
" Baiklah karena model utama dari PT Adi Karya tidak kunjung keluar maka para juri memutuskan ..." saat MC mengumumkan tiba-tiba seseorang masuk ke panggung dan memulai berlenggak lenggok dengan leluasa.
" Akhirnya model utamanya sudah datang, Wah cantik sekali dengan balutan gaun yang sempurna." ucap MC yang merasa terpukau dengan kecantikannya dan tak lupa suara riuh para pengunjung
" Siapa dia?sepertinya aku mengenalnya" batin Romi menatap kagum.
Sedangkan Adi tersenyum bangga melihatnya, karena mengetahui siapa yang berada diatas catwalk.
Ya ... dia menatap Maharani dengan kagum berlenggak lenggok layaknya model tersohor.
*
*
*
Pov Maharani.
" Rik bagaimana ini? setengah jam lagi kita giliran kita." tanya Maharani gugup.
" Aduh gimana ya?'" Rika balik tanya dan sedang memikirkan sesuatu. " Aaha ... kalau begitu bos aja yang jadi modelnya, secara dulu kan pernah menjadi model international." ucap Rika antusias.
" Tapi aku ..."
" Tidak usah tapi-tapian, ini urgent. Siska, Rias bos kita dengan sempurna." perintah Rika pada Siska MUA dan mendudukan Maharani di kursi rias.
" Ok ..." patuh Siska menganjungkan jempolnya.
Sedangkan Rika mengirim pesan pada Adi bahwa sudah ada pengganti model utamanya.
Lima belas menit kemudian riasan Maharani sudah selesai dengan riasan natural yang sangat cocok dengan gaunnya yang akan dipakai nanti.
" Wah ... cantik banget, bos keren begitu sempurna." ucap Rika kagum dan mengacungkan jempolnya pada Siska " terbaik."
" Trimakasih." ucap Siska malu-malu.
" Ya sudah sekarang sudah waktunya. Ayo bos!" ajak Rika menuju catwalk.
" Aduh kenapa aku gugup sekali?" tanya Maharani pada dirinya sendiri yang maasih terdengar boleh Rika.
" Semangat, pasti bisa.." Rika menyemangati.
" Marilah kita saksikan model utama dari PT Adi karya." suara MC dan riuh tepuk tangan sudah terdengar.
" Ayo bos! "
" Aku takut Rika, takut akan terjadi lagi."
" Tarik nafas dulu, dan yakinlah bahwa bos bisa. lupakan kejadian tujuh tahun yang lalu."
*
*
__ADS_1
*
flash back.
"kita sambut model utama kita, Maharani si model international" sambut MC yang diiringi tepuk tangan pengunjung di acara fashion show.
Maharani pun masuk menuju catwalk, berjalan dengan legak lengok dengan ilegan. Maju mundur ke kanan ke kiri penuh gaya, saat akan mendekat ke ujung panggung
brug Maharani terjatuh ke bawah membuat kaki patah sehingga membuat vakum di dunia permodelan dan sekarang bekerja di balik layar sebagi desainer.
*
*
" Bos!" panggil Rika membuyarkan lamunannya karena dia trus dipanggil oleh MC dan akan memberikan keputusan jika dirinya akan didisvikulasi.
Akhirnya Maharani tampil naik ke atas catwalk dengan percaya diri meski dalam hatinya masih trauma dengan rasa ketakutannya.
Suara riuh memenuhi ruangan kala Maharani sebagai model utama dari PT Adi karya memperlihatkan kemampuannya yang sudah tidak ia tunjukan selama beberapa tahun.
Para pengunjung terpukau dengan kecantikannya termasuk Adi kekasihnya. Maharani begitu sempurna dengan balutan gaun yang ia kenakan.
Semua peserta sudah menampilkan model untuk pergelarannya dan menunggu pengumuman pemenangnya.
" Baiklah .... inilah yang kita tunggu-tunggu." ucap MC yang antusias menerima kartu yang berisi pemenang dari para juri.
" Pemenangnya adalah ..... dari PT Adi Karya." ucap MC dengan suara gemuruh tepuk tangan, Maharani pun menangis terharu.
" Silahkan model utamanya maju dan mengucapkan sepatah atau dua patah kata." ucap MC mempersilahkan Maharani untuk maju ke depan.
