
" Kita mandi bersama ya" Adi memohon pada Maharani.
" Ya sudah, kamu dari mana? " tanya Maharani saat melihat Adi masuk ke kamar mandi.
" Tadi di ruang kerja. " jawab Adi melepas pakaiannya dan mengecup bibir Maharani sekilas.
"Iih.. udah ga usah macam-macam, nanti keburu siang. " ucap Maharani sedikit menjauh.
Mereka langsung mandi dan tidak ada hal dilakukan lagi.
Setengah jam kemudian ritual di kamar mandi telah selesai, mereka keluar menggunakan jubah mandi. Adi langsung berjalan menuju almari dan mengambil pakaian kerjanya, sedangkan Maharani duduk di meja rias yang sudah disiapkan Adi sebelum Maharani berada di rumahnya.
" Kamu yang menyiapkan ini sayang? " tanya Maharani mempoles wajahnya dengan natural.
" Iya, aku siapkan lewat Johan. " jawab Adi menghampiri Maharani.
" Tolong pasangkan dasi dong sayang. " ucap Adi minta tolong.
" Baik sayang, " Maharani pun berdiri karena sudah selesai dengan rambut yang disanggul biasa.
__ADS_1
Tangan Maharani menerima dasi milik suaminya dan memasangkan di leher Adi, Adi tidak perlu menunduk karna tinggi Maharani tidak terlalu pendek.
Cup... cup...cup Adi mencium kening Adi dan bibir Maharani yang manis.
"Kamu mencuri kesempatan saja, sudah rapi." ucap Maharani melepaskan tangannya dan menyentuh lembut dada suaminya, dan dengan sengaja Maharani pun mengecup bibir milik suaminya.
Selesai mengurus suaminya, Maharani memakai pakaian kerjanya dengan elegan dan dengan kagetnya baju kerjanya sudah disiapkan dengan rapi.
" Ayo sayang, kita turun dan sarapan. " ajak Maharani.
Mereka keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang makan, dan terlihat Antoni yang sudah duduk .
" Selamat pagi yah, " ucap keduanya yang langsung duduk di sebelah kanan Antoni.
Setengah jam berlalu, kegiatan di meja makan sudah selesai. " Ayah kami berangkat dulu. " ucap Adi menyalami tangan Antoni yang diikuti oleh Maharani.
" Sayang... Nanti kamu pulang diantar Rika karena aku akan bertemu klien tentang kerjasama yang kemaren kita dapatkan. " ucap Adi berjalan menuju mobil dan membukakan untuk Maharani, pintu ditutup Adi langsung memutar ke sisi kanan untuk mengemudi.
" Iya ga apa-apa, . " ucap Maharani tersenyum.
__ADS_1
" Oya untuk pesta pernikahan kita, biar Johan dan Rika yang urus. " ucap Adi menyalakan mesin mobil dan langsung melaju keluar gerbang rumah.
Mobil Adi melaju dengan kecepatan sedang dan melaju ke arah butik Maharani terlebih dahulu karena perusahaannya masih beberapa menit lagi dari butiknya.
Setengah jam kemudian mobil Adi masuk ke parkiran butik Maharani, "Sayang sudah sampai, aku langsung berangkat. " ucapnya melepas sabuk pengaman Maharani dan mengecup keningnya.
" Iya, kamu hati-hati. " ucap Maharani dan membalas mencium pipi kanan kiri Adi.
" Kamu mulai genit ya. " ucap Adi menggoda.
" Tidak hanya sekedar ucap terimakasih. " ucap Maharani tersenyum dan membuka pintu mobil. Maharani pun keluar dari mobil dan berjalan menuju butiknya. Maharani pun masuk ke dalam dan bertemu karyawannya, "Selamat pagi semua. " Sapa Maharani.
" Pagi bu, " jawab serempak
Maharani pun berjalan ke lantai atas menggunakan anak tangga. Sesampainya di ruangan kerjanya, betapa terkejutnya melihat begitu banyak bunga mawar memenuhi ruangan dan terlihat jelas satu buket bunga mawar di meja kerjanya dan berjalan mendekati mejanya. Dan terlihat tulisan "sayang semangat selalu. ". Maharani membacanya dengan tersenyum.
Tok.. tok ... tok... Maharani mendengar pintu ruangannya diketuk.
" Masuk... " ucap Maharani.
__ADS_1
" Bos.. ni surat yang harus ditandatangani mengenai hak cipta busana. "
" Iya . ... simpan saja di meja, nanti aku periksa. " ucapnya Maharani sambil melihat buket yang ada didepannya.