
" Hati-hati." ucap Maharani memeluk Adi.
Adi melepaskan pelukannya dan pergi. Adi menaiki mobilnya melajukan mobil ke apartemennya dengan hati berbunga-bunga.
Malam yang panjang nan indah diganti dengan pagi secerah pagi hari.
" Wuaaah ...." Maharani bangun dengan perasaan yang sangat baik. Ia berjalan menuju kamar mandi karena akan bersiap bekerja.
Setengah jam berlalu Maharani telah siap berangkat kerja tanpa sarapan menggunakan mobilnya dengan perasaan berbunga-bunga.
Diperjalanan Maharani bersenandung dan mendengar lagu yang romantis.
So I'II go, but I know
I 'II think of you every step of the way
And I will always love you
You, my darling, you hemmm
Bittersweet memories
That is all I'm taking with me
So, good bye
Please, don't cry
We both know I'm not what you
You need and I will always love you.
Setengah jam berlalu mobil Maharani tiba di halaman butiknya, Ia turun berjalan masuk dan menyapa karyawannya.
Maharani duduk di ruangannya tersenyum sendiri sambil membuka laptopnya.
"Selamat pagi bos!" sapa Rika
" Selamat pagi Rika, " jawabnya tersenyum
" Sepertinya suasana bos sedang senang." ucap Rika menyerahkan berkas yang harus ditanda tangani.
" Iya, " jawab Maharani tersenyum.
" Buatkan kopi dan bawakan cemilan Rika." ucap Maharani.
" Ok." Rika keluar untuk mengambil apa yang dipesankan oleh bosnya.
Tak berselang lama Rika datang membawa apa yang diinginkan bosnya.
" Ini bos, "
" Trimakasih, "
" sama-sama, kalau begitu saya pamit keluar." pamit Rika dan Maharani mengangguk tanda setuju.
Tidak terasa hari semakin siang, saatnya makan siang.
" Bos kita makan di luar yuk." ajak Rika menghampiri bosnya.
__ADS_1
" Ok ..." Jawab Maharani membereskan mejanya.
Saat mereka keluar butik tiba-tiba ada dua orang laki-laki menghampiri Maharani.
" Siapa kalian?" tanya Rika menghadang kedua laki-laki yang berbadan besar.
" Minggir kau!" ucap salah satu orang itu menglibaskan Rika hingga terjatuh dan orang itu berhasil membawa Maharani.
"Lepaskan aku!" ucap Maharani memberontak
Ucapan Maharani tidak dihiraukan, mereka cepat-cepat keluar dari butik menuju mobil jeepnya.
Salah satu dari mereka membuka pintu dan satunya lagi mendorong Maharani untuk masuk.
Saat itu juga mobil Adi yang baru saja melihat kekasihnya diperlakukan kasar Adi terbakar emosi. Adi melihat mobil jeep itu melaju dan mengikutinya kemana akan pergi.
" Sial, kemana mereka membawanya?" gerutu Adi memukul setirnya.
Sedangkan di dalam mobil yang sedang diikuti Adi, Maharani sudah tidak sadarkan diri karena obat bius.
Mobil jeep sudah tiba di halaman hotel berbintang lima, kedua orang berbadan besar itu memapah Maharani masuk ke dalam dan Adi pun ikut masuk.
" Ok" jawab Adi melalui ponselnya mengikuti kedua orang yang telah membawa Maharani.
Mereka sampai di ruang VVIP yang ternyata di dalam sudah ada beberapa orang menunggunya, Maharani dibawa ke ruangan untuk berganti pakaiannya yang disambut oleh 2 orang perias.
Sedangkan Adi menyelinap diantara orang-orang yang sedang dusuk.
Ting bunyi ponsel Adi berbunyi " B**eres bos ".
" Ok .." Adi membalasnya dan duduk dengan tenang dan sedikit cemas.
Setengah jam berlalu Maharani keluar dipapah oleh 2 orang perias dengan gaun putih yang melekat di badannya saat ini dan Ia didudukan di kursi yang masih dalam keadaan tak sadarkan diri.
" Sialan .... dia belum kapok." Batin Adi marah saat dia melihat orang yang sangat dia benci berjalan bersama paman Maharani menuju kursi mempelai yang dihadapannya sudah ada penghulu dan beberapa saksi.
" Romi awas kau " batin Adi menahan kesal.
Ya Romi adalah pembisnis muda saingannya yang selalu ingin menjatuhkan dirinya dengan segala caranya.
" Karena kedua mempelai sudah hadir, para saksi dan wali juga sudah hadir. Acara akadnya kita mulai." ucap penghulu melihat sekelilingnya.
" Saudara Romi sudah siap?" tanya penghulu menatap Romi.
