Menejerku Mantanku

Menejerku Mantanku
Keluarga Baru


__ADS_3

"Akhirnya, aku mendapat pekerjaan meski harus mengorbankan harga diriku. " ucap Andri pada diri sendiri yang masih menikmati secangkir kopinya.


Andri yang sedang menikmati kopinya, beda halnya di tempat lain dimana ada Romi dan Sinta yang duduk berhadapan.


" Aku ga mau di sini Romi. " ucap Sinta menangis histeris.


" Siapa yang mau di sini Sinta, aku juga ga mau. " ucap Romi datar.


" Pokoknya aku mau keluar dari sini, bagaimana caranya. Ini kan semua gara-gara kamu, kenapa harus menculiknya segala. " ucapnya lagi sedangkan Romi hanya cuek saja.


" Tunggu pengacara ku datang, semua akan mudah. " ucap Romi.


" Janji ya... " ucap Sinta berharap.


" Heem.. " jawabnya dengan deheman.


" Siapa juga yang akan mengeluarkanmu. " ucap Romi di hatinya.


" Selamat siang tuan,. " sapa Martin asistennya Romi.


" Pagi, bagaimana? bisa kamu urus? " tanya Romi.


" Bisa tuan," jawab Martin.


"Kalau begitu urus semuanya, aku sudah tidak tahan disini. " perintah Romi.


" Baik tuan, kalau begitu saya pamit dulu. " ucap Martin berlalu meninggalkan tuannya.


" Sudah habis waktunya, mari masuk kembali. " kata sipir mengingatkan. Tanpa bantahan mereka kembali ke sel masing-masing.


*


*


*


Di kediaman Antoni atau ayahnya Adi.


" Assalamu'alaikum ayah, " ucap Adi mengucapkan salam dan berjalan masuk.


" Wa'alaikumsalam, " jawab Antoni langsung melihat Adi dan Maharani menghampirinya karena mereka menyalaminya.


" Kok sudah pulang. " tanya Antoni mengulurkan tangannya.

__ADS_1


" Iya...lama-lama disana juga mau ngapain yah. " ucap Adi langsung duduk di sofa dekat ayahnya. Sedangkan Maharani langsung pamit ke lantai atas menuju kamar mereka.


" Kok ngapain .... Kalian kan pengantin baru kenapa ga berlama-lama disana? " tanya Antoni lagi.


" Aku ingin cepat punya cucu. " ujarnya lagi.


" Sabar yah, lagi palang merah. Semalam pun ga ngapa-ngapain di hotel. " sungut Adi kesal.


" Hehe.... rencana besok bagaimana? " tanya Antoni pada Adi.


" Besok aku akan ke perusahaan yah, sedangkan Maharani ke butik untuk persiapan gaun yang akan di kirim ke prancis. " jawab Adi.


" Ya semoga lancar semua. " ucap Antoni mendoakan Adi dan juga istrinya Maharani.


" Kalau begitu aku ke kamar dulu ya yah. " pamit Adi


" heem. " jawab Antoni lalu menghabiskan kopi yang tinggal satu srutupan.


Adi pun beranjak dan berjalan menuju kamarnya, saat kamar terbuka Adi melihat Maharani memasukkan baju ke lemari. Adi pun menghampiri istrinya dan memeluknya dari belakang mencium pundak Maharani.


" Iih.. geli sayang. Sebentar ..." ucap Maharani yang posisi tangannya masih di lemari.


" Sebentar saja, aku ingin mencium harum di badanmu setelah itu aku akan tidur. " ucap Adi yang masih menghirup wangi Maharani, sedangkan Maharani harus diam di posisi yang sangat tidak menguntungkan.


" Sudah sayang, ini tanganku sudah pegal. " rengek Maharani yang memang tangannya sudah pegal karena masih terangkat.


Lima menit kemudian.


" Akhirnya selesai juga. " ucap Maharani menutup lemari dan melihat suaminya sudah tertidur pulas.


"Heem... sudah jam lima. " ucap Maharani berjalan keluar kamar dan turun ke bawah menuju dapur untuk membantu bi Asih.


" Masak apa bi? " tanya Maharani menghampiri bi Asih yang sedang memotong sayur kangkung.


" Ini non, mau masak kangkung sama ayam goreng. " jawab bi Asih yang masih motong kangkungnya.


" Saya bantu ya bi. "


" Jangan non, non kan capek habis acara kemarin. Biar bibi saja yang masak. "


" Tidak apa-apa bi, lagian sudah terbiasa masak. " ucap Maharani mencuci ayam.


" Ya sudah, kalau non capek jangan salahkan bibi lo. "

__ADS_1


" Siap bi. " ucap Maharani mengacungkan jempolnya.


Satu jam lebih Maharani dan bi Asih di dapur " Alhamdulillah selesai. " ucap Maharani.


" Bi saya tinggal dulu ya, " ucap Maharani meninggalkan bi Asih yang sedang menata masakan di meja.


" Iya non. "


Maharani berjalan menuju kamarnya dan masuk ke dalam yang terlihat Adi masih tertidur pulas.


" Sayang bangun, ini sudah sore. " ucap Maharani membangunkan Adi.


" heeug.. " Adi pun membuka matanya.


" Sudah sore, kamu mandi dulu sana kita makan malam. " ucap Maharani berjalan lemari mengambil baju ganti untuk dirinya dan suaminya.


" Mandiin dong.. " goda Adi menghampiri istrinya dan memeluknya.


" Iih... jangan begini, ayo cepat gantian. " perintahnya.


" Ya udah deh... " ucap Adi berjalan lesu ke kamar mandi.


Beberapa saat kemudian Maharani dan suaminya sudah rapi, mereka pun berjalan keluar kamar dan turun ke bawah menuju meja makan. Disana sudah terlihat Antoni yang sudah menunggu mereka.


" Malam ayah, " Adi menyapa.


" Malam juga. "


Adi pun langsung duduk di samping ayahnya yang diikuti Maharani.


" Saya ambilkan ya yah. " ucap Maharani mengambil piring dan memasukan nasi serta lauk.


" Silahkan. " ucap Maharani memberikan piring yang sudah terisi.


" Trimakasih " ucap Antoni menerimany.


" Heem enak. katanya bi Asih kamu yang masak semua ini. " tanya Antoni.


" Gak ko yah, itu bi Asih saya cuma membantu. " ucap Maharani tersenyum.


" Bener enak lo, persis masakan mamanya Adi. Bener kan Adi.? "


" Bener.. " jawab Adi yang mulutnya masih penuh.

__ADS_1


" Tuh kan... Adi juga bilang begitu, tuh lihat saja makannya seperti tidak pernah lihat makanan. " ucap Antoni, sedangkan yang dibicarakan malah santai dan cuek karena melahap makanan yang ada di depannya.


" Trimakasih ya Allah engkau memberikan keluarga baru yang begitu perhatian. Aku akan menjaga keluarga ini dengan baik. " ucap syukur Maharani di dalam hati


__ADS_2