" Pertama dengan rasa syukurku kepada Tuhan yang maha Esa karena mendapatkan sesuatu yang besar"
" Dan rasa terimakasihku kepada para tim pendukung terutama PT Adi Karya yang sudah mendukung kami dalam mengikuti acara ini."
" Dengan amanah yang sudah diberikan kepada kami, kami akan berusaha dengan keras memegangnya."
" Trimakasih." ucap Maharani menyerahkan mikrofon kepada MC.
" Wah selain cantik juga hatinya pun cantik. tepuk tangan yang meriah untuk pemenang kita." ucapnya tersenyum.
*
*
*
Setengah jam berlalu pergelaran sudah selesai, Maharani sedang membersihkan make upnya.
" Kau sungguh cantik sayang." ucap seseorang Saat Maharani beranjak untuk berganti pakaian.
" Mau apa kamu?" ucap Maharani cuek meninggalkannya yang tau bahwa itu Romi, belum sempat melangkah tangannya dicekal olehnya.
" Kamu sekarang tambah cantik melebihi cantiknya saat tujuh tahun lalu." ucapnya Romi mengelus pipinya.
__ADS_1
" Jangan coba-coba menyentuhku." ucap Maharani dengan tatapan tajam.
" Aku kangen masa-masa dulu, masa kita selalu bersama, berdua tak ada yang bisa memisahkan kita. Saat kamu mulai memasuki dunia permodelan, kita selalu bersama." ucap Romi
" Ya ... dan kamu juga yang menjatuhkan dan mempermalukanku." ucapnya Maharani yang menahan kesal mengingat kejadian tujuh tahun yang lalu.
" Itu karena kamu tidak bisa diajak diskusi, seandainya kamu menuruti apa kataku otomatis sekarang kamu sudah go international. Model papan atas yang sangat terkenal." ucap Romi santai duduk diatas meja rias.
*
*
*
Tujuh tahun lalu
Sehari sebelum pementasan model, Romi dan Maharani bertemu di restoran xxx
" Aku tidak mau Rom." ucap Maharani tegas.
" Aduh sayang ini kesempatan besar, kamu tidak perlu susah payah lagi harus ikut kontes."
" Percayalah setelah jika kamu menurutiku, aku pasti akan meneramamu apa adanya." ucap Romi lembut membujuk Maharani.
" Sekali tidak, tidak." ucap Maharani penuh penekanan.
" Apa salahnya, kamu hanya menemani minum di club. itu saja." ucapnya Romi tak mau kalah.
" Ya ... setelah itu aku dibawa ke hotel dan ditiduro olehnya." ucapnya Maharani penuh kesal.
" Aku jamin tidak, ayolah Ran. Banyak para model yang melewati jalan seperti dulu."
" Tapi tidak untuk aku, biarkan saja mereka menempuh jalan pintas yang nantinya akan merugikan mereka. Tidak ada dalam kamusku. Aku akan tetap mengikuti pementasan itu dengan kemampuanku." ucap Maharani emosi yang sudah jengah dengannya.
" Kamu percaya diri sekali, jangan munafik dan sok suci. Meski kamu selalu melarangku untuk tidak menyentuhmu, aku yakin kamu diluar sana bermain sama pria lain. Iya kan?." ucap Romi meledek.
" Terserah kamu, kita putus." ucap Maharani menahan tangisnya dan keluar dari restoran berlari menuju mobilnya.
" Kamu tega Romi, kamu tega. Kenapa kamu menyakitiku karena obsesimu?" ucap Maharani tidak percaya dan menumpahkan air matanya diatas setir mobil.
" Aku akan buktikan kepadamu, aku bisa melakukannya dengan kemampuanku sendiri." ucapnya menangis dan melajukan mobilnya.
Keesokan harinya.
Disebuaj hotel berbintang, acara pementasan untuk modeling akan segera dimulai.
" Sebentar lagi kamu akan tampil ran, semangat. Tunjukan kepada semuanya bahwa kamu bisa tanpa apa pun.
" Sekarang giliran kamu." ucap salah satu crew Maharani membalas dengan anggukkan.
Maharani masuk berjalan bergelenggok maju ke depan dengan gaya yang sangat elegan, berjalan ke samping kanan ke kiri.
Saat Maharani berjalan ke ujung Catwalk, tiba-tiba bruk Maharani turun ke bawah.
__ADS_1
Maharani merasakan sakit di pergelangan kakinya dan pinggangnya dan kepala nya terbentur lantai yang akhirnya pingsan.