Romi menjawab dengan anggukkan, pak penghulu langsung membacakan ijab qobul yang akan ditirukan oleh Romi.
" Saya terima nikahnya Maharani .... " saat Romi mengucapkan ijab tiba-tiba ....
" Hentikan pernikahan ini," ucap seorang wanita masuk dengan emosi.
" Kamu pembohong kenapa kamu nikahin dia, sedangkan kamu bilang tidak akan menikah dengan siapa pun." ucap wanita itu yang ternyata Sinta.
Sial batin Romi menyeret Sinta, saat akan keluar ruangan tanpa Romi sadari kursi yang tadi diduduki sudah ditempati oleh Adi yang entah dari mana munculnya.
" Pak ... nikahkan saya dengan mempelai wanita ini karena dia kekasih saya." ucap Adi menatap penghulu.
Penghulunya tidak menjawab karena masih bingung dengan yang dia lihat.
" Apa yang kamu lakukan?" tanya Romi marah.
__ADS_1
" Menikah." jawab santai.
" Kamu siapa?" tanya Ferdi menatap nyalang Adi yang ada di hadapannya.
" Aku Adi kekasih laki-laki yang seharusnya menikah dengan Maharani tuan Ferdi." ucap Adi penuh penekanan.
" Dan jangan kira saya tidak tau apa yang ada di pikiranmu." ucapnya lagi menatap tajam sehingga nyali Ferdi menciut.
" Johan." panggil Adi, Johan pun mengerti dan menyerahkan berkas-berkas Adi dan Maharani kepada penghulu.
Pak penghulu pun mengangguk, dan memulai acaranya.
Sedangkan Romi keluar dengan menyeret Sinta yang sama-sama terkejut karna melihat Adi menikah dengan Maharani.
" Saya nikahkan Maharani bin Hardi Suryono dengan seperangkat alat sholat dan 25 karat emas dibayar tunai." Adi mengucapkan ijab qobul dengan lantang dan jelas.
" Para saksi sah ?" tanya penghulu menatap semua orang.
" Sah." jawab semua orang serempak.
" Alhamdulillah,." ucap penghulu dan semua yang hadir di acara tersebut.
Setelah akad nikah para tamu undangan menikmati makanan yang di Aula yang sudah disediakan oleh Adi melalui Johan asistennya yang dibantu juga oleh Rika asisten Maharani.
" Johan, berikan ceknya pada pak penghulu." Ucap Adi.
" Ini pak." ucap Johan memberikan cek pada penghulu.
" Trimakasih pak, ini sangat banyak." ucapnya yang tidak berkedip menatap cek yang ada di tangannya.
" Tidak apa-apa, anggap saja itu hadiah karna sudah menikahkanku." kata Adi memeluk Maharani yang belum juga sadarkan diri.
" Berikan juga dia cek, agar tidak mengganggu Maharani istriku lagi." ucap Adi menatap Ferdi.
" Ini pak ceknya." Johan memberikannya pada Ferdi. Ia pun menerimanya meskipun enggan.
" Ini benar untukku." tanya Ferdi tak percaya.
" Heem ... asal kau enyah dari kehidupan Maharani." ucap Adi tegas.
" Baik " kata Ferdi
lumayan ternyata dia tajir juga. batin Ferdi langsung beranjak pergi meninggalkan ruangan sambil melihat cek yang ada ditangannya.
Adi hanya menatap Maharani yang masih terpejam kamu cantik dan sekarang kamu jadi milikku meskipun kita menikah dengan cara begini, menikah mempelainya pingsan. batin Adi terkekeh.
Dua jam berlalu tak terasa acara pernikahan dirinya telah usai. Adi langsung menggendong Maharani ke kamar hotel VVIP yang telah dipesankan oleh asistennya.
Adi membaringkan Maharani dan menyuruh Rika agar menggantikan gaunnya.
Jam sudah menunjukan pukul tujuh malam Maharani yang belum sadar dari pingsannya akhirnya bangun juga.
" Heem .." Maharani membuka matanya dan merasakan kepalanya pusing.
" Dimana ini?" tanyanya pada dirinya sendiri sambil melihat sekeliling ruangannya.
Maharani masih bingung, terdengar suara pintu dibuka. Ia ketakutan dan mencari sesuatu yang ada disekitarnya.
" Pakai ini saja." ucapnya mengambil pensil diatas nakasnya dan turun dari kasur berjalan mengedap-ngedap menuju pintu.
__ADS_1
Saat dibuka oleh orang yang diluar, Maharani telah siap menancapkan pensil yang ada di tangannya tapi dengan sigap langsung ditangkapnya.
Bersambung 😊😊😊