Menejerku Mantanku

Menejerku Mantanku
Bagai Ratu dan Raja


__ADS_3

" Setelah ini kamu akan mendekam di penjara. " ucap Adi lalu berjalan keluar...


Adi berjalan ke luar rumah mewah milik Romi, mereka melewati Sinta yang masih tertunduk di depan pintu.


" Kamu... Siap-siap untuk mendekam di penjara. " ucap Adi mengancam.


Mereka menuju mobil dan mendudukkan di jok depan, Adi menutup pintu mobil memutar menuju ke arah pengemudi. Adi menstarter mobilnya dan melakukan mobil keluar gerbang rumah Romi.


Sedangkan Sinta melihatnya dan pasrah karena saat mobil Adi keluar mobil polisi masuk ke halaman.


" Selamat siang nyonya.! " polisi menyapa nya.


" Iya.. selamat siang. " ucap Sinta gugup.


" Apa benar ini rumah tuan Romi? " tanya polisi tersebut.


" Iya benar, "


"Dan apakah anda yang bernama Sinta?" tanyanya lagi. Sinta pun mengangguk dan pasrah.


" Anda saya tangkap karena kasus penculikan. " ucap polisi tersebut dan memborgol tangan Sinta.


Sedangkan Romi masih merasa kesakitan karena pukulan Adi yang sangat keras. " Anda saya tangkap, " ucap polisi yang sudah berada disampingnya.


" Apa salahku pak? " tanya Adi menahan pusingnya

__ADS_1


" Kasus penculikan, ini surat penangkapannya. "


" Aku tidak bersalah, lepaskan saya. " ucap Adi saat tangannya akan di borgol.


" Nanti anda jelaskan di kantor polisi. " ucap polisi sambil membawa Romi menuju mobil yang memang sudah ada Sinta di dalamnya.


*


*


*


Di hotel para tamu undangan sudah datang dan menikmati hidangan yang sudah di sajikan, sedangkan di butik, semua sibuk menyiapkan gaun untuk Maharani yang sebentar lagi akan datang.


" Kamu tidak perlu tau, cepat persiapkan Maharani dengan betul. " ucap Adi mendudukkan Maharani di kursi depan meja Rias.


" Tidak apa-apa kan sayang jika kamu hari ini harus merayakan pernikahan kita. " tanya Adi mengecup kening Maharani membuat orang yang melihat terbawa perasaannya.


" Tidak apa-apa sayang, justru aku senang dan berterima kasih karena kamu mengadakan acara ini. Sudahlah kamu juga harus siap-siap, biarkan Rika yang mengurusky nanti. " jawab Maharani tersenyum mengecup pipi Adi.


"Aaah... " serempak orang-orang yang berada di sekitarnya.


Adi pun keluar membiarkan istrinya mempersiapkan diri agar terlihat segar dan cantik. Setengah jam kemudian selesailah Maharani dengan make up yang sempurna dengan berbalut gaun putih yang indah membuat orang melihat terkagum.


" Wah cantiknya bos kita.. " ucap salah satu karyawan di butiknya.

__ADS_1


" Trimakasih. " ucap Maharani tersenyum.


Keluarlah Maharani yang ditemani Rika menuju mobil yang sudah ada Adi di dalamnya.


" Sayang... kamu cantik sekali. " ucap Adi turun dari mobil dan menuntun Maharani masuk ke dalam mobil.


Mobil yang ditumpangi mereka melaju menuju hotel dimana pesta pernikahannya diadakan.


"Sudah siap sayang, " tanya Adi menggenggam tangan Maharani.


" Sudah, . " jawab Maharani tersenyum.


Sepuluh menit mobil mereka sampai dan memasuki halaman hotel tersebut. Adi turun terlebih dahulu dan disusul oleh Maharani, Adi pun langsung memegang tangan Maharani dan menutupi kepalanya agar tidak terbentur.


Cekrek...cekrek.... Mereka disambut banyak wartawan, mereka berjalan tanpa memperdulikan media sosial disekelilingnya.


Mereka berjalan bagai ratu dan raja diatas karpet merah menuju ruang hotel dengan ilegan.


Suara riuh menyambut mereka dengan antusias, Antoni ayah Adi dan juga Ferdi paman dari Maharani pun datang.


" Sayang ini.... trimakasih." ucap Maharani meneteskan air mata.


" Jangan menangis nanti cantikmu hilang. " ucap Adi menggoda.


" Iya.... " ucap Maharani malu.

__ADS_1


__ADS_2