakit.
Tiba di rumah sakit
__ADS_1
" Apa kamu tau keluarganya? " ucap yang mengantar Romi.
" Tidak, " ucap gadis itu.
" Terus bagaimana dengan anak ini. " ucapnya lagi.
" Biar saya aja pak yang tanggung. " ucap gadis itu.
" Baiklah, karena aku ada urusan jadi aku pamit dulu. "
" Iya pak, trimakasih. "
Beberapa menit kemudian Romi sudah dipindahkan ke ruang inap yang diikuti oleh gadis itu.
" Heeugh... dimana aku? " ucap Romi yang baru saja sadar dan merasa pusing.
" Eem kamu sekarang berada di rumah sakit. " ucap gadis itu menunduk karena takut dibentak lagi.
" Ooh... kamu, sebenarnya apa yang terjadi? " ucapnya Romi yang masih meringis karena pusing.
Gadis itu pun menceritakan semua kejadiannya dengan detail.
" Eemm maaf aku tidak bisa menghubungi keluarga kamu." ucap gadis itu.
" Disini aku tidak punya keluarga, ibuku meninggal dan ayahku sekarang di Jerman. " ucap Romi.
" Kenapa kamu mau menolongku, padahal aku sudah jahat kepadamu? " tanya Romi.
" Pada dasarnya semua orang tidak ada yang jahat, semua baik. " jawab gadis itu.
" Aku Romi Haryanto. " ucap Romi memperkenalkan diri.
" Annisa panggil saja Nisa " ucap gadis itu.
" Ternyata gadis ini cantik meski tampilannya tidak menarik. " gumam Romi dalam hati.
Ceklek suara pintu kamar inap terbuka, ternyata Martin yang masuk.
" Tuan, . "
" Nisa kamu boleh pulang, karena asisten ku sudah datang. " ucap Romi tersenyum.
" Iya... " ucap Nisa beranjak
" Nisa ? " panggil Romi saat mau keluar.
" Trimakasih karena telah menolongku. " ucap Romi lagi tulus Nisa pun langsung mengangguk.
" kamu biar diantar Martin karena sudah malam. " ucapnya tersenyum..
__ADS_1
flash on
Romi hanya tersenyum mengingat kejadian pertama kali bertemu Annisa, ya gadis yang sekarang di apartemen adalah Nisa. Gadis yang mampun meluluhkan hati Romi.