
" Kalau begitu, selamat bekerja." ucapnya tersenyum meninggalkan para karyawannya menggandeng tangan Adi menuju ruangannya.
Mereka duduk di sofa merasakan kebahagian yang dirasakan sebagai pengantin baru.
*
*
*
Sedangkan ditempat lain, ada sepasang manusia yang tak kunjung bangun dari tidurnya, yang tidak lain mereka Romi dan Sinta. Mereka yang sama-sama patah hati, melampiaskan sakit hatinya dengan bercinta semalam sampai beberapa ronde layaknya pengatin baru.
Romi beranjak dari tempat tidurnya berjalan menuju kamar mandi meninggalkan Sinta yang masih tidur untuk membersihkan dirinya.
" Sialan, dia masih tidur." gerutu Romi melihat Sinta masih tidur.
" Bangun." ucap Romi menendang ranjang kasur sampai Sinta terkaget.
" Eh ... ada apa?" tanya Sinta terbangun kaget.
" Mau tidur terus kamu, aku berangkat kerja." ucapnya tegas.
" Sana kerja, aku malas kemana-mana." ucapnya Sinta malas dan langsung merebahkan badannya.
Romi pun berangkat kerja dengan suasana yang tak enak ke kantornya.
Setengah jam perjalanan Romi sampai di kantornya, turun dari mobil berjalan masuk dengan gontai.
" Pagi bos." sapa asistennya.
" Buatkan aku kopi." ucapnya Romi menuju ruangannya.
Romi duduk dengan perasaan kesal karena gagal menikahi Maharani wanita yang dulu Ia taksir sejak kuliah dulu meski dengan cara yang tidak baik.
" Huff ... " Romi membuang nafas kasar.
" Kenapa harus Adi yang selalu beruntung." gerutu Romi.
Ceklek pintu ruangan terbuka datanglah asistennya membawa secangkir kopi.
" Bagaimana pergelarannya, apakah desainer kita sudah mengirimkan berkasnya." tanya Romi menyerutup kopinya.
" Sudah bos, tinggal kita mencari model dan membuat gaunnya." jawab asistennya
" Ok ... kalau begitu cari model yang pas dan percepat pembuatannya. Karna seminggu lagi acaranya dilaksanakan." perintah Romi
" Baik bos." patuh asistennya.
" Kalau begitu, saya undur diri." ucapnya pamit.
*
*
*
__ADS_1
Seminggu berlalu, pergelaran busana tingkat nasional di bali telah dimulai. Riuh suasana di gedung hotel berbintang lima yang sangat ramai para pengunjung.
Sedangkan Maharani masih di hotel yang sudah mempersiapkan segalanya, dari busana Ia harus pastikan sudah sesuai dengan ia buat dan Maharani bawa sendiri gaunnya. Sedangkan modelnya sudah siap di kamar hotel bersebelahan dengan Maharani, sedangkan Rika sibuk mengatur semuanya.
" Bos dua mobil sudah siap." ucap Rika.
" Baik kalau begitu, aku akan pergi terlebih dahulu untuk mempersiapkan gaunnya, sedangkan kamu temani model kita." ucap Maharani terburu-buru berjalan keluar hotel.
Maharani menuju halaman hotel, disana sudah ada Adi menunggunya. " sudah siap sayang?" tanya Adi membuka mobilnya, ya Adi juga berperan penting dalam pergelaran ini.
Setengah jam perjalanan mereka, akhirnya sampailah di hotel dimana pergelaran tersebut akan dilaksanakan.
Maharani dan Adi berjalan masuk hotel, saat akan melangkah mereka bertemu Romi dan Sinta.
" Kamu tidak akan menang dariku." ucap Romi menatap tajam Adi.
" Kita lihat aja nanti." balas Adi tak kalah tajam.
Setelah bertemu Romi dan Sinta mereka kini masuk ke ruang yang sudah disediakan oleh pihak panitia, karena semua peserta berhak mendapat fasilitas.
Semua tim Maharani semua sibuk mempersiapkan segalanya, dalam kontes ini para peserta harus menampilkan tiga busana dengan model yang berbeda. Semua sudah siap tinggal menunggu modelnya datang, tapi tiba-tiba ponsel Maharani berdering.
" Halo, ada apa Rika?" tanya Maharani
" Bos, bagaimana ini model utama kita menghilang kami sudah mencari ke setiap sudut." ucap Rika khawatir disebrang sana.
" Ya sudah, sekarang kamu datang dulu bersama dua model karena satu jam akan di mulai." perintah Maharani dan langsung menutupnya.
" Ada apa sayang, sepertinya serius?" tanya Adi melihat istrinya yang khawatir.
" Kok bisa, sudah dicek semua?" tanya Adi tak kalah terkejutnya.
" Sudah, tapi saat mau berangkat tiba-tiba menghilang. Dan sekarang aku bingung siapa yang akan menjadi penggantinya." jawab Maharani.
" Sudahlah sayang, sekarang kita siapkan dulu yang ada di sini." ajak Adi.
pasti ada yang tidak beres. batin Adi lalu mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
Tak berselang lama, rombongan Rika datang juga.
" Bos." Rika menghampiri Maharani.
" Kamu sudah datang, ajak mereka untuk dirias." perintahnya.
" Baik bos." jawab Rika patuh
Lima belas menit lagi acara akan dimulai, tapi Maharani tetap saja bingung mencari siapa yang akan menggantikan model utamanya. Sedangkan Adi duduk di kursi VVIP bersama Romi saingannya.
" Sepertinya ada yang cemas ni." ucap Romi yang menatap kedepan.
" Jangan bilang ini adalah ulahmu Romi." Adi berkata dengan tajam.
" Kalau memang iya kenapa?"
" Kamu dari dulu tidak berubah, selalu bermain licik untuk mendapatkan apa yang kamu mau." ucap Adi dingin dan datar.
__ADS_1
" Aku tidak akan membiarkan siapa pun yang lebih unggul dari aku." ucapnya ambisius.
Jam menunjukan jam sepuluh itu artinya pergelaran busana akan dimulai, MC sudah memanggil tiga peserta yang sudah lulus seleksi.
MC memanggil peserta pertama PT Pertama Indah untuk memulai fashion show sepuluh menit berlalu dan kini giliran PT Maju Jaya yang akan tampil, dua model pendamping sudah masuk dan kini majulah model utama yang tampil membuat semua yang terkesima oleh tampilannya.
Tapi tidak kalah terkejutnya Adi sebagai pemimpin PT Adi karya melihat model utamanya berlenggak lenggok menjadi model utama perusahaan saingannya.
*
flasback
Sinta bertemu dengan Ari teman lamanya sebagai model yang tak lain model utamanya Maharani di restoran.
" Hai apa kabarmu?" tanya Sinta menyapa Ari.
" Baik," jawab Ari menyerutup kopinya.
" kamu ikut kontes juga?" tanya Sinta pura-pura karna memang akan menghasut Ari.
" Iya, aku model utama di PT Adi karya." ucap Ari tersenyum karena bangga menjadi model di perusahaan terkenal.
" Oo .... di perusahaan itu. Oya .... aku punya tawaran Mau tidak kamu menjadi model utama PT Maju Jaya. Perusahaan ini akan memberimu honor dua kali lipat dari PT Adi Karya." ajak Sinta.
" Ah yang bener?" tanya Ari yang memang kalau mendengar uang langsung tergiyur.
" Iya, ni aku beri cek kosong tulis nominalnya dan langsung bisa cair." ucap Sinta memberi cek senang karena pekerjaannya membujuk Ari tidaklah sulit.
" Ok kalau begitu besok aku akan datang ke hotelmu." ucap Ari mengambil ceknya dan pergi meninggalkan Sinta.
" Yes, ini baru langkah awal menghancurkan kalian." ucapnya tersenyum licik.
*
*
*
Setelah para model dari PT Maju Jaya tampil, sekarang giliran PT Adi karya yang harus menampilkan busananya.
Adi semakin cemas, siapa yang akan menggantikan model utamanya. Dua model sudah tampil dan berdiri dibagian belakang panggung menunggu model utama keluar.
" Marilah kita saksikan model utama dari PT Adi karya." ucap MC dan disambut riuh tepuk tangan.
Hampir sepuluh menit para pengunjung menunggunya tapi tak kunjung keluar membuat Adi semakin cemas.
" Baiklah karena model utama dari PT Adi Karya tidak kunjung keluar maka para juri memutuskan ..." saat MC mengumumkan tiba-tiba seseorang masuk ke panggung dan memulai berlenggak lenggok dengan leluasa.
" Akhirnya model utamanya sudah datang, Wah cantik sekali dengan balutan gaun yang sempurna." ucap MC yang merasa terpukau dengan kecantikannya dan tak lupa suara riuh para pengunjung.
*
*
Bersambungš¤š¤
__ADS_1
siapa ya kira-kira yang menggantikan???