
"Persetan dengan dengan harga diriku, yang terpenting aku punya pekerjaan dan memanfaatkan wanita ini. " batin Adi yang terus menci umi Mona hingga terjadilah adegan panas di pagi hari.
Begitulah Andri yang sekarang memu askan Mona di hotel, beda halnya dengan Maharani dan suaminya yang kini berdiri sambil berpelukan di dekat jendela kaca hotel melihat pemandangan kota yang begitu tertata rapi.
" Sayang, apa kamu bahagia? " tanya Adi memeluk Maharani dann mengecup keningnya.
" Sangat... sangat... " jawab Maharani menyandarkan kepalanya di bidang dada Adi.
Setengah jam berlalu mereka pun beranjak dan bersiap untuk pulang ke rumah Adi.
" Ayo sayang " ajak Adi menggandeng tangan istrinya, Maharani hanya mengangguk dan berjalan mengikutinya keluar kamar.
Saat berjalan di Koridor, mereka berpapasan dengan Andri yang juga keluar dari kamar.
" Ra... Rani, " ucap Andri terbatas saat melihat Maharani. Adi langsung sigap menyembunyikan Maharani di belakang punggungnya.
" Aku tidak akan menggangu nya. Jadi bersikap biasalah. " ucap Andri tenang menutupi kegugupannya dan kebenciannya terhadap Adi.
" Akan ku balas kau Adi. " gumam Andri melewati mereka yang akan turun ke bawah.
" Sudahlah sayang kenapa harus begitu" ucap Maharani menggandeng tangan suaminya menuju lift.
Saat di parkiran hotel
" Hai Maharani.. " sapa seorang wanita. Maharani pun membalikkan badannya.
" Tante.. " ucapnya Maharani
" Ini suamimu? " tanyanya lagi.
" Iya tante, kenalkan ini Adi." ucap Maharani memperkenalkan suaminya.
" Mona.. " ucap Mona memperkenalkan diri dan mengulurkan tangannya.
__ADS_1
" Adi " ucapnya datar tanpa melihat Mona dan membalas ulurannya.
" Ganteng-ganteng ko sombong. " ucap Mona dalam hatinya.
" Bagaimana kabarnya tante? " tanya Maharani.
" Baik, Ommu juga baik. Sering-sering main ke rumah, ajak suamimu itu. Rumah sangat sepi jika tidak ada kamu. " ucap Mona berbasa-basi.
" Iya tante kalau ada kesempatan, kalau begitu saya pamit dulu ya tante. " ucap Maharani pamit.
" Iya sayang hati-hati... " ucap Mona melihat dia pasang pengantin berlalu menuju mobilnya. Mobil Maharani dan suaminya pun berlalu dan meninggalkan Mona yang masih menatap pintu keluar.
" Hai sayang... "
" Ah sayang... kenapa kamu mengagetkan aku? " ucap Mona membalikkan badan nya
" Lagian ngelamun di tempat kayak begini, nanti disamber gimana? " ucap seorang laki-laki yang ternyata Andri.
" Yang nyamber kamu, aku ga apa-apa. " ucap Mona mengelus dada Andri dan mencium bi bir sekilas.
" Kamu tau aja apa yang aku mau, ini kuncinya sayang mobilnya di ujung sana. " ucap Mona berjalan sambil memeluk Andri.
Mereka masuk dan Andri pun menyalakan mesin mobil dan melajukan mobil keluar parkir. " Mau makan dimana sayang? " Tanya Andri yang tetap fokus menyertir.
" Di Restoran xxx, kita akan bertemu suamiku di restoran itu." jawab Mona.
Ciiiit..... Andri mengerem mobil yang dikemudikan." Buat apa? " ucap Andri yang kaget mendengar apa yang dikatakan Mona.
" Aduh sayang... Hati-hati bawa mobilnya. " ucap Mona yang juga kaget karena mobilnya direm mendadak.
" Kamu lupa ya apa yang aku ucapkan semalam, kalau kamu bisa bikin aku puas. Maka aku harus mencari pekerjaan untukmu. " ucapnya Mona membenarkan rambutnya ke belakang.
" Oo... itu ko secepatnya ini sayang. " tanya Adi yang melanjutkan mengemudi mobil yang dibawanya.
__ADS_1
" Ga apa-apa, kamu sudah membuatku puas dan aku harus membalasnya. " ucap Mona tersenyum dan mengelus lengan Andri.
" Ok.. " ucap Andri tersenyum.
Beberapa saat kemudian mobil mereka memasuki halaman restoran yang sudah dijanjikan .
Mereka pun turun dan berjalan masuk ke restoran tersebut.
" Pagi sayang... maaf aku terlambat tadi baru jemput di bandara. " ucap Mona mencium pipi kanan kiri suaminya.
" Iya ga apa-apa, " jawabnya Ferdi menyeruput kopinya.
Andri duduk tepat dihadapan Ferdi, sedangkan Mona disampingnya Ferdi.
" Silahkan diminum, kopinya baru saja datang. " ucap Ferdi.
" Apa yang bisa kamu lakukan di perusahaan ku, meskipun kamu ponakan jauh istriku. Tetap saja aku harus tau bisa apa jika kamu aku masukkan ke perusahaan. " ucap Ferdi menatap tajam ke arah Andri.
" Sebenarnya dulu aku punya perusahaan, karena ada kesalahan dari ayahku waktu itu. Akhirnya perusahaan dijual karena mengalami krisis, jadi aku tau apa yang harus aku lakukan terhadap perusahaan anda. " ucap Andri meyakinkan.
" Baiklah, aku akan memposisikan kamu menjadi Ceo diperusahaan. Aku akan menyerahkan sepenuhnya ke padamu, dan aku akan menerima hasilnya. " ucap Ferdi meminum kopinya kembali.
" Trimakasih pak, saya akan bekerja dengan giat dan tidak akan mengecewakan anda. " ucapnya Andri berterimakasih.
" Aku pegang omonganmu dan kamu tidak usah panggil pak, panggil om saja sama seperti kamu memanggil istriku tante. " ucap Ferdi tersenyum.
" Yes.... sekarang aku bisa membalasmu Adi. " gumamnya Andri.
" Ya sudah aku tinggal dulu, besok pagi kamu bisa mulai bekerja. Aku akan menghubungi sekretaris ku. Ayo sayang kita pulang... " ucap Ferdi kepada Andri dan mengajak istrinya pulang.
" Sekali lagi terimakasih pak... eh om atas kebaikannya. " ucap Andri sekali lagi.
Ferdi menanggapi dengan anggukan dan menggandeng Mona istrinya.
__ADS_1
Saat mereka akan keluar, tiba-tiba Mona membalikkan badannya. " Ku tunggu nanti malam. " ucapnya tanpa suara, Andri pun menanggapi dengan acungkan jempol.