Menejerku Mantanku

Menejerku Mantanku
Rumah Antoni


__ADS_3

Di bandara kota X.


Maharani dan Adi berjalan keluar bandara dan sudah disambur oleh supir pribadi Antoni ayah Adi.


" sayang, apa kamu sudah siap? " tanya Adi saat di dalam mobil


" sedikit gugup. " jawab Maharani tersenyum.


" ga apa-apa sayang, ayah orangnya baik. " ucapnya sambil mengecup ujung kepalanya.


" iya aku juga tau karena aku pernah bertemu dengan beliau. " ucap Maharani membenarkan.


Beberapa jam kemudian sampailah mobil yang ditumpangi mereka di kediaman Antoni.


Mereka masuk ke dalam dengan bergandengan, setelah memasuki rumah mereka telah disambut oleh Antoni ayah Adi sekaligus mertua Maharani.


" selamat datang di rumah keluarga Antoni,. " sambut Antoni dengan ramah. Maharani hanya menggangguk dan merasa senang karena diterima di keluarga suaminya.


" Adi ajak istrimu untuk beristirahat dulu, dan nanti kita akan makan malam bersama. " perintah Antoni kepada putrana Adi.


" Ayo sayang! " ajak Adi menggandeng tangannya menuju kamarnya di lantai atas.


Sesampainya di depan kamar Adi.


" Masuklah,. aku akan membersihkan diri dulu" ucap Adi karena badannya sudah terasa lengket.


" heem. " jawab Maharani yang langsung masuk melihat sekeliling dinding yang terpajang foto-foto Adi dari bayi sampai momentumnya setiap tahunnya. Maharani hanya tersenyum melihat foto Adi yang sedang bersama ibunya..


ceklek suara pintu kamar mandi terbuka.


" sayang... kamu ga mandi? " tanya Adi menghampiri Maharani.


" nanti.... aku masih ingin tiduran. " jawab Maharani berjalan ke tempat tidur.


" ya terserah... " ucap Adi mengambil baju santai di lemari, selesai berganti Adi keluar kamar untuk membuat sesuatu untuk Maharani.


"masak apa bi Asih? " tanya Adi kepada asisten rumah tangganya yang sudah menua.


" ini masak mau sayur asem, goreng ikan asin dan sambal terasi. " ucap bi Asih sambil memetik sayuran yang ada di depannya.


" biar aku aja yang masak bi, bibi istirahat aja. " perintah Adi.


" jangan den, ni kan sudah tugas saya. " tolak bi Asih.


" sudah bi, aku ingin masak untuk istriku. " ucapnya lagi mengambil alih sayuran yang sudah dipetik bi Asih.


" Owalah.. kalau begitu bibi bantu aja ya. " pinta Bi Asih


" Selamat ya atas pernikahannya, semoga langgeng banyak anak dan selalu berkah. " ucap bi Asih dengan doa yang tulus.


" trimakasih bi, bibi adalah ibu kedua ku yang selalu menemaniku. " ucap Adi sambil memeluk bi Asih penuh kasih.


" Sudah.. sudah sekarang kita masak nanti keburu petang. " ajak Bi Asih.

__ADS_1


Dua jam berlalu, acara masak di dapur pun sudah selesai. Giliran Adi membangunkan Maharani yang sedang beristirahat.


Adi berjalan menuju kamar yang berada di lantai atas. Adi membuka kamarnya dan melihat Maharani masih tertidur pulas, Adi berjalan mendekati ke sisi ranjang dimana Maharani terbaring.


" Sayang... bangun. ini sudah sore. " ucap Adi sambil menciumi wajah Maharani.


" Engh.. " Maharani terbangun karna merasakan benda kenyal mendarat di wajahnya.


" Ada apa sayang? " tanya Maharani membuka matanya.


" Bangun, ini sudah petang bersihkan dirimu dulu. kita Solat berjamah. " ucap Adi tersenyum.


" Tapi aku sudah lama tidak melakukannya. " ucapnya Maharani tertunduk malu.


" Tidak apa-apa, kita sama - sama. " ucapnya lembut.


" Trimakasih. " ucap Maharani memeluk Adi dengan berkaca-kaca.


" Trimakasih untuk apa? " tanya Adi membalas pelukkannya.


" Trimakasih karena sudah menjadi suami yang baik untukku, dan membimbingku. " ucap Maharani penuh isak tangis.


" Sama-sama, aku juga berterimakasih karena kamu juga sudah menerimaku apa adanya. kita sama-sama, saat kita lupa kita juga harus saling mengingatkan. " ucap Adi yang masih memeluk dan mengelus punggung Maharani.


" Sudah .. sekarang kamu mandi. "perintah Adi mengusap air mata Maharani.


Maharani pun beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi.


Didalam kamar mandi Maharani masih terisak karena dia bersyukur memiliki suami yang begitu perhatian kepadanya.


Maharani pun terkaget saat melihat pakaiasejarahnya dan mukena yang sudah disiapkan suaminya, dan melihat Adi sudah duduk di sejadahnya.


Tak membutuhkan lama Maharaniemakai pakaian sekalian mukena yang sudah tersedia, dan menempatkan diri di belakang Adi suaminya.


" Sayang... aku sudah siap. " ucap Maharani.


Adi pun menoleh. " Kamu cantik. " ucap Adi memuji dan langsung berdiri untuk melakukan solat magrib.


Beberapa saat kemudian ritual yang mereka jalankan telah selesai, membereskan dan menyimpan alat sholat di lemari oleh Maharani.


" Sayang kenapa banyak sekali baju perempuan?. " tanya Maharani bingung saat melihat deretan baju wanita termasuk underware tertata rapi di lemari.


" Oo.. aku sudah mempersiapkan semuanya saat kita berada di Bali. karena ayah ingin kita berada di rumah ini. " ucap Adi menghampiri Maharani dan memegang pinggangnya, dan mencium bahu kanannya.


" Iih.. geli. " ucap Maharani membalikan badan.


Saat Adi hendak mencium bibir Maharani, tiba - tiba terdengar suara pintu kamar mereka diketuk.


" Den.... sudah waktunya makan malam. " ucap Bi Asih dari luar.


" Iya.. bi sebentar, kita akan segera keluar. " ucap Adi mengurai pelukannya.


" Ayo kita ke bawah, pasti kamu lapar. " ajak Adi menggandeng tangan Adi.

__ADS_1


Mereka keluar kamar dan berjalan menuruni tangga menuju meja makan yang sudah ada Antoni ayah Adi menunggu mereka.


" Ayah... " sapa Maharani ramah.


" Ayo duduk. " Antoni mempersilahkan mereka duduk.


" Aku ambilkan ya sayang. " ucap Adi mengambil piring untuk Maharani.


" Jangan, nanti aku ambil sendiri. " ucapnya malu karena diperlakukan manja oleh suaminya.


" tidak apa-apa, hari ini aku akan melayanimu." ucapnya mengambil nasi dan sayur asalnya tidak lupa sama ikan asinnya.


" mau pake sambal tidak? " tanya Adi.


" Tidak, aku tidak suka sambal. " jawab Maharani malu karena diperhatikan oleh Antoni ayah mertuanya.


" Ini, makan yang banyak. " ucap Adi menyodorkan piringnya.


" Ehem... serasa obat nyamuk nih" ucap Antoni berdehem karena merasa tidak ada keberadaannya oleh anaknya.


" eh... ayah maaf, aku lupa. " ucap Adi dan mengambil piring dan tidak lupa diberi nasi dan sayur lauknya tanpa sambal.


" Ini ayah." Adi menyodorkan piring yang sudah terisi.


" Trimakasih, kebiasaanmu belum hilang. Dulu masih ada ibumu, ayah diduakan. sekarang ada istrimu, ayah juga diduakan. " keluh Antoni merasa kesal karena saat pertama dia merasa diduakan. tapi Antoni bersyukur karena Adi sudah kembali ke rumah dan berkumpul.


Sedangkan Maharani sangat bersyukur karena sudah berada ditengah keluarga yang menurutnya sudah lama tidak ia rasakan.


Giliran Adi mengambil nasi beserta lauknya, dan mereka pun menikmati makan malamnya dengan nikmat.


Beberapa menit kemudian, makan malam telah usai. Kini Adi dan Antoni duduk di ruang keluarga., sedangkan Maharani membantu bi Asih membereskan sisa makanan yang mereka makan ke dapur.


" Non biar bi Asih aja yang beresin. " ucap bi Asih tidak enak.


" Tidak apa-apa bi, lagian saya sudah biasa melakukan pekerjaan ini. " ucap Maharani tersenyum.


*


*


*


Sedangkan di ruang keluarga.


" Adi, ayah minta kamu harus mengadakan pesta yang megah untuk pernikahanmu dan juga merayakan atas keberhasilan karena mendapatkan kerja sama itu " ucap Antoni dengan meminum secangkir kopi.


" Ya... nanti aku bicarakan pada Maharani, lagian aku juga ingin mengumumkan pernikahan kami. " ucap Adi.


Tak lama kemudian Maharani datang membawa cemilan dan bergabung.


" Rani, mulai sekarang tinggallah disini. agar suasana di rumah ini tidak sepi. Dan lekaslah punya ank, karena aku ingin melihat cucuku sebelum ajal menjemput. " ucap Antoni menatap Maharani.


" Ya ayah..., aku juga sangat bahagia berada di tengah keluarga ini dan merasakan lagi kebahagian yang dulu pernah hilang. " ucap Maharani sedih.

__ADS_1


" Tidak usah sedih, sekarang kamu sudah menjadi dari bagian keluarga kami. " ucap Antoni.


" Trimakasih ayah. " ucap Maharani tulus dan bahagian


__ADS